Menuju konten utama

Jokowi Memaparkan Strategi Pendanaan untuk Tekan Emisi Karbon

Presiden Joko Widodo berharap sinergi antara pemerintah, swasta, dan perbankan dapat mendukung inisiatif pengurangan emisi karbon.

Jokowi Memaparkan Strategi Pendanaan untuk Tekan Emisi Karbon
Presiden Joko Widodo menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G77 dan Republik Rakyat Tiongkok (RRT) dalam rangkaian World Climate Action Summit (WCAS) COP28 di Dubai, Persatuan Emirat Arab (PEA), pada Sabtu, 2 Desember 2023. (Screenshot/Youtube/Sekretariat Presiden)

tirto.id - Presiden Joko Widodo mengatakan Indonesia menggunakan pendekatan pengembangan energi baru terbarukan (EBT) dan penguatan upaya dekarbonisasi dalam strategi transisi energi. Hal ini ia sampaikan dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Asia Zero Emission Community (AZEC) di Jepang, Senin (18/12/2023).

"Setiap negara miliki strategi transisi energi yang unik dan berbeda karena disusun sesuai kondisi nasional," ujarnya.

Ia menambahkan, sebagai negara dengan hutan tropis terbesar ke-3 di dunia, Indonesia sudah melakukan sejumlah hal konkret seperti pengurangan emisi dengan menekan laju deforestasi dan degradasi hutan, hingga pengembangan potensi mangrove untuk menyerap karbon.

Jokowi berharap AZEC dapat menekankan pentingnya kerja sama dan pendanaan yang inklusif untuk mengembangkan berbagai proyek dekarbonisasi.

Hingga tahun 2050, Jokowi memperkirakan kebutuhan pendanaan transisi energi ASEAN mencapai 29,4 triliun dolar AS. Maka itu, ia mengupayakan peningkatan pendanaan berkelanjutan sehingga transisi energi dapat mendorong pertumbuhan ekonomi.

Menurutnya, Indonesia memiliki beragam pembiayaan inovatif yang kredibel seperti mekanisme transisi energi, sukuk, obligasi hijau, serta bursa karbon dalam upaya pendanaan berkelanjutan.

Jokowi berharap sinergi antara pemerintah, swasta, dan perbankan dapat mempercepat transisi energi sehingga realisasi proyek prioritas untuk mendukung inisiatif pengurangan emisi dapat terus didorong.

"[Contohnya] seperti pembangkit listrik geothermal di Muara Laboh, waste to energy di Legok Nangka, dan pengelolaan lahan gambut di Kalimantan Tengah," pungkasnya.

Baca juga artikel terkait KUNJUNGAN PRESIDEN JOKOWI atau tulisan lainnya dari Andrian Pratama Taher

tirto.id - News
Reporter: Andrian Pratama Taher
Penulis: Andrian Pratama Taher
Editor: Irfan Teguh Pribadi