Jokowi: Komposisi Kabinet 55 Persen Profesional, 45 Persen Parpol

Oleh: Andrian Pratama Taher - 14 Agustus 2019
Saat ditanya soal apakah ada partai oposisi yang akan mengisi posisi menteri di kabinetnya, Jokowi tidak menjawab.
tirto.id - Presiden Jokowi mengaku sudah menyelesaikan susunan menteri kabinetnya pada periode II. Menurut dia, komposisi kabinetnya akan lebih banyak diisi profesional ketimbang dari partai politik, yakni 55 persen dari profesional, 45 persen dari parpol.

"Ya profesional 55, 45 dari partai politik," kata Jokowi usai menghadiri perayaan HUT Pramuka ke-58 di Cibubur, Jakarta, Rabu (14/8/2019).

Saat ditanya soal apakah ada partai oposisi yang akan mengisi posisi menteri di kabinetnya, Jokowi tidak menjawab. Namun, ia memastikan wewenang untuk memilih menteri merupakan haknya sebagai presiden.

"Kamu tahu ndak kabinet itu apa? kabinet itu adalah hak prerogatif presiden. Menteri itu adalah hak prerogatif presiden," kata Jokowi.

Kendati sudah selesai menyusun kabinetnya, Jokowi mengaku akan melihat situasi dan kondisi Indonesia terlebih dahulu sebelum mengumumkan nama menteri yang dipilihnya.

"Kita melihat momentumnya, melihat mendesak atau tidak mendesak kebutuhan itu kita lihatlah. Tapi kalau kita lihat masyarakat menunggu, pasar juga menanti sehingga sebetulnya, semakin cepat diumumkan semakin baik," kata Jokowi.

Jokowi pun membenarkan kalau ada menteri muda bahkan berumur 25-30 tahun. "Ya ada yang umur-umur itu betul, ada yang muda dan setengah muda, campur-campur lah, ada yang setengah tua, ada juga," kata Jokowi.

Jokowi mengaku, ada perubahan nomenklatur dalam kabinetnya. Ada kementerian yang digabung, ada pula yang baru. Namun, detail nomenklatur akan diumumkan nanti.

"Nanti kalau sudah waktunya tahu semuanya. Jangan nebak-nebak," Kata Jokowi.

Sebelumnya, Jokowi dikabarkan membentuk dua kementerian baru, yakni Menteri Digital dan Ekonomi Kreatif serta Menteri Investasi.


Baca juga artikel terkait KABINET JOKOWI-MARUF atau tulisan menarik lainnya Andrian Pratama Taher
(tirto.id - Politik)

Reporter: Andrian Pratama Taher
Penulis: Andrian Pratama Taher
Editor: Alexander Haryanto
DarkLight