Menuju konten utama

Jokowi Ingin Istana Dibangun Bukan dari Peninggalan Kolonial

Presiden Jokowi mengaku pembangunan istana di Ibu Kota Nusantara (IKN) menggunakan bahan baku dan produk Indonesia. 

Jokowi Ingin Istana Dibangun Bukan dari Peninggalan Kolonial
Suasana istana presiden di Ibu Kota Nusantara (IKN), Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, Senin (12/2/2024). ANTARA FOTO/ Rivan Awal Lingga/rwa.

tirto.id - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengakui ingin Indonesia memiliki istana yang dibangun dari tangan anak bangsa bukan dari peninggalan Belanda. Hal itu disampaikan Jokowi saat groundbreaking gedung BPJS Kesehatan di Ibu Kota Nusantara, Jumat (1/3/2024).

“Memang kita ingin memiliki gedung (Istana) Presiden yang bukan peninggalan dari kolonial. Kita bangun sendiri dengan bahan-bahan produk kita sendiri, dilakukan oleh anak-anak bangsa sendiri dan ini akan menimbulkan sebuah kebanggaan, harga diri,” kata Jokowi.

Jokowi mengaku pembangunan istana di Ibu Kota Nusantara (IKN) menggunakan bahan baku dan produk Indonesia. Tidak hanya itu, Jokowi juga menyarankan para peserta yang hadir agar melihat istana di IKN.

Sementara itu, Jokowi juga mengaku selalu mendapatkan pujian dari tamu negara lantaran Istana Presiden yang saat ini bagus. Tetapi, Jokowi mengklaim tidak bisa membalas pujian tersebut karena gedung yang dibangun merupakan buatan Belanda.

"Kadang kala saya mendapat tamu, entah presiden atau perdana menteri masuk istana kita, kemudian PR-nya sama, ini kok gedungnya bagus ya? Saya ndak bisa jawab apa-apa karena itu gedungnya peninggalan dari kolonial Belanda, di Bogor juga sama, di Yogya juga sama, di Cipanas juga sama," kata Jokowi.

Jokowi yakin pembangunan istana bisa menjadi kebanggaan bagi warga Indonesia di masa depan.

"Ini lah salah satu hal yang ingin kita kerjakan agar ada keanggaan buat diri kita sendiri, berkepribadian kebudayaan," kata Jokowi.

Untuk diketahui, pembangunan kantor Presiden di Nusantara telah mencapai 74 persen. Direktur Jenderal Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Diana Kusumastuti, pembangunan struktur bangunan utama telah selesai. Kini, jajaran PUPR sedang fokus pada pemasangan baja serta bilah-bilah sayap Garuda yang menjadi bagian penting dari konstruksi.

"Saat ini bilah-bilah ini sudah terpasang 1.282 dari 4.650, jadi kira-kira sepertiganya. Dan kami harapkan nanti untuk sayap burung Garuda ini bisa selesai di akhir Maret ini," ujar Diana.

Selain itu, Diana menekankan pentingnya pembangunan Kantor Presiden yang ramah lingkungan dan cerdas, di samping pembangunan interiornya. Dia berharap, Kantor Presiden di IKN bisa selesai dan fungsional pada Juni untuk digunakan dalam Upacara Peringatan Kemerdekaan ke-79 RI meski ada sedikit masalah dalam logistik dan pemasangan baja dan bilah.

"Saya masih optimistis untuk bisa selesai, fungsional, tapi nanti masih ada sedikit-sedikit tambahan, mungkin untuk lanskapnya," ungkap Diana.

Kantor Presiden baru tersebut diharapkan sebagai ikon Ibu Kota Nusantara, terutama dengan adanya burung Garuda yang menjadi simbol infrastruktur di tengah Kota Nusantara.

"Burung Garuda di sini juga sayapnya lebar, ini berada di tengah-tengah Kota Nusantara dan ini nanti akan berada di tempat yang tertinggi, hingga ini yang dinanti-nanti untuk ikon Ibu Kota Nusantara," tutur Diana.

Baca juga artikel terkait PEMBAGUNAN ISTANA IBU KOTA NUSANTARA atau tulisan lainnya dari Andrian Pratama Taher

tirto.id - Sosial budaya
Reporter: Andrian Pratama Taher
Penulis: Andrian Pratama Taher
Editor: Intan Umbari Prihatin