tirto.id - Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi), menilai Indonesia siap memasuki era ekonomi cerdas. Pada era ini, ekonomi Indonesia akan didasarkan pada seberapa baik Indonesia menggunakan data dan informasi yang ada sebagai modal pertumbuhan.
Karenanya, agar siap memasuki era baru, Jokowi meminta pemerintah untuk memastikan anak-anak muda dan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) bisa mempelajari dan memahami penggunaan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).
"Ini adalah dunia baru yang menentukan daya saing dan kekuatan nasional. Kita tahu bahwa ini adalah proses mengumpulkan, menganalisis, dan menilai data serta informasi untuk membuat keputusan terbaik dan kebijakan yang baik.Dan bagi generasi muda, menjadi tanggung jawab kita untuk memastikan mereka memahami AI—dan mempelajari AI—karena masa depan ada di sana," ujar Jokowi, saat bicara di ajang Bloomberg New Economy Forum 2025, yang ditayangkan secara daring, Jumat (21/11/2025).
Menurut Jokowi, anak-anak muda dan UMKM perlu dibekali keterampilan digital dan AI serta kemampuan data agar mereka dapat berkembang. Namun, tidak kalah penting, pertumbuhan yang dihasilkan dari ekonomi cerdas harus berkelanjutan, baik bagi masyarakat maupun bumi.
"Bagi kami, ini bukan hanya soal ekonomi. Ini tentang membangun fondasi yang kuat untuk masa depan. Cerita ini menunjukkan satu hal penting: ketika pemerintah membangun fondasi yang tepat, inovasi akan mengikuti. Dengan semua upaya ini, terbentuklah ekosistem dan fondasi bagi ekonomi baru Indonesia. Dan dengan dasar yang kuat ini, kita siap memasuki tahap berikutnya: ekonomi cerdas. Ekonomi cerdas," lanjut Jokowi.
Melalui ekonomi cerdas, sudah saatnya bagi Indonesia untuk merancang ulang bagaimana manusia dan teknologi membangun masa depan bersama melalui data dan machine learning. Apalagi, ekonomi cerdas bukan hanya tentang teknologi, melainkan juga soal mempersiapkan manusia.
Karena itu, Jokowi yakin, dengan ekonomi cerdas, kesempatan kerja tidak akan hilang begitu saja. Sebaliknya, ia percaya akan ada lebih banyak lapangan pekerjaan yang akan terbuka.
"Saya sangat tidak setuju bahwa lapangan kerja akan hilang. Justru saya percaya akan ada lebih banyak pekerjaan dan lebih banyak peluang jika kita memastikan masyarakat siap menghadapinya. Kita harus memastikan mereka mengetahui dan mempelajari AI, coding, algoritma, serta machine learning. Ini sesuatu yang fundamental," tegas Jokowi.
Editor: Dwi Aditya Putra
Masuk tirto.id
































