Menuju konten utama

Israel Serang Markas Bulan Sabit Merah, 1 Staf Dilaporkan Tewas

Pihak PCRS menyatakan serangan itu menewaskan satu stafnya.

Israel Serang Markas Bulan Sabit Merah, 1 Staf Dilaporkan Tewas
Ilustrasi. Warga Palestina berduka atas kematian petugas medis yang menjadi sasaran tembakan Israel saat menjalankan misi penyelamatan, setelah jenazah mereka ditemukan, menurut Bulan Sabit Merah, di rumah sakit Nasser di Khan Younis di Jalur Gaza selatan pada 31 Maret 2025. REUTERS/Hatem Khaled/Foto File

tirto.id - Markas Bulan Sabit atau Palestine Red Crescent Society (PCRS) di Khan Yunis, Gaza dibombardir Israel, Minggu (3/8/2025). Pihak PCRS menyatakan serangan itu menewaskan satu stafnya.

“Seorang staf Bulan Sabit Merah Palestina (PRCS) tewas dan tiga lainnya luka-luka setelah pasukan Israel menyerang kantor pusat Lembaga tersebut di Khan Yunis, yang memicu kebakaran di lantai pertama gedung,” kata organisasi bantuan tersebut dalam sebuah unggahan melalui media sosial X.

Melansir Arab News, Minggu, PCRS merekam detik-detik serangan Israel. Dalam video menunjukkan markas mereka yang telah terbakar dan dipenuhi puing-puing.

Serangan Israel itu telah menewaskan sedikitnya 60.332 orang yang sebagiannya adalah warga sipil. Jumlah tersebut berdasarkan data yang dimiliki Kementerian Kesehatan Palestina.

Insiden ini terjadi dua hari setelah utusan khusus Amerika Serikat (AS), Steve Witkoff ke Gaza. Steve mendatangi markas tersebut untuk menengok posko bantuan kemanusiaan yang disokong AS.

Hampir dua tahun sejak peperangan, badan PBB memperingatkan bahwa waktu makin mendesak lantaran Gaza memasuki ambang kelaparan massal. Para Maret 2025 lalu, serangan dari pasukan Israel di Gaza Selatan menewaskan sebanyak delapan petugas tenaga kemanusiaan, yang terdiri dari enam petugas pertahanan sipil Gaza, satu petugas media PCRS, serta satu petugas badan PBB untuk pengungsi Palestina. Laporan ini sebagaimana dari Kantor Koordinasi Urusan Kemanusiaan PBB (OCHA).

Perang pecah usai Hamas menyerang Israel pada Oktober 2023, sehingga menewaskan 1.219 orang. Sebagian besar korbannya merupakan warga sipil.

Baca juga artikel terkait KONFLIK ISRAEL-PALESTINA atau tulisan lainnya dari Nabila Ramadhanty

tirto.id - Flash News
Reporter: Nabila Ramadhanty
Penulis: Nabila Ramadhanty
Editor: Fransiskus Adryanto Pratama