Menuju konten utama

Irwandi Yusuf akan Hadapi Sidang Putusan Hari Ini

Gubernur Aceh non-aktif Irwandi Yusuf akan menghadapi sidang putusan dugaan suap terkait proyek yang dibiayai Dana Otonomi Khusus Aceh 2018, hari ini.

Irwandi Yusuf akan Hadapi Sidang Putusan Hari Ini
Terdakwa kasus dugaan suap Dana Otonomi Khusus Aceh (DOKA) Tahun 2018 dan kasus dugaan penerimaan gratifikasi pelaksanaan proyek pembangunan Dermaga Sabang, Irwandi Yusuf (tengah) tiba untuk menjalani sidang pembacaan pledoi di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Senin (1/4/2019). ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/ama.

tirto.id - Perkara dugaan suap terkait proyek yang dibiayai Dana Otonomi Khusus Aceh 2018 dan gratifikasi dengan terdakwa Irwandi Yusuf segera menemui titik akhir. Hari ini Gubernur Aceh non-aktif itu akan menghadapi sidang putusan.

Pembacaan putusan akan dilakukan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Kemayoran, Jakarta Pusat, Senin (8/4/2019).

"Ya benar," kata penasehat hukum Irwandi, Sirra Prayuna saat dikonfirmasi pada Senin (8/4/2019).

Selain Irwandi, orang kepercayaan Irwandi, Teuku Saiful Bahri, dan ajudan Irwandi, Hendri Yuzal juga akan menjalani sidang putusan di Pengadilan Tipikor Jakarta.

Jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menuntut Gubernur Aceh non-aktif Irwandi Yusuf dihukum 10 tahun penjara dan denda Rp500 juta subsider 6 bulan kurungan. Selain itu, jaksa pun menuntut hakim mencabut hak Irwandi untuk dipilih di jabatan publik selama 6 tahun pasca bebas murni.

Hal ini disampaikan dalam sidang pembacaan tuntutan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta pada Senin (25/3/2019) lalu.

"Menyatakan terdakwa dr.h H Irwandi Yusuf terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama dan berlanjut," kata jaksa Ali Fikri saat membacakan berkas tuntutan di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kemayoran, Jakarta Pusat, pada Kamis (25/3/2019).

Irwandi dinilai telah terbukti secara sah dan meyakinkan menerima suap sebesar Rp1,05 miliar secara bertahap dari Bupati Bener Meriah Ahmadi. Uang itu diberikan agar Irwandi menyerahkan proyek-proyek di Kabupaten Bener Meriah yang dibiayai Dana Otonomi Khusus Aceh (DOKA) ke pengusaha-pengusaha asal Bener Meriah.

Jaksa juga mengatakan, Irwandi telah menerima gratifikasi selama menjabat sebagai Gubernur Aceh periode 2017-2022 sebesar Rp8,71 miliar. Jaksa pun mendakwa Irwandi karena telah menerima gratifikasi dari Board of Management PT Nindya Sejati sebesar Rp32,45 miliar.

Sebagai pertimbangan dalam menjatuhkan tuntutan, jaksa menilai perbuatan Irwandi tidak mendukung program pemerintah dalam pemberantasan korupsi. Selain itu jaksa menilai Irwandi enggan mengakui dan tidak menyesali perbuatannya.

Di sisi lain, jaksa juga mempertimbangkan Irwandi yang berlaku sopan selama persidangan. Jaksa juga menganggap Irwandi berperan penting dalam proses perdamaian di Aceh.

Atas gratifikasi tersebut, Irwandi didakwa telah melanggar pasal 12 B Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Sementara atas tindakan suap yang ia lakukan, jaksa mendakwa Irwandi dengan pasal 12 huruf a Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Baca juga artikel terkait KASUS SUAP DANA OTSUS ACEH atau tulisan lainnya dari Mohammad Bernie

tirto.id - Hukum
Reporter: Mohammad Bernie
Penulis: Mohammad Bernie
Editor: Dewi Adhitya S. Koesno