IHSG Melesat 10 Persen, Gubernur BI: Kepanikan Pasar Mereda

Oleh: Vincent Fabian Thomas - 26 Maret 2020
Gubernur Bank Indonesia jelaskan penyebab IHSG melesat 10 persen.
tirto.id - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sepanjang perdagangan saham hari ini melesat 10,24 persen dan ke level 4.340. Gubernur Bank Indonesia Perry Wardjiyo mengatakan, penguatan tersebut menunjukan meredanya kepanikan investor di berbagai dunia.

“Ini menunjukan kondisi kepanikan global mereda,” ucap Perry dalam konfrensi pers di kantornya, Kamis (26/3/2020).

Menurut Perry, penguatan IHSG tak lepas dari perkembangan positif terkait penanganan COVID-19 berbagai negara.

Terutama, setelah senat Amerika Serikat menyetujui usulan paket stimulus fiskal sebesar 2 triliun dolar AS yang dialokasikan antara lain 110 miliar dolar untuk kesehatan, 350 miliar dolar AS untuk UMKM, 250 miliar dolar AS untuk tenaga kerja, dan 500 miliar dolar AS untuk dunia usaha.

Pemerintah negara maju lain yang mengucurkan stimulus fiskal untuk penanggulangan COVID-19, kata dia, adalah Jerman yakni sebesar 860 miliar dolar AS atau 10 persen dari PDB negaranya.

Alhasil Indeks seperti Dow Jones menguat hampir 2,4 persen dan indeks saham Eropa juga menguat bersamaan dengan indeks saham negara emerging market seperti Brasil, Meksiko, Rusia dan lainnya.

"Dua minggu lalu, terjadi tekanan kepanikan pasar keuangan global. Banyak saham hari ini sebagian besar warna hijau," imbuhnya.

Di sisi Indonesia sendiri ia yakin ada peran pelaku pasar, peprbankan, sampai eksportir. Lalu ia menyebutkan tingkat larinya modal asing keluar Indonesia atau outflow juga relatif berkurang dan mereka sudah Kembali membeli surat berharga negara (SBN) lagi meski banyak yang melepasnya pada pekan lalu.

“Ini menunjukan paket kebijakan moneter dan stimulus mengurangi kepanikan pasar dan karenanya meredakan kondisi tekanan global. Juga berimplikasi membaiknya sentimen pasar keuangan indoensia,” pungkasnya.


Baca juga artikel terkait IHSG atau tulisan menarik lainnya Vincent Fabian Thomas
(tirto.id - Ekonomi)

Reporter: Vincent Fabian Thomas
Penulis: Vincent Fabian Thomas
Editor: Hendra Friana
DarkLight