IHSG 12 Februari Diprediksi Bergerak Variatif karena Wabah Corona

Oleh: Dinda Silviana Dewi - 12 Februari 2020
Dibaca Normal 1 menit
Terus bertambahnya korban akibat wabah virus korona menjadi perhatian utama pelaku pasar dan para investor.
tirto.id - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, menguat tipis 2,66 poin atau 0,44 persen ke posisi 5.957,06 poin pada pembukaan perdagangan Rabu (12/2/2020) pagi.

Wabah virus corona masih menjadi sentimen yang mempengaruhi IHSG sehingga diprediksikan IHSG akan bergerak variatif.

Sementara, kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 bergerak naik 0,96 poin atau 0,1 persen menjadi diperdagangkan pada 968,34 poin.

Terus bertambahnya korban akibat wabah virus korona menjadi perhatian utama pelaku pasar dan para investor. Pasalnya, keadaan tersebut akan berdampak pada perekonomian Cina dan semakin menghambat pertumbuhan ekonomi global.

“Ketidakpastian global ini menjadi sentimen bagi pasar. Diperkirakan IHSG bergerak mixed dengan peluang kenaikan terbatas,” ungkap Kepala Riset Valbury Sekuritas Alfiansyah, di Jakarta, Rabu (12/2/2020), dikutip dari Antara.

Untuk mengatasi wabah vorus tersebut, Presiden Cina Xi Jinping telah mendesak untuk melakukan langkah-langkah yang lebih tegas. Di sisi lain, Presiden Amerika Serikat Donald Trump percaya bahwa wabah virus corona akan hilang pada bulan April mendatang disebabkan oleh cuaca yang lebih hangat.

Sedangkan, IHSG ditutup menguat 2,31 poin atau 0,44 persen ke posisi 5.954,4 poin pada perdagangan Selasa (11/2/2020) sore. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 bergerak turun sebesar 0,96 poin atau 0,1 persen menjadi 967,38.

Analis Indopremier Sekuritas Mino mengatakan para investor di dalam negeri yang masih berhati-hati dalam mencermati perkembangan penyebaran virus korona sehingga indeks saham hanya naik tipis dilansir dari Antara.

Perdagangan Selasa dibuka pada teritori positif pada sesi pertama. Namun, IHSG bergerak fluktuatif hingga akhirnya ditutup di zona hijau pada akhir perdagangan.

Penutupan IHSG diirigi dengan aksi beli saham oleh investor asing yang ditunjukkan dengan jumlah beli bersih asing atau net foreign buy sebesar Rp226,2 miliar.

Saham di Negara Lain

Saham-saham di Tokyo dibuka lebih tinggi pada perdagangan Rabu (12/2/2020) pagi waktu setempat. Indeks acuan Nikkei 225 di Bursa Efek Tokyo (TSE) bergerak naik 146,27 poin atau 0,62 persen ke posisi 23.832,25 poin.

Sementara, indeks Topix yang lebih luas dari seluruh saham papan utama di pasar Tokyo mengalami kenaikan tipis 0,05 poin menjadi diperdagangkan pada 1.719,69 poin. Dilansir Antara, pergerakan naik pada bursa saham Tokyo seiring dengan kenaikan saham di Wall Street.

Tidak hanya itu, pernyataan optimistis Ketua Federal Reserve Jerome Powell terkait ekonomi AS kepada para anggota parlemen secara tidak langsung menjadi katalis positif pada perdagangan saham Tokyo.

Sedangkan indeks acuan S&P/ ASX 200 di bursa efek Australia juga bergerak naik 24,70 poin atau 0,35 persen pada 7.080,00 poin mengikuti mayoritas saham yang dibuka dengan lebih tinggi pada perdagangan Rabu (12/2/2020) pagi waktu setempat.

Lonjakan saham bank terbesar di Australia, Commonwealth (CBA), memberikan dorongan utama dan mengimbangi sektor sumber daya yang tengah melaju datar dilansir Antara.

Sementara indeks All Ordinaries yang lebih luas bertambah 26,90 poin atau 0,38 persen pada 7.178,30 poin.

Bursa saham regional Asia antara lain indeks Hang Seng di Hong Kong menguat 60,3 poin atau 0,22 persen ke 27.644,2 poin dan indeks Straits Times di Singapura beramah 6,6 poin atau 0,21 persen menjadi diperdagangkan pada 3.182,17 poin.


Baca juga artikel terkait IHSG atau tulisan menarik lainnya Dinda Silviana Dewi
(tirto.id - Ekonomi)

Kontributor: Dinda Silviana Dewi
Penulis: Dinda Silviana Dewi
Editor: Yulaika Ramadhani
DarkLight