Menuju konten utama

IDAI: Bahaya Gadget dan Penyakit Gaya Hidup Mengintai Anak-Anak

IDAI ingatkan ancaman "new lifestyle diseases" pada anak seperti diabetes tipe 2 & hipertensi akibat kurang gerak dan kecanduan gawai.

IDAI: Bahaya Gadget dan Penyakit Gaya Hidup Mengintai Anak-Anak
Kader Pos pelayanan terpadu (Posyandu) Calcidol mengukur berat badan balita di Masjid Nurul Qalbi, Kimia Farma 2, Jakarta, Kamis (11/6/2026). Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI menargetkan untuk menurunkan prevalensi stunting nasional menjadi 17,5 persen pada 2026 dengan menekankan pentinganya pemantauan pertumbuhan anak secara rutin di Posyandu sebagai deteksi dini.
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) memberikan peringatan serius mengenai lonjakan kasus new lifestyle diseases atau penyakit akibat gaya hidup pada generasi muda.

Fenomena ini ditandai dengan semakin banyaknya anak usia dini yang terdiagnosis menderita obesitas, tekanan darah tinggi (hipertensi), hingga diabetes melitus tipe 2.

Menurut Ketua Umum PP IDAI, Dr. dr. Piprim Basarah Yanuarso, Sp.A, Subsp.Kardio(K), pemicu utama dari maraknya penyakit tidak menular (PTM) ini adalah pergeseran pola makan dan minimnya aktivitas fisik anak-anak saat ini.

"Terjadi tren peningkatan obesitas, hipertensi, hingga Diabetes Melitus tipe 2 pada usia yang semakin muda. Ini terkait pola makan dan pola gerak," kata Piprim saat kegiatan puncak HUT ke-72 IDAI di Taman Margasatwa Ragunan, Jakarta, Minggu (14/6/2026) seperti dikutip dari Antara.

Dr. Piprim menjelaskan bahwa peta masalah kesehatan anak di Indonesia kini telah bergeser. Jika dulu didominasi oleh penyakit infeksi, saat ini gangguan metabolik—yang umumnya diderita orang dewasa—justru mulai mengintai anak-anak. Risiko ini diperparah oleh kebiasaan mengonsumsi makanan secara berlebihan yang tidak diimbangi dengan pergerakan tubuh yang cukup.

Di sisi lain, beliau juga memaparkan bahwa Indonesia masih bergelut dengan pemenuhan target penurunan angka stunting.

"Kedua, masalah penyakit tidak menular. Kita masih menghadapi stunting yang penurunannya belum sesuai target. Lalu ada masalah obesitas dan penyakit metabolik akibat gaya hidup tidak sehat," ujarnya.

Sebagai penutup, Dr. Piprim menggarisbawahi bahwa kebiasaan memberikan gawai (gadget) secara berlebihan sejak usia dini memegang peran besar dalam memangkas aktivitas fisik anak. Paparan gawai yang tidak terkontrol ini berkaitan juga dengan fenomena speech delay hingga gangguan perkembangan anak.

Oleh karena itu, IDAI mengimbau para orang tua agar membiasakan hidup sehat dengan anak aktif bergerak, mengonsumsi makanan bergizi seimbang, dan pembatasan gawai.

Baca juga artikel terkait IDAI atau tulisan lainnya dari Antara

tirto.id - Flash News
Reporter: Antara
Penulis: Antara
Editor: Rina Nurjanah