Menuju konten utama

Houthi Yaman Serang Pangkalan Militer Saudi Dini Hari Tadi

Juru Bicara Militer Houthi, Yahya Saree, mengklaim rentetan rudal dan drone yang diluncurkan sukses menghantam target-target sasaran dengan akurat.

Houthi Yaman Serang Pangkalan Militer Saudi Dini Hari Tadi
Juru bicara militer Houthi, Yahya Saree, menyampaikan pernyataan yang disiarkan televisi di Sana'a, Yaman, pada 11 September. FOTO: EPA via The Straits Times
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Kelompok Houthi Yaman mengklaim telah melancarkan serangan berskala besar menggunakan rentetan rudal balistik dan pesawat nirawak (drone) ke sebuah pangkalan militer di wilayah selatan Arab Saudi, Minggu (13/9/2026) dini hari.

Melansir Anadolu, serangan mematikan ini secara spesifik menargetkan fasilitas vital militer Saudi, yakni gudang persenjataan serta ruang komando dan kendali yang berada di Pangkalan Militer Sharurah, Provinsi Najran, di selatan Arab Saudi.

Juru Bicara Militer Houthi, Yahya Saree, mengklaim rentetan rudal dan drone yang diluncurkan sukses menghantam target-target sasaran dengan akurat.

Ia menegaskan bahwa gempuran dini hari itu merupakan serangan balasan atas operasi militer Arab Saudi yang terus berlanjut di Yaman.

Saree juga memperingatkan Houthi tidak akan segan meluncurkan serangan yang jauh lebih besar dan menargetkan wilayah yang lebih dalam di jantung teritorial Arab Saudi jika serangan terhadap kelompoknya tidak segera dihentikan.

Pihak Riyadh masih bungkam terkait insiden di Sharurah. Ketegangan lintas batas ini terjadi hanya berselang sehari setelah insiden lain di wilayah selatan Saudi.

Dikutip dari pernyataan resmi Pertahanan Sipil Arab Saudi, Sabtu (12/9/2026), sebuah proyektil dilaporkan telah menghantam Kegubernuran Al-Tuwal di wilayah Jazan barat daya.

Insiden tersebut melukai dua orang warga serta mengakibatkan kerusakan fisik pada sebuah masjid, sejumlah bangunan, dan kendaraan di sekitarnya.

Eskalasi tembakan lintas batas pada akhir pekan ini menandai puncak dari rentetan krisis militer yang memecah masa tenang di Yaman dan memicu kepanikan global dalam sepekan terakhir.

Pada Jumat (11/9/2026), Yahya Saree mengumumkan bahwa kelompoknya telah menuntaskan penguasaan penuh atas Selat Bab al-Mandeb setelah merebut Pulau Mayyun dan kota pelabuhan Mokha. Blokade selektif yang diterapkan Houthi di titik sempit yang biasanya dilalui 12 persen perdagangan dunia ini memicu ancaman disrupsi rantai pasok global.

Pada Kamis pagi (10/9/2026), Riyadh terpaksa menutup pipa minyak utama East-West sepanjang 1.200 kilometer setelah jalur vital tersebut dihantam serangan drone yang diduga diluncurkan oleh milisi pro-Iran dari wilayah Irak.

Baca juga artikel terkait KONFLIK TIMUR TENGAH atau tulisan lainnya dari Khizbulloh Huda

tirto.id - Flash News
Reporter: Khizbulloh Huda
Penulis: Khizbulloh Huda
Editor: Fransiskus Adryanto Pratama