Menuju konten utama

Hoaks, Dedi Mulyadi Minta Maaf karena Mendahului Presiden ke NTT

Video itu adalah potongan video kasus Vina Cirebon yang dipublikasikan pada Juni 2024, bukan permintaan maaf karena mendahului Presiden mengunjungi NTT.

Hoaks, Dedi Mulyadi Minta Maaf karena Mendahului Presiden ke NTT
Periksa Fakta KDM Mohon Maaf. foto/Hotline periksa fakta tirto
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Sebuah video beredar di media sosial Facebook mengklaim Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi atau KDM menangis dan menyampaikan permohonan maaf kepada Presiden Prabowo Subianto berkaitan dengan kunjungan KDM ke Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk membantu korban gempa.

Video tersebut diunggah melalui akun Facebook “Alexander Jhon” (arsip) pada Kamis (27/8/2026). Dalam video yang beredar, dituliskan narasi “Permohonan Maaf KDM kepada Presiden dan Kapolri terkait kunjungan ke NTT” serta tulisan “Dianggap mendahului Presiden, KDM akhirnya angkat bicara.

Pak Presiden, Pak Kapolri, Pak Kapolda, Pak Direskrimum, saya tidak bermaksud untuk memperkeruh suasana. Saya tidak bermaksud melakukan apapun.

Kecuali ini adalah panggilan jiwa saya. Saya melihat orang-orang kecil menjerit dan menangis, bingung apa yang harus mereka lakukan. Semoga ini jalan bagi kita untuk membuka kebenaran. Membuka kebenaran. Membuka kebenaran. Saya yakin, tangisan ini bukan kebohongan. Saya yakin, tangisan ini bukan rekayasa, bukan akting. Ini adalah yang sebenarnya mohon.” Begitu narasi yang diucapkan KDM dalam video.

Narasi dalam video juga menyebut Dedi Mulyadi meminta maaf kepada Presiden karena telah lebih dahulu datang ke NTT dan memberikan bantuan kepada korban gempa

Pengunggah juga menuliskan keterangan dalam video sebagai berikut, “KDM MINTA MAAF KEPADA PRESIDEN SOAL AKSI BANTUAN UNTUK KORBAN GEMPA DI NTT YANG MENJADI SOROTAN NETIZEN DI SOSIAL MEDIA

KDM Klarifikasi Soal Bantuan untuk Warga NTT

KETUA UMUM PARTAI GERINDRA JAWA BARAT, DEDI MULYADI ATAU KDM, MEMBERIKAN KLARIFIKASI TERKAIT AKSINYA MEMBANTU WARGA NUSA TENGGARA TIMUR YANG TERDAMPAK GEMPA//

KDM MENEGASKAN, LANGKAH TERSEBUT DILAKUKAN KARENA RASA KEMANUSIAAN DAN KEPEDULIANNYA TERHADAP WARGA YANG TENGAH MENGALAMI KESULITAN PASCA BENCANA//

KDM MENYADARI AKSINYA DINILAI SEBAGIAN PIHAK SEBAGAI TINDAKAN YANG MENDAHULUI PRESIDEN//

NAMUN, IA MENYEBUT HATINYA TERPANGGIL UNTUK TURUN LANGSUNG MEMBANTU MASYARAKAT YANG SEDANG DALAM KESUSAHAN//

MENURUT KDM, JIKA ADA PIHAK YANG TIDAK SUKA, KONDISI TERSEBUT BISA SAJA DIMANFAATKAN UNTUK MEMPROVOKASI DAN MEMBENTUK OPINI SEOLAH-OLAH DIRINYA INGIN TAMPIL SEBAGAI SUPERHERO//

KDM MENYINDIR, ADA PIHAK YANG DINILAINYA LEBIH BANYAK BERKOAR-KOAR DAN MENCARI VALIDASI SERTA PANGGUNG, KETIMBANG TURUN LANGSUNG BERBUAT NYATA//

DALAM KESEMPATAN TERSEBUT, KDM JUGA MENYAMPAIKAN PERMOHONAN MAAF KEPADA PRESIDEN DAN KAPOLRI ATAS LANGKAH YANG TELAH DILAKUKANNYA//

IA MENEGASKAN, NIAT UTAMANYA ADALAH KEMANUSIAAN DAN MEMBANTU WARGA YANG TENGAH MEMBUTUHKAN PERTOLONGAN.” Begitu keterangan tertulis dalam unggahan.

Sampai artikel ini ditulis pada Senin (31/8/2026), unggahan tersebut telah mendapatkan 3 tanda suka, 4 komentar, dan 197 kali ditayangkan.

Tirto juga menemukan unggahan serupa pada akun Facebook “Hamdani Harahap” yang menampilkan video serupa terkait klaim KDM meminta maaf karena mendahului presiden kunjungi ke NTT, serta akun Facebook "Iwan Hermawan" yang menampilkan tangkapan layar dari video dalam unggahan yang beredar.

Lantas, benarkah video tersebut menunjukkan Dedi Mulyadi meminta maaf kepada Presiden karena mendahului kunjungan ke NTT?

Periksa Fakta KDM Mohon Maaf

Periksa Fakta KDM Mohon Maaf. foto/Hotline periksa fakta tirto

Penelusuran Fakta

Untuk memeriksa kebenaran fakta, Tirto melakukan pencarian gambar terbalik (reverse image) dengan menggunakan mesin pencarian Google. Hasil penelusuran mengarah pada video identik dalam akun YouTube “KANG DEDI MULYADI CHANEL” dengan judul “TANGIS TEGUH TAK TERBENDUNG | MENYESAL PERNAH BERBOHONG SAAT DIPER1KSA”, video itu dipublikasikan pada 10 Juni 2024.

Pada menit ke 29.12 dalam video tersebut, memperlihatkan Dedi Mulyadi, sambil menangis membahas persoalan kasus Vina Cirebon, bukan kunjungannya ke NTT. Bagian inilah yang dipotong oleh pengunggah dan diberi narasi bahwa KDM meminta maaf karena mendahului Presiden mengunjungi NTT.

Lebih lanjut, dalam akun Facebook resmi “Kang Dedi Mulyadi”, juga mengunggah pernyataan bahwa video yang menyebut KDM meminta maaf sehubungan dengan kunjungannya ke NTT adalah tidak benar.

“Narasi di video ini HOAX - video tersebut adalah video tahun 2024 dan tidak ada hubungannya dengan kunjungan KDM ke NTT,” begitu keterangan tertulis dalam video.

Melansir laman Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Pemerintah Provinsi Jawa Barat memberikan bantuan untuk korban gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT) sebesar Rp4 miliar. Bantuan disampaikan langsung oleh Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi yang datang ke NTT sejak Jumat (21/8/2026).

Dedi Mulyadi tiba di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur, pada Jumat, 21 Agustus 2026 untuk meninjau kondisi masyarakat terdampak gempa sekaligus menyerahkan bantuan dari Jawa Barat.

Bantuan uang tersebut diberikan kepada masyarakat untuk memperbaiki rumah yang rusak akibat gempa. Untuk rumah yang rusak berat, pemilik rumah mendapat bantuan Rp20 juta, rusak sedang Rp10 juta, dan rusak ringan Rp5 juta.

"Warga bisa tenang, rumah rusak bisa segera diperbaiki. Semoga NTT cepat pulih dan bangkit," ujar KDM, sapaan akrab Dedi Mulyadi, Sabtu (22/8/2026).

Dalam laman Presiden RI, Presiden Prabowo Subianto juga menyalurkan bantuan kemasyarakatan sebesar Rp200 miliar untuk mendukung penanganan bencana gempa bumi di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Bantuan sebesar Rp200 miliar tersebut terdiri atas Rp40 miliar untuk Pemerintah Provinsi NTT dan masing-masing Rp20 miliar untuk delapan kabupaten terdampak di Pulau Flores. Delapan kabupaten tersebut yakni Manggarai Barat, Manggarai, Manggarai Timur, Ende, Ngada, Nagekeo, Sikka, dan Flores Timur.

Kementerian Sekretariat Negara RI melaporkan bahwa Presiden Prabowo Subianto tiba di Helipad Batalyon Yonif TP 834/WM, Kabupaten Nagekeo, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Rabu (26/08/2026) untuk meninjau secara langsung kondisi masyarakat terdampak bencana gempa bumi. Kunjungan Presiden ke Nagekeo sekaligus memastikan penanganan dan bantuan pemerintah berjalan dengan baik.

Prabowo memimpin rapat bersama sejumlah pihak untuk menerima laporan langsung terkait perkembangan penanganan pasca bencana dan menyampaikan apresiasi atas seluruh pihak yang telah bekerja keras dalam upaya penanganan bencana ini.

Saya sampaikan penghargaan kepada Saudara-saudara. Sekali lagi Saudara-saudara periksa, cek anak buahmu yang kerja keras, catat. Rakyat kita, anak buahmu semua yang kerja keras, yang kerja benar, yang berkorban. Tadi ada yang menyampaikan, bupati menyampaikan jam 12 malam, gubernur menyampaikan kerja keras itu, ini dicatat,” begitu keterangan Prabowo.

Dengan demikian, video yang beredar, yang mengklaim KDM meminta maaf karena mengunjungi NTT, merupakan video lama yang dipotong, dan disalahgunakan dengan narasi yang salah mengenai kunjungan Dedi Mulyadi ke NTT.

Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelusuran, video yang mengklaim Dedi Mulyadi menangis dan menyampaikan permohonan kepada Presiden, Kapolri, Kapolda, dan Ditreskrimum bersifat salah dan menyesatkan (false and misleading).

Video tersebut merupakan potongan dari video yang dipublikasikan pada Juni 2024 dalam konteks kasus Vina Cirebon, bukan rekaman permintaan maaf karena mendahului Presiden untuk mengunjungi NTT.

Meskipun demikian, kunjungan Dedi Mulyadi ke NTT dan penyaluran bantuan untuk korban gempa memang benar terjadi pada Agustus 2026. Namun, KDM tidak pernah menyampaikan permohonan maaf kepada presiden karena mengunjungi NTT.

==

Bila pembaca memiliki saran, ide, tanggapan, maupun bantahan terhadap klaim Periksa Fakta dan Decode, pembaca dapat mengirimkannya ke email factcheck@tirto.id.

Baca juga artikel terkait DEDI MULYADI atau tulisan lainnya dari Tim Riset Tirto

tirto.id - Periksa Fakta
Penulis: Tim Riset Tirto
Editor: Tim Riset Tirto