tirto.id -
Pada kesempatan tersebut, Gus Ipul membacakan amanat Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN sekaligus membacakan puisi berjudul Keluarga.
Dalam amanat tersebut, Hari Keluarga Nasional dimaknai bukan sekadar peringatan seremonial, melainkan momentum untuk memperkuat peran keluarga sebagai fondasi utama pembangunan bangsa di tengah berbagai tantangan sosial dan perkembangan teknologi.
Gus Ipul menegaskan keluarga menjadi lingkungan pertama yang membentuk karakter anak sekaligus benteng dalam menghadapi perubahan di era yang penuh ketidakpastian. Karena itu, ia mengajak para ayah untuk mengambil peran lebih besar dalam pengasuhan demi menjaga tumbuh kembang dan kesehatan psikologis anak.
Usai membacakan amanat, Gus Ipul membacakan puisi berjudul Keluarga yang menggambarkan makna keluarga sekaligus pentingnya kehadiran negara melalui pelayanan publik yang berpihak kepada masyarakat.
Dalam puisinya, Gus Ipul menegaskan bahwa keluarga tidak hanya dimaknai sebagai hubungan dalam satu rumah, tetapi juga menjadi ruang tumbuh harapan bagi setiap anggota keluarga, termasuk mereka yang hidup dalam keterbatasan.
Ia juga mengingatkan bahwa setiap pelayanan yang diberikan aparatur negara memiliki arti penting bagi masyarakat.
“Maka, bila tangan kita menyalurkan bantuan, ingatlah: mungkin itu yang membuat dapur menyala malam ini,” demikian salah satu penggalan puisi yang dibacakan Gus Ipul.
Puisi tersebut juga menekankan pentingnya akurasi data sosial agar bantuan pemerintah tepat sasaran serta pelayanan yang humanis kepada masyarakat.
“Bila kita membetulkan data, ingatlah: mungkin itu yang membuat seorang anak kembali sekolah,” lanjut penggalan puisi tersebut.
Gus Ipul juga mengajak seluruh jajaran Kementerian Sosial untuk terus menghadirkan pelayanan yang menghormati martabat masyarakat, khususnya kelompok rentan.
“Bila kita melayani dengan ramah, ingatlah: mungkin itu pertama kalinya orang miskin merasa dihormati negara,” ujarnya dalam puisi tersebut.
Rangkaian upacara turut diisi dengan menyanyikan Mars BKKBN sebagai bentuk penghormatan terhadap semangat pembangunan keluarga Indonesia.
Hari Keluarga Nasional diperingati setiap 29 Juni untuk mengenang momen ketika masyarakat Indonesia dapat kembali berkumpul bersama keluarga setelah masa perjuangan mempertahankan kemerdekaan.
Peringatan ini bertujuan memperkuat kesadaran bahwa keluarga memiliki peran penting dalam membentuk generasi yang sehat, tangguh, dan berkualitas melalui pengasuhan, kasih sayang, serta ketahanan keluarga.
(INFO KINI)
Penulis: Tim Media Servis
Masuk tirto.id































