Harapan PA 212 saat Jokowi Pilih Militer Menjadi Menteri Agama

Oleh: Haris Prabowo - 24 Oktober 2019
Dibaca Normal 1 menit
Ketua PA 212 Slamet Maarif meminta agar Fachrul Razi saat menjabat sebagai menteri agama tak mudah curiga kepada umat Islam dan para ulama.
tirto.id - Ketua Presidium Alumni (PA) 212 Slamet Maarif merespons terpilihnya Fachrul Razi sebagai menteri agama Kabinet Indonesia Maju 2019-2024 pemerintahan Jokowi-Ma'ruf. Posisi menteri agama yang biasanya diisi oleh tokoh organisasi keagamaan, kali ini dijabat sosok dari kalangan militer.

Slamet mengaku PA 212 tak mempermasalahkan siapa pun jadi menteri agama asalkan tidak membela penista agama dan melindungi agama sesat. Ia mengatakan bahkan akan melakukan perlawanan bila kebiajakan Fachrul Razi justru melindungi penista agama dan memecah bela ulama.

“Dalam garis perjuangan, kami bukan melihat pribadi, tapi lihat kebijakannya nanti. Jika kebijakannya melindungi penista agama, melindungi aliran sesat, memecah belah ulama, dan menghalangi dakwah islamiyyah, kami pastikan akan lawan secara konstitusional. Kebijakan yang kami kritisi bukan orangnya,” kata dia dihubungi reporter Tirto, Kamis (24/10/2019).

Selain itu, Slamet mengaku memaklumi kekecewaan kalangan Nahdlatul Ulama (NU) yang memprotes pilihan Jokowi menunjuk Fachrul Razi menjadi menteri agama.

Slamet meminta agar Fachrul Razi saat menjabat sebagai menag mendatang tak mudah curiga kepada umat Islam dan ulama-ulama. Sebab, kata dia, umat Islam dan para ulama memiliki saham besar dalam kemerdekaan Indonesia.

"Umat Islam sudah terbukti punya andil besar dalam menjaga NKRI. Jangan dalih memberantas radikalisme justru menumbuhkan gerakan radikal baru karena cara-caranya radikal,” kata Slamet.

Sementara itu, Mantan Wakil Panglima TNI Fachrul Razi tak tahu alasan pasti Presiden Joko Widodo memilihnya menjadi menteri agama. Publik pun bertanya-tanya alasan Jokowi memilih purnawirawan TNI itu sebagai menag.

“Kalau saya menebak-nebak Pak Jokowi, mungkin karena saya suka ibadah dan suka ceramah, tema-nya Islam damai dan toleransi serta persatuan kesatuan," ujar Fachrul di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (23/10/2019).

Menurut Fachrul alasan-alasan tersebut yang bisa saja membuat Jokowi berpikir dirinya bisa membantu pemerintah untuk menangani masalah radikalisme melalui pendekatan agama.

"Kan banyak Islam radikal itu, saya kira karena menafsirkan agamanya itu salah. Nah, mungkin, mungkin Pak Jokowi melihat saya bisa membantu menciptakan suasana damai dan membangun persatuan," ujar dia.

Usai dilantik, Fachrul pun akan langsung mempelajari pendekatan-pendekatan yang akan dilakukannya untuk mencegah radikalisme menyebar luas. Ia pun berjanji akan merangkul semua pihak dan semua agama demi mencegah radikalisme.

"Saya bukan menteri agama Islam, saya Menteri Agama RI yang di dalamnya ada lima agama," ujar Fachrul.


Baca juga artikel terkait KABINET JOKOWI-MARUF atau tulisan menarik lainnya Haris Prabowo
(tirto.id - Politik)

Reporter: Haris Prabowo
Penulis: Haris Prabowo
Editor: Abdul Aziz
DarkLight