tirto.id - Menteri Sosial Saifullah Yusuf meninjau kesiapan lokasi Sekolah Rakyat di lingkungan Lembaga Administrasi Negara (LAN), Jakarta, Minggu (19/4). Kunjungan ini menjadi bagian dari rangkaian evaluasi sarana dan prasarana yang akan digunakan dalam program tersebut.
Dalam peninjauan itu, Saifullah Yusuf didampingi Kepala LAN Muhammad Taufiq, Sekretaris Utama LAN Andi Taufik, serta perwakilan Biro Umum, Kerja Sama, dan Humas. Hadir pula Direktur Jenderal Prasarana Strategis Kementerian Pekerjaan Umum, Bisma Staniarto, yang memberikan masukan teknis terkait kesiapan infrastruktur.
Rombongan menelaah kondisi sejumlah bangunan di kawasan LAN, termasuk blok A, B, dan K yang memiliki karakteristik berbeda. Sebagian ruang telah digunakan untuk pelatihan dasar, sementara ruang lain dinilai berpotensi dialihfungsikan menjadi ruang belajar dan asrama.
Berdasarkan pemaparan awal, kapasitas asrama yang tersedia diperkirakan dapat menampung sekitar 120 orang. Namun, fasilitas tersebut masih memerlukan penyesuaian karena dinilai belum optimal dari sisi luas dan kenyamanan.
Selain asrama, fasilitas pendukung seperti ruang makan, area olahraga, dan ruang terbuka turut menjadi bagian dari evaluasi. Ruang makan yang ada disebut mampu melayani lebih dari 100 orang.
Muhammad Taufiq mengatakan pihaknya siap mendukung pelaksanaan Sekolah Rakyat melalui optimalisasi aset yang tersedia. Ia menyebut lokasi LAN memiliki posisi strategis dan memungkinkan dilakukan penyesuaian melalui renovasi.
“Secara prinsip, fasilitas yang ada bisa dimanfaatkan dan disesuaikan, termasuk melalui renovasi agar memenuhi kebutuhan penyelenggaraan sekolah,” kata Taufiq.
Dalam diskusi, juga muncul kebutuhan penataan ulang terhadap sejumlah area yang saat ini telah ditempati. Pendekatan yang dipertimbangkan menekankan solusi yang manusiawi, termasuk kemungkinan relokasi dengan dukungan kebutuhan dasar. Saifullah Yusuf menegaskan penyesuaian tersebut harus dilakukan secara berkeadilan.
“Kalau memang diperlukan relokasi, kita pastikan dilakukan secara manusiawi, dengan dukungan tempat tinggal sementara dan kebutuhan dasar,” ujarnya.
Ia menambahkan pemerintah tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga pada keberlanjutan hidup masyarakat terdampak. Menurutnya, solusi terbaik perlu diupayakan agar semua pihak tetap terlindungi.
Kementerian Sosial juga akan memperkuat sinergi dengan Kementerian Pekerjaan Umum untuk memastikan kesiapan infrastruktur. Kolaborasi ini mencakup kemungkinan renovasi maupun pembangunan tambahan guna meningkatkan kapasitas dan kelayakan fasilitas.
(INFO KINI)
Penulis: Tim Media Servis
Masuk tirto.id
































