Fujifilm X-H1 Resmi Hadir di Indonesia Dibanderol Mulai Rp27 Juta

Oleh: Hafitz Maulana - 21 Maret 2018
Dibaca Normal 1 menit
Fujifilm XH-1 secara resmi akan rilis di Indonesia pada 23-24 Maret 2018 melalui pembelian eksklusif pre-order di Blibli.com.
tirto.id - Setelah sukses merilis XT-2 dan X-Pro 2 pada tahun 2016, Fujifilm kembali memperkenalkan produk terbarunya, Fujifilm X-H1. Meski pada pertengahan Februari sudah diinformasikan secara global, pernyataan resmi kapan X-H1 hadir di pasar Indonesia baru disampaikan saat acara X-Plore X-H1 & X-A5 pada 16 Maret lalu di Padang, Sumatera Barat.

Fujifilm XH-1 secara resmi akan rilis di Indonesia pada 23-24 Maret 2018 melalui pembelian eksklusif pre-order di Blibli.com. Kamera ini akan dijual seharga Rp27.999.000 untuk Body Only dan Rp 32.499.000 dengan baterai grip VPB-XH1.

Fujifilm X-H1 merupakan kamera unggulan di jajaran mirrorless X Series. Beragam fitur teknologi terbaru Fujifilm disematkan untuk meningkatkan kualitas gambar dalam medium foto ataupun video,” ungkap Anggiawan Pratama selaku Marketing Manager Electronics Imaging Fujifilm Indonesia.

Teknologi terbaru dari kamera flagship X seri ini adalah IBIS, In-Body Image Stabilization. Melalui sistem kerja peredam getaran 5-axis di sensor kamera, para fotografer dan awak media sangat terbantu saat merekam gambar meski dengan handheld dari aksi para joki Pacu Jawi (balapan sapi) di kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat (17/3/18), baik dalam medium foto ataupun video.

Selain itu, performa autofocus X-H1 saat mengunci fokus yang bergerak sangat cepat dan responsif. Terdapat 4 pilihan sistem autofocus di menu kamera sesuai sudut pengambilan gambarnya.

"Sebelumnya banyak yang menganggap kamera Fujifilm belum optimal untuk perekaman video. Namun kali ini keraguan tersebut dapat ditepis lewat kehadiran IBIS di X-H1" tukasnya.

Selain teknologi IBIS, X-H1 ini memang menargetkan pasar videografi lewat kemampuannya merekam video dengan bit rate tinggi mencapai 200Mbps dan DCI 4K (4096 x 2160). Selain itu, hadir pula fitur dynamic range hingga 12 stop, F-Log warna, perekaman slow motion video 1080p/120fps, dan mikrofon internal berkualitas 24 bit/48kHz.

Tak hanya itu, X-H1 juga dipersiapkan sebagai kamera mirrorless yang mumpuni dalam produksi video. Untuk itu nantinya, Fujifilm akan menghadirkan lensa sinematik professional MKX 18-55mm T2.9 dan MKX 50-135mm T2.9 yang dirilis pada Juni mendatang.

Melengkapi fitur sinemanya, X-H1 juga memberikan filter warna dari film seluloid 35mm sinematik, ETERNA yang memang diproduksi Fujifilm untuk produksi film-film layar lebar. Fotografer Tirto pun sempat mencoba filter warna ETERNA yang memiliki karakter lembut untuk memotret matahari terbenam di Pantai Nirwana, Padang.

Karakter tone color yang lembut dari ETERNA dapat dijadikan cara alternatif untuk mereduksi warna-warna yang terlalu pekat serta memperlihatkan detail bayangan agar tidak terlalu kontras.

Matahari Terbenam


Dari sisi sensor kamera, X-H1 masih memakai teknologi X-Processor Pro 24.3 megapixel APS-C X-Trans CMOS III tanpa low-pass filter seperti yang digunakan pendahulunya di tipe X-Pro 2 dan X-T2.

Secara fisik, X-H1 tampil kokoh dibungkus magnesium alloy dengan desain mengadopsi dari kamera mirrorless medium format Fujifilm GFX 50S. Persisnya pada bagian kanan atas tertanam LCD 1,28 inci untuk menampilkan informasi pengaturan kamera.

Selain itu, desain grip yang lebih lebar memudahkan untuk digenggam. Sayangnya, untuk mengatur rana, kita masih harus memutar gelang rana di lensanya. Meskipun di dekat tombol shutter terdapat knop layaknya DSLR, fungsinya hanya untuk mengatur kecepatan shutter speed. Padahal knop shutter speed ini sudah ada di bagian belakang body.

Fujifilm X-H1 memang memiliki performa yang canggih tapi masih belum bisa mengatasi ‘penyakit’ kamera mirrorless pada umumnya yang boros baterai. Baterai X-H1 hanya mampu bertahan untuk memotret sekitar 300 jepretan tanpa baterai grip.

Sementara untuk video tanpa baterai grip, X-H1 hanya mampu merekam tanpa jeda sampai 15 menit dan menggunakan baterai grip sekitar 30 menit.


Baca juga artikel terkait KAMERA DIGITAL atau tulisan menarik lainnya Hafitz Maulana
(tirto.id - Teknologi)

Reporter: Hafitz Maulana
Penulis: Hafitz Maulana
Editor: Yuliana Ratnasari