tirto.id - PT Freeport Indonesia (PTFI) menyalurkan bantuan senilai Rp2,5 miliar untuk masyarakat terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Presiden Direktur PTFI Tony Wenas secara simbolis menyerahkan bantuan tersebut kepada Gubernur NTT Melki Laka Lena di Kantor Pemprov NTT, Kupang, Selasa (01/09/2026).
Tony Wenas didampingi perwakilan karyawan PTFI asal NTT membawa langsung sebagian bantuan seberat 1,5 ton menggunakan pesawat. Bantuan tersebut akan didistribusikan ke Kabupaten Manggarai Barat (Kecamatan Mbeliling), Nagekeo, Manggarai, hingga Manggarai Timur.
"Kami datang dengan niat yang tulus untuk membawa bantuan bagi saudara-saudara kita yang terkena musibah. NTT merupakan tetangga dekat, kekerabatan yang mendorong kami untuk berbuat lebih banyak," kata Tony Wenas.
"Kami berharap bantuan ini dapat meringankan beban saudara saudara kita di NTT, serta langkah ini dapat memicu semangat berbagi dari lebih banyak pihak lain," tambahnya.

Menurut Tony, PTFI merespons bencana gempa NTT sejak fase awal dengan mengerahkan tim tanggap darurat, menyalurkan bantuan, sekaligus menggalang donasi karyawan. Donasi itu kemudian dilipatgandakan dua kali oleh perusahaan sebagai bentuk kolaborasi seluruh insan PTFI dari Timika, Nabire, Gresik, dan Jakarta untuk mendukung pemulihan NTT.
Melalui Human Initiative (HI), PTFI telah menyalurkan 700 paket bantuan berisi bedding kit, personal hygiene kit, dan shelter kit. PTFI pun turut mendukung pembangunan lima hunian sementara (Huntara) dan empat sekolah darurat untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama masa tanggap darurat.
PTFI pun sudah menyalurkan bantuan kemanusiaan ke NTT lewat Palang Merah Indonesia (PMI) berupa 300 paket hygiene kit, 300 paket sembako, 300 shelter kit, dan 300 bedding kit. PTFI juga memfasilitasi pengiriman bantuan dari Dana Kemanusiaan Kompas berupa sekitar 70 boks makanan kaleng dan obat-obatan dengan total berat sekitar 1 ton.
Selain dukungan dari perusahaan, karyawan PTFI di Tembagapura, Kuala Kencana, Nabire, Gresik, dan Jakarta turut menggalang donasi melalui gerakan #PTFIPeduliNTT.
"Gerakan ini menunjukkan bahwa kepedulian terhadap sesama tidak mengenal batas wilayah. Dari Mimika, Nabire, Gresik hingga Jakarta, keluarga besar PTFI bersama-sama menunjukkan semangat gotong royong untuk membantu masyarakat NTT," kata Tony.
Pada fase awal pascabencana, PTFI bergerak mengirimkan tim tanggap darurat Emergency Preparedness & Response (EP&R), dokter, dan paramedis dari Timika ke NTT. Tim tersebut bergabung dengan tim ESDM Siaga Bencana untuk memberikan dukungan kepada warga.
Tim PTFI menyediakan layanan medis beserta dukungan tanggap darurat di sejumlah lokasi terdampak di Flores, seperti Kampung Wae Malang, Haju Wangi, Liang Dalo, Golo Wontong, dan Waso.
"Sejak pertengahan Agustus, PTFI telah mengirimkan enam personel yang terdiri atas tim rescue dan tenaga medis ke NTT. Tim tiba pada 22 Agustus dan bertugas hingga 31 Agustus untuk membantu penyelamatan serta memberikan layanan kesehatan kepada masyarakat terdampak," jelas Tony.
"Selama bertugas, tim medis PTFI telah memberikan layanan kepada hampir 500 pasien. Seluruh kegiatan tersebut dikoordinasikan bersama Kementerian ESDM melalui posko tanggap darurat," lanjutnya.
Sementara itu, Gubernur NTT Melki Laka Lena mengapresiasi dukungan yang diberikan oleh PTFI dalam membantu pemerintah menangani dampak gempa di daerahnya.
"Terima kasih kepada PT Freeport Indonesia. Bantuan ini bukan sekadar angka dan barang, melainkan bukti nyata gotong royong. Kami tidak bisa berjuang sendirian, dukungan dunia usaha, lembaga, dan masyarakat luas sangat dibutuhkan agar pemulihan berjalan lebih cepat," kata Melki.
Dukungan PTFI kepada warga terdampak gempa di NTT merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk hadir dalam situasi bencana sekaligus membantu masyarakat di berbagai wilayah Indonesia.
Langkah itu melanjutkan sejumlah inisiatif PTFI di berbagai kawasan bencana lainnya. Pada Januari 2026, misalnya, PTFI menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi penyintas banjir dan longsor di Sumatera melalui HI dan PMI.
Sebelumnya, PTFI juga mengerahkan tim tanggap darurat untuk mendukung penyelamatan korban runtuhnya bangunan Pondok Pesantren Al-Khoziny di Sidoarjo pada 2025.
PTFI pun sudah menyalurkan bantuan ke warga terdampak banjir, longsor, dan kekeringan di sejumlah wilayah Indonesia.
Melalui berbagai respons itu, PTFI terus memperkuat semangat gotong royong bersama pemerintah, masyarakat, dan mitra kemanusiaan untuk memberikan manfaat nyata bagi warga yang sedang membutuhkan uluran tangan.
(INFO KINI)
Penulis: Tim Media Servis
Masuk tirto.id

































