FFI 2019: Kucumbu Tubuh Indahku Film Terbaik Pemenang Piala Citra

Oleh: Yulaika Ramadhani - 9 Desember 2019
Dibaca Normal 1 menit
Kucumbu Tubuh Indahku (Memories of My Body) menang dalam kategori film cerita panjang terbaik FFI 2019
tirto.id - Film Kucumbu Tubuh Indahku (Memories of My Body) karya Garin Nugroho menang dalam Festival Film Indonesia (FFI), ajang penghargaan tertinggi bagi dunia perfilman Indonesia dalam kategori film cerita panjang terbaik.

FFI 2019 mengumumkan daftar pemenang lengkap pada Minggu (9/12/2019) di Studio Metro TV, Jakarta.

Dalam kategori Film Cerita Panjang Terbaik, Kucumbu Tubuh Indahku (Memories of My Body) menang mengalahkan 4 film lainnya yaitu 27 Steps of May, Bumi Manusia, Dua Garis Biru, dan Keluarga Cemara.

Kucumbu Tubuh Indahku (Memories of My Body) juga membawa Garin Nugroho menang dalam kategori Sutradara Terbaik FFI 2019, mengalahkan Gina S. Noer, Hanung Bramantyo, Ravi L. Bharwani, dan Riri Riza.

Selain itu aktor utama Kucumbu Tubuh Indahku Muhammad Khan juga menang dalam kategori Pemeran Utama Pria Terbaik. Film ini juga memenangkan Kategori Pemeran Pendukung Pria Terbaik yang diraih Whani Dharmawan.

Film Garin Nugroho ini juga dipilih untuk mewakili Indonesia dalam ajang Academy Awards (Piala Oscar) tahun 2020. Film ini mewakili Indonesia untuk kategori Best International Feature Film Award yang sebelumnya bernama Best Foreign Language Film di Oscar 2020.

Selain Oscar, Kucumbu Tubuh Indahku juga telah ditayangkan di beberapa event dan festival film internasional serta mendapatkan beberapa penghargaan, di antaranya ‘Bisato D’oro Award Venice Independent Film Critic (Italia, 2018), Best Film pada Festival Des 3 Continents (Perancis, 2018), dan Cultural Diversity Award under The Patronage of UNESCO pada Asia Pasific Screen Awards (Australia, 2018).

Film Kucumbu Tubuh Indahku (Memories of My Body) bercerita tentang apa?

Sinopsis Kucumbu Tubuh Indahku (Memories of My Body)

film ini mengangkat kisah tentang perjalanan hidup seorang penari di sebuah desa kecil di Jawa.

Juno Kecil, terpaksa harus hidup sendiri sejak ayahnya meninggalkannya akibat kekerasaan yang dialami. Di tengah kesendiriaanya, Juno akhirnya bergabung dengan sanggar tari Lengger.

Trauma dialami Juno pertama kali ketika ia melihat konflik guru tari lengger senior di desanya. Sejak itu, Juno harus hidup berpindah pindah dari satu desa ke desa lain.

Seiring dengan perjalannya menjadi dewasa, Juno mendapat perhatian dan kasih sayang dari guru tarinya, bibinya seorang penjual ayam, pamannya seorang penjahit, seorang petinju, dan seorang Warok.

Semua pengalaman yang dilalui membuat Juno memiliki sebuah perjalanan yang membawanya menemukan keindahan hidup.

Cerita dalam film ini diangkat dari kisah seorang penari dan koreografer bernama Rianto. Ia juga bermain dalam film Kucumbu Tubuh Indahku sebagai Juno Dewasa.

Selain itu, karakter Juno juga diperankan oleh dua aktor lain, yaitu Muhammad Khan sebagai Juno Remaja dan Raditya Evandra sebagai Juno Kecil. Selain kisah hidup Rianto, kisah kelompok-kelompok tari di Jawa juga menjadi inspirasi cerita dalam film ini.

Film ini juga melibatkan beberapa pemain seperti, Sujiwo Tejo (Guru Lengger), Teuku Rifnu Wikana (Bupati), Randy Pangalila (Petinju), Whani Dharmawan (Warok), Endah Laras (Bibi Juno) dan Windarti (Guru Tari). Selain itu, musisi Mondo Gascaro menjadi pengisi soundtrack dan music composer dalam film ini.

Trailer Kucumbu Tubuh Indahku (Memories of My Body)



Baca juga artikel terkait FFI 2019 atau tulisan menarik lainnya Yulaika Ramadhani
(tirto.id - Film)

Penulis: Yulaika Ramadhani
Editor: Agung DH
DarkLight