Menuju konten utama

Fadli Zon Kirim Surat ke ESDM soal Geotermal Gedongsongo

Proyek geotermal dikhawatirkan berisiko merusak situs cagar budaya nasional di sekitar lokasi.

Fadli Zon Kirim Surat ke ESDM soal Geotermal Gedongsongo
Menteri Kebudayaan (Menbud), Fadli Zon saat ditemui di Epicentrum XXI, Karet Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (4/9/2026). (FOTO/Rayfahd Haykal)
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Menteri Kebudayaan (Menbud), Fadli Zon, mengonfirmasi kementeriannya telah mengirimkan surat klarifikasi kepada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) terkait keluhan masyarakat adat atas proyek eksplorasi panas bumi atau geotermal di kawasan Candi Gedongsongo. Proyek tersebut dikhawatirkan berisiko merusak situs cagar budaya nasional di sekitar lokasi.

Fadli juga menjawab pertanyaan wartawan soal keluhan masyarakat adat setempat yang merasa terganggu dengan aktivitas eksplorasi geotermal di kawasan tersebut.

"Ini sudah kami surati untuk kami klarifikasi dulu karena di situ ada situs-situs budaya dan cagar budaya yang sudah menjadi cagar budaya nasional. Jangan sampai eksploitasi dari geotermal merusak situs budaya itu," kata Fadli di sela acara Forum Generasi Indonesia Bertutur yang digelar Tutur Media Digital di Epicentrum XXI, Karet Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (4/9/2026).

Fadli menyampaikan hal tersebut sebagai bagian dari upaya Kementerian Kebudayaan menjaga cagar budaya nasional yang saat ini berjumlah 1.485 titik di seluruh Indonesia.

Dia menyebut kementeriannya berkomitmen merevitalisasi, merawat, mengembangkan, sekaligus memanfaatkan cagar-cagar budaya tersebut demi mendorong ekonomi dan wisata budaya, termasuk sektor UMKM seperti kuliner, wastra, fashion, dan pangan lokal di sekitarnya.

Selain isu geotermal di kawasan Gedongsongo, Fadli turut menyinggung rencana revitalisasi Kampung Sade di Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, pascakebakaran yang terjadi di kawasan tersebut. Dia menyebut Kemenbud tengah menyusun skema penataan kawasan, termasuk pengaturan jarak antarrumah adat, sistem kelistrikan, sanitasi, dan mitigasi bencana kebakaran.

"Ini sedang dirancang, belum selesai. Mudah-mudahan minggu depan kami berkoordinasi dengan Gubernur, Bupati Lombok Tengah, dan juga komunitas masyarakat adat setempat," ujarnya.

Fadli mengatakan, penanganan kedua isu tersebut akan melibatkan koordinasi lintas kementerian dan lembaga, termasuk dengan pemerintah daerah setempat.

Baca juga artikel terkait PROYEK GEOTERMAL atau tulisan lainnya dari Muhammad Rayfahd Haykal

tirto.id - Flash News
Reporter: Muhammad Rayfahd Haykal
Penulis: Muhammad Rayfahd Haykal
Editor: Fadrik Aziz Firdausi