Menuju konten utama

Sri Mulyani Pangkas Prediksi Pertumbuhan Kuartal II 2020 Jadi -4,3%

Angka itu lebih dalam dari prediksi terakhir yakni minus 3,9 persen.

Sri Mulyani Pangkas Prediksi Pertumbuhan Kuartal II 2020 Jadi -4,3%
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memberikan paparan saat rapat kerja bersama Komisi XI DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (29/6/2020). ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/wsj.

tirto.id - Menteri Keuangan Sri Mulyani merevisi lagi prediksi pertumbuhan ekonomi kuartal II atau Q2 2020. Prediksi terbaru kali ini berada di kisaran minus 4,3 persen, lebih dalam dari prediksi terakhir yakni minus 3,9 persen.

“Kami ekspektasikan kuartal II itu kontraksinya saya sampaikan di sini. Minus 3,5-5,1 persen. Titik poin 4,3 persen. Sudah lebih dalam kami sampaikan di minus 3,8 persen,” ucap Sri Mulyani kepada wartawan di DPR RI, Rabu (15/7/2020).

Rentang terbaru yang disampaikan Sri Mulyani itu jauh lebih dalam dari prediksi yang ia sampaikan terakhir, Kamis (9/7/2020). Waktu itu rentangnya berada di angka minus 4,1 persen sampai minus 2,5 persen.

Sebagai antisipasi ke depan, Sri Mulyani memastikan pemerintah akan melakukan mitigasi kontraksi lebih lanjut di kuartal berikutnya. Dengan demikian Indonesia diharapkan bisa terhindar dari resesi ekonomi atau kontraksi selama dua kuartal berturut-turut.

Ia mengatakan berbagai sektor sudah mengalami penurunan cukup dalam. Mulai dari manufaktur, perdagangan, dan transportasi. Belakangan meski pemerintah sudah mengendurkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB), aktivitas masyarakat katanya belum sepenuhnya pulih.

“Oleh karena itu kami berharap di kuartal III kami mengejar. Beberapa data yang kami peroleh sudah menunjukkan adanya titik balik. Namun titik baliknya ini kami ingin akselerasi,” ucap Sri Mulyani.

Detailnya, skenario pertumbuhan ekonomi dengan minus 4,3 persen ini terjadi dengan sumbangan penurunan komponen pengeluaran yang semakin dalam. Konsumsi diprediksi minus 4,1 persen sampai minus 2,5 persen. Konsumsi pemerintah diprediksi minus 5,9 persen sampai minus 2,3 persen.

Estimasi pertumbuhan Pembentuk Modal Tetap Bruto (PMTB) berada di kisaran minus 7,4 persen sampai 5,8 persen. Ekspor diperkirakan minus 24,9 persen sampai minus 23,3 persen. Impor diprediksi tumbuh minus 28,7 persen sampai minus 27,1 persen.

Baca juga artikel terkait PERTUMBUHAN EKONOMI INDONESIA 2020 atau tulisan lainnya dari Vincent Fabian Thomas

tirto.id - Ekonomi
Reporter: Vincent Fabian Thomas
Penulis: Vincent Fabian Thomas
Editor: Gilang Ramadhan