Menuju konten utama

DPR Ingin Tambahan Anggaran BNN Bisa untuk Riset Ganja Medis

BNN mengusulkan penambahan pagu anggaran 2027 senilai Rp5,05 triliun, anggota DPR RI, Hinca Panjaitan meminta dialokasikan ke riset ganja medis.

DPR Ingin Tambahan Anggaran BNN Bisa untuk Riset Ganja Medis
Petugas mengawasi sejumlah pengguna yang tertangkap dalam razia narkoba jenis sabu-sabu di kantor Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kalimantan Timur di Samarinda, Jumat (1/8/2025). ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/nym.
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Badan Narkotika Nasional (BNN) mengajukan penambahan pagu anggaran 2027 sebesar Rp5,05 triliun. Sebelumnya, pagu anggaran BNN pada 2027 adalah sebesar Rp1,44 triliun.

Sekretaris Utama (Sestama) BNN RI, Tantan Sulistyana, mengatakan usulan penambahan anggaran sebesar Rp5,05 triliun itu terdiri dari pinjaman luar negeri sebesar Rp3,54 triliun dan rupiah murni sebesar Rp1,51 triliun.

Menurut Tantan, pagu anggaran 2027 yang sebelumnya dialokasikan untuk BNN masih mengalami kekurangan untuk menunjang sejumlah tugas fungsi lembaganya.

“Berdasarkan kondisi pagu anggaran tersebut, alokasi untuk menunjang tugas fungsi seperti belanja layanan publik terkait rehabilitasi, uji narkotika, layanan asesmen terpadu, dan belanja prioritas nasional, serta belanja prioritas lembaga dan reguler tidak dapat terpenuhi atau sebesar Rp0,” ujar Tantan dalam rapat kerja dengan Komisi III DPR RI di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (1/9/2026).

Dengan keterbatasan tersebut, Tantan mengaku BNN menjadi tidak dapat mendukung pelaksanaan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto serta program kerja prioritas nasional dalam upaya pencegahan dan pemberantasan narkoba lainnya.

Menanggapi usulan kenaikan anggaran tersebut, Anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi Partai Demokrat, Hinca Panjaitan, mengaku setuju tetapi dengan catatan khusus.

Salah satu catatan itu adalah BNN disarankan untuk mengalokasikan anggaran untuk keperluan riset ganja medis.

Menurut Hinca, riset ganja medis itu perlu dilakukan mengingat sudah ada putusan Mahkamah Konsititusi (MK) yang mendorong pelaksanaan riset tersebut.

“Apakah anggaran yang Rp triliun tambahan ini, Pak Sestama, sudah masuk pada amanah dan perintah Mahkamah Konstitusi agar pemerintah termasuk BNN melakukan penelitian [ganja medis]? Udah 3 tahun ini nggak jadi-jadi, mungkin karena nggak ada anggarannya,” ujar Hinca.

Hinca meminta BNN benar-benar mencermati alokasi anggaran untuk riset ganja medis. Apabila belum dianggarkan, ia bahkan meminta BNN untuk menambahkan kembali anggaran 2027, agar riset ganja medis bisa segera dilakukan.

“Saya minta harus masuk dan rapat kerja kita pertama nanti laporkan itu ada hasilnya ganja medis. Karena itu pohon-pohonan ciptaan Tuhan yang kalau di kampung kami ini jagain tumbuhan lainnya,” tuturnya.

Baca juga artikel terkait BADAN NARKOTIKA NASIONAL atau tulisan lainnya dari Naufal Majid

tirto.id - Flash News
Reporter: Naufal Majid
Penulis: Naufal Majid
Editor: Bayu Septianto