Demonstran Minta Maaf Atas Kekacauan di Bandara Hong Kong

Oleh: Anggit Setiani Dayana - 15 Agustus 2019
Dibaca Normal 1 menit
Usai aksi demonstrasi yang melumpuhkan aktivitas di Bandara Internasional Hong Kong pada Selasa (13/8) lalu, para pengunjuk rasa akhirnya meminta maaf atas kejadian tersebut.
tirto.id - Demonstran yang berunjuk rasa di Bandara Hong Kong pada Selasa (13/8) lalu meminta maaf atas kekacauan yang terjadi usai demonstrasi berakhir pada Rabu pagi.

Setelah situasi mereda, beberapa demonstran kembali ke jalan-jalan dan membawa spanduk bertuliskan, "Maaf atas apa yang terjadi kemaren. Kami putus asa. Tolong terima permohonan kami," tulis salah satu plakat yang dibawa salah seorang demonstran.

Aljazeera melansir, aksi unjuk rasa besar-besaran yang membuat sekitar 180 penerbangan dibatalkan pada Senin (12/8/2019).

Ribuan demonstran berpakaian hitam mengepung bandara, hingga keesokan harinya ketika massa semakin memanas, bandara terpaksa membatalkan sekitar 400 penerbangan hari itu.

Situasi di bandara menjadi kacu pada malam hari, hingga polisi menembakkan semprotan merica ke pengunjuk rasa. Sekitar tujuh demonstran ditahan oleh polisi.

Pengunjuk rasa meminta maaf di kemudian hari dan mengatakan bahwa mereka akan kembali berkumpul lagi untuk memperjuangkan keinginan mereka.

Pada Rabu (14/8/2019), terjadi perdebatan di media sosial tentang kapan dan bagaimana mereka meminta maaf ke Bandara Hong Kong yang merupakan bandara tersibuk di Hong Kong tersebut.

Salah satu netizen media sosial LIHKG memberikan ide untuk membagikan permen dan postcard permohonan maaf kepada setiap pelanggan bandara yang perjalanannya tertunda. Postingan tersebut disukai oleh empat ribu orang.

Hong Kong Free Press mengunggah sebuah video demonstrasi Selasa lalu di bandara Hong Kong. Video tersebut menampilkan demonstran meneriaki pengunjung bandara, yang membawa anak kecil, memaksa untuk melewati kerumunan demonstran untuk bisa terbang.

Scene lainnya menunjukkan demonstran berdebat dengan pengunjung dari Cina yang marah karena merasa ia kehilangan uang dan waktu karena penundaan yang terjadi, kemudian seorang demonstran lain melemparkan koin ke arahnya.

Semakin malam, kerumunan demonstran makin menggila dan mengikat petugas polisi yang mnenyamar, serta seorang reporter untuk Global Times. Situasi kacau ini mendorong polisi turun tangan untuk mengamankan situasi.

Demonstran akhirnya bentrok dengan polisi anti huru-hara, The Guardian melansir. Demonstrasi Selasa (14/8) lalu bukanlah pertama kalinya demonstrasi di Hong Kong berujung riuh.

Dalam rangkaian demonstrasi sejak awal Juni lalu, banyak demonstran telah ditangkap, yang saat ini jumlahnya mencapai hampir 600 orang. Demonstran melemparkan batu bata dan barang-barang lainnya ke polisi anti huru-hara, dan seorang petugas terluka karena bom bensin.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Cina, HUa Chunying menyebut bahwa Amerika Serikat menghasut pemrotes untuk berbalik melawan pemerintah lokal dan Cina.

Sementara itu, media Cina Xinhua menyebut aksi unjuk rasa ini merusak masa depan Hong Kong.


Baca juga artikel terkait DEMO HONG KONG atau tulisan menarik lainnya Anggit Setiani Dayana
(tirto.id - Sosial Budaya)


Penulis: Anggit Setiani Dayana
Editor: Yandri Daniel Damaledo
Kontributor: Anggit Setiani Dayana
DarkLight