tirto.id - Jatuhnya pesawat Air India AI171 pada 12 Juni 2025 membuat dunia aviasi berduka. Insiden yang hingga saat ini sudah menewaskan 260 penumpang itu menggunakan pesawat tipe Boeing 787-8 Dreamliner.
Ini bukan kali pertama pesawat Boeing mengalami kecelakaan. Setidaknya ada 12 insiden di luar kecelakaan AI171 yang melibatkan pesawat Boeing, baik insiden di Indonesia maupun luar negeri.
Masih lekat dalam ingatan, bagaimana sedihnya masyarakat Indonesia dengan insiden Lion Air JT610 di tahun 2018 silam. Kecelakaan Lion Air JT610 tersebut menewaskan 189 orang menggunakan pesawat Boeing.
Daftar Kecelakaan Pesawat Boeing dalam 10 Tahun Terakhir dan Penyebabnya
Berikut daftar kecelakaan pesawat Boeing dalam 10 tahun terakhir di luar AI171:
1. Lion Air JT610
Pada 29 Oktober 2018, pesawat Lion Air dengan kode penerbangan JT610 dengan rute Jakarta–Pangkal Pinang mengalami kecelakaan. Pesawat lepas landas sekitar pukul 06.20 WIB dari Bandara Soekarno Hatta dengan membawa 189 orang yang terdiri dari 181 penumpang serta enam awak kabin, dan dua pilot. Pesawat ini jatuh di perairan Laut Jawa.Penyebab kecelakaan adalah software baru yang ada di pesawat Boeing 737 MAX 8 bernama Maneuvering Characteristics Augmentation System (MCAS) menerima data yang salah sehingga pesawat secara otomatis mendorong hidung pesawat ke bawah. Parahnya, Boeing sengaja tidak memberikan pelatihan MCAS ini pada para pilot.
2. Ethiopian Airlines ET302
Pesawat Ethiopian Airlines ET302 dijadwalkan terbang dari International Airport di Addis Ababa, Ethiopia, menuju Jomo Kenyatta International Airport di Nairobi, Kenya pada 10 Maret 2019. Pesawat lepas landas pada pukul 08.38 waktu setempat dan hanya beberapa menit setelahnya, terjadi kecelakaan.Penyebab kecelakaan hampir sama dengan Lion Air JT610, yaitu MCAS. Bedanya, jika pada kasus JT610, pilot tidak mendapat pelatihan mengenai MCAS, pada insiden ET302, pilot telah mendapat pelatihan mengenai hal itu, namun pilot gagal menonaktifkan fitur MCAS.
Adanya kerusakan pada sudut serang membuat MCAS membaca sinyal yang salah yang menyebabkan hidung pesawat menukik ke bawah. ET302 yang merupakan pesawat Boeing 737 MAX 8 jatuh dan menewaskan 149 penumpang dan 8 kru pesawat.
3. Air India Express IX1344
Pesawat Air India Express IX1344 dengan tipe pesawat Boeing 737-800 mengangkut penumpang yang terjebak di Dubai karena COVID-19 untuk kembali ke India pada 7 Agustus 2020.Perjalanan pesawat tidak terkendala apapun sampai kemudian pesawat tiba di bandara Calicut sesuai waktu yang seharusnya dan pesawat mulai landing. Namun, ketika sudah berada di darat, pesawat tidak dapat berhenti dan terus lurus hingga terjun ke jurang.
Penyebab kecelakaan diidentifikasi sebagai kesalahan pilot yang tidak dapat menghentikan pesawat di landasan pacu yang pendek. Dari peristiwa ini, sebanyak 21 orang tewas dan 169 orang selamat.

4. Ukraine International Airlines PS752
Ukraine International Airlines PS752 dengan tipe pesawat Boeing 737-8KV terbang dari Tehran Imam Khomeini International Airport di Iran menuju Boryspil International Airport Ukraina pada 8 Januari 2020. Pesawat yang membawa 167 penumpang dan 9 awak pesawat itu ditembak jatuh oleh militer Iran di tengah konflik dua negara. Semua penumpang dinyatakan tewas.5. China Eastern Airlines MU5735
Pesawat bertipe Boeing 737-89P yang digunakan pada penerbangan China Eastern Airlines MU5735 dengan rute domestik Bandara Internasional Changshui, Kunming, ke Bandara Internasional Baiyun, Guangzhou di China pada 21 Maret 2022 mengalami kecelakaan.Pesawat turun tajam di tengah penerbangan dan menghantam tanah dengan kecepatan tinggi yang menewaskan semua orang yakni 132 penumpang dan awak. Administrasi Penerbangan Sipil China tidak dapat mendeteksi apa yang menjadi penyebab kecelakaan tersebut.
6. Alaska Airlines AS1282
Alaska Airlines AS1282 menggunakan tipe pesawat Boeing 737 MAX 9 pada penerbangan dari Bandara Internasional Portland di Portland, Oregon, ke Bandara Internasional Ontario di Ontario, California 5 Januari 2024.Sekitar enam setengah menit setelah lepas landas, baut pintu yang dipasang pabrik untuk pintu keluar darurat opsional sisi kiri terpisah dari rangka pesawat. Ini menyebabkan dekompresi pesawat yang tidak terkendali hingga penumpang harus memakai masker oksigen selama penerbangan kembali ke Portland.
Meskipun 171 penumpang dan 6 awak selamat, namun beberapa barang milik penumpang terjatuh bahkan ada baju penumpang yang robek.
7. All Nippon Airways NH1182
Pesawat All Nippon Airways (ANA) dengan kode penerbangan NH1182 yang menggunakan pesawat Boeing 737-800 pada 13 Januari 2024 ke Bandara Toyama Jepang, memutuskan untuk kembali ke bandara Sapporo-New Chitose setelah ditemukan retakan pada bagian terluar dari empat lapisan jendela yang mengelilingi kokpit. Sebanyak 59 penumpang dan 6 awak pesawat dilaporkan selamat.8. Atlas Air (Pesawat Kargo)
Pada 18 Januari 2024, Atlas Air, tipe pesawat Boeing 747-8F dengan lima awak melakukan pendaratan darurat di Bandara Internasional Miami (MIA) setelah mengalami kerusakan mesin tak lama setelah lepas landas. Video yang beredar di media sosial memperlihatkan pesawat Atlas Air yang terbakar di sisi sayapnya.9. Delta Airlines DL982
Pesawat Delta Airlines DL982 yang terbang dari Bandara Internasional Hartsfield-Jackson Atlanta, Georgia menuju Bogota, Kolombia pada 20 Januari 2024 terpaksa tidak dapat melanjutkan perjalanannya setelah roda pesawat lepas saat pesawat akan bersiap lepas landas. DL982 menggunakan pesawat dengan tipe Boeing 757-200.10. LATAM Airlines LA800
Pesawat LATAM Airlines LA800 dijadwalkan terbang dari Sydney, Australia menuju Santiago, Chili, dengan transit di Auckland, Selandia Baru pada 11 Maret 2024. Saat penerbangan berada di atas Laut Tasman, pesawat tiba-tiba turun. Para penumpang seperti merasakan gempa di dalam pesawat.Penyebab insiden ini menurut investigasi adalah karena kursi kapten telah bergerak maju tanpa sengaja yang menyebabkan hidung pesawat mengarah ke bawah, yang menonaktifkan autopilot. Pesawat ini bertipe Boeing 787-9.
11. Singapore Airlines SQ321
Singapore Airlines SQ321 pada penerbangan 21 Mei 2024 dari Heathrow Airport, London, menuju Changi Airport, Singapura mengalami turbulensi parah hingga menyebabkan pesawat memutuskan melakukan pendaratan darurat di Bandara Suvarnabhumi, Thailand. Akibat dari turbulensi ini, satu orang penumpang meninggal dunia. SQ321 menggunakan tipe pesawat Boeing 777-312ER.12. Jeju Air 7C2216
Pada 29 Desember 2024, pesawat Boeing 737-800 yang mengangkut 175 penumpang dan 6 awak dari Bangkok menuju Muan International Airport mengalami kecelakaan fatal. Pesawat yang akan mendarat, sebelumnya sudah diberikan peringatan adanya bird strike.Sejurus kemudian, pesawat memberi sinyal "Mayday" dan meminta persetujuan untuk melakukan pendaratan darurat. Namun, pesawat terlihat kesulitan mengeluarkan roda pesawat yang akhirnya mendarat dengan badan pesawat saja.
Naasnya, pesawat yang berhasil landing itu mengalami kecelakaan karena menabrak tembok beton. Sebanyak 179 orang (175 penumpang dan 4 awak) tewas dan 2 orang awak kabin selamat, tapi mengalami trauma berat.
Penulis: Prihatini Wahyuningtyas
Editor: Elisabet Murni P
Masuk tirto.id


































