COVID-19 dan Hal yang Harus Dilakukan Usai Sembuh dari Virus Corona

Oleh: Dewi Adhitya S. Koesno - 24 Agustus 2020
Dibaca Normal 2 menit
COVID-19 dan hal yang harus dilakukan setelah sembuh dari virus Corona.
tirto.id - Sejak kemunculannya pada Desember 2019, pandemi COVID-19 telah menyebabkan 808.676 kematian, dan memengaruhi lebih dari 23.420.418 orang, demikian catatan Johns Hopkins University per Senin (24/8/2020) siang, pukul 12.00 WIB.

Di seluruh dunia, para ilmuwan dan ahli kesehatan bekerja keras untuk memberikan pemahaman yang lebih dalam tentang sifat dari virus korona baru, menginformasikan kepada publik tentang perkembangannya, mutasinya, dan lain-lain. Sehingga menciptakan kesadaran lebih lanjut tentang masalah yang sedang berlangsung.

Seperti dilansir dari Boldsky, COVID-19 dapat menyerang siapa saja, menimbulkan gejala mulai dari yang ringan hingga yang sangat parah, di mana beberapa orang mungkin lebih menderita penyakit parah daripada yang lain karena mereka memiliki karakteristik atau kondisi medis yang meningkatkan risikonya.

Orang-orang dari segala usia dengan kondisi medis tertentu yang mendasari seperti kanker, Chronic Obstructive Pulmonary Disease (COPD) atau penyakit paru kronis, penyakit ginjal kronis, diabetes tipe 2, obesitas, dan lain-lain memiliki risiko yang lebih tinggi.

Cara terbaik untuk melindungi diri sendiri dan membantu mengurangi penyebaran virus yang menyebabkan COVID-19 adalah dengan membatasi interaksi dengan orang lain sebanyak mungkin dan mengambil tindakan pencegahan yang diperlukan seperti menggunakan masker, menjaga jarak sosial, dan kebersihan untuk mencegah tertular virus.

Kebanyakan orang sembuh dari infeksi COVID-19, di mana statistik menunjukkan bahwa tingkat pemulihan lebih tinggi daripada kematian.

Ketika seseorang terkena virus COVID-19, itu mengakibatkan penyakit pernafasan, sehingga paru-paru biasanya terkena lebih dulu.

Gejala awal infeksi virus corona antara lain demam, batuk, dan sesak napas. Namun, kerusakan juga dapat terjadi di bagian tubuh lain, terutama selama penyakitnya serius.

Laporan para ahli kesehatan menunjukkan bahwa sebagian besar orang yang tertular COVID-19 akan sembuh total.

Meskipun rata-rata, seorang pasien COVID-19 biasanya sembuh dalam tiga minggu, penelitian menunjukkan bahwa orang mungkin menderita penyakit ginjal, paru-paru, dan jantung setelah pemulihannya.

Sementara beberapa kemungkinan dampak jangka panjang COVID-19 lainnya, menurut WHO, termasuk kondisi neurologis dan masalah kesehatan mental.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) menyebutkan, orang dengan COVID-19 yang dianggap sembuh ketika:

  • Mereka tidak mengalami demam setidaknya selama 72 jam tanpa obat,
  • Gejala lain membaik, seperti batuk atau sesak napas, dan-
  • Setidaknya tujuh hari telah berlalu sejak gejala pertama kali muncul.


Yang Perlu Dilakukan Usai Sembuh dari Corona


Berikut ini daftar hal atau cara yang dapat dilakukan untuk membantu diri sendiri dalam perjalanan menuju pemulihan COVID-19:

1. Bersikap Santai

Ingatlah untuk memberi diri Anda waktu. Langsung kembali ke rutinitas dan praktik rutin seperti biasanya bukanlah hal baik.

Beri waktu untuk menyesuaikan diri dengan rutinitas lama Anda, lakukan satu per satu selama bertahap.

2. Ingat, Anda Tidak Kebal Terhadap Virus

Seperti yang ditunjukkan penelitian, pada beberapa penyakit, seseorang bisa kebal terhadap infeksi berulang untuk beberapa waktu setelah pemulihan.

Namun, sebuah laporan menyebutkan, tidak demikian halnya dengan COVID-19. Pakar kesehatan menunjukkan bahwa kekebalan COVID-19 kemungkinan besar bersifat sementara. Karena itu, teruskan memakai masker di tempat umum dan tetap jaga jarak sosial.

3. Perhatikan Tanda atau Gejala Infeksi Corona

COVID-19 datang dengan daftar gejala yang panjang, yang paling umum adalah demam, batuk kering, dan sesak napas.

Perhatikan tanda-tanda peringatan seperti sakit kepala yang mengganggu atau bahkan sesak napas, karena ini bisa menjadi indikasi bahwa tubuh kita belum pulih sepenuhnya dan jika gejala masih muncul, segera hubungi dokter.

4. Latihan Memori

WHO menyarankan untuk mencoba teka-teki dan latihan memori lainnya, karena cara ini dapat membantu menyegarkan ingatan secara bertahap.

Habiskan 1 hingga 2 jam setiap hari untuk teka-teki, permainan memori, dan aktivitas lainnya untuk meningkatkan otak Anda. Tidak perlu terburu-buru pula dalam mengerjakannya.

5. Menghemat Energi

Pemulihan dari penyakit apa pun bukanlah hal yang mudah, dan penyakit yang parah, seperti COVID-19 tidak akan cepat waktunya.

Pakar kesehatan menyarankan agar orang yang pernah terinfeksi corona menghemat energi sebanyak mungkin dan menunda tugas yang membutuhkan tenaga fisik.

6. Olahraga Teratur

Dokter mengatakan bahwa individu yang sedang dalam perjalanan menuju pemulihan harus melakukan olahraga ringan seperti berjalan dan posisi.

Meskipun sedang berada di rumah, berjalan kaki dapat meningkatkan pengondisian secara keseluruhan. Selain itu, posisikan punggung Anda saat duduk, artinya, menghabiskan waktu duduk berjam-jam dapat menyebabkan dekondisi dan masalah medis lainnya

Jadi, disarankan untuk duduk tegak sebanyak mungkin sepanjang hari. Selain itu, dapat pula menjadwalkan jalan kaki setiap minggunya, bisa dilakukan dengan cara:

  • Minggu 1: 5 menit, lima kali sehari
  • Minggu 2:10 menit, tiga kali sehari
  • Minggu 3:15 menit, dua kali sehari

7. Jaga Kesehatan Mental

Infeksi virus corona tidak hanya memengaruhi tubuh, tetapi juga kesehatan mental Anda.

Laporan menunjukkan bahwa mereka yang pulih dari COVID-19 mungkin berjuang secara mental dan bahkan mengembangkan tanda dan gejala reaksi stres akut, atau gangguan stres pasca-trauma (PTSD).

Pakar kesehatan mental menyarankan bahwa dalam kasus kecil masalah kesehatan mental, seseorang dapat meningkatkan suasana hati mereka dengan berbagai perilaku yang meningkatkan suasana hati seperti;

  1. Berkomunikasi dengan keluarga dan orang yang dicintai secara teratur (telepon, video call, atau media sosial).
  2. Berlatih meditasi.
  3. Makan makanan yang sehat, melakukan olahraga dan tidur yang nyenyak.
  4. Menghindari kafein dan alkohol.
  5. Hindari paparan cahaya biru (ponsel / laptop) setidaknya selama 1 jam sebelum waktu tidur.


Baca juga artikel terkait SEMBUH DARI CORONA atau tulisan menarik lainnya Dewi Adhitya S. Koesno
(tirto.id - Kesehatan)

Penulis: Dewi Adhitya S. Koesno
Editor: Agung DH
DarkLight