Menuju konten utama

Susunan Acara Pesantren Kilat Ramadhan TK-SD Tidak Menginap

Simak kumpulan contoh susunan acara kegiatan pesantren kilat Ramadhan untuk murid TK dan SD versi tidak menginap.

Susunan Acara Pesantren Kilat Ramadhan TK-SD Tidak Menginap
Ilustrasi pesantren kilat. FOTO/iStockphoto

tirto.id - Bagaimana susunan acara pesantren kilat Ramadhan bagi murid TK dan SD jika siswa tidak menginap? Kegiatan yang digelar tentu butuh dipadatkan. Lantas, apa saja contoh kegiatan pesantren kilat TK dan SD yang tidak hanya memperkuat disiplin, tetapi juga menambah pengetahuan dari segi akidah dan akhlak?

Ramadhan merupakan bulan mulia karena pada bulan tersebut Al-Qur'an diturunkan. Umat Islam pun memanfaatkannya dengan memperbanyak amalan, memperbaiki kualitas ibadah, hingga memohon ampunan.

Setiap muslim dan muslimah juga dianjurkan untuk berlomba-lomba dalam melakukan amal kebaikan di bulan Ramadhan. Pasalnya, setiap amalan selama Ramadhan akan dilipatgandakan pahalanya.

Lembaga pendidikan seperti sekolah juga berperan dalam mendidik para murid sehingga mereka dapat menjalankan ibadah sesuai dengan ketentuan dan syarat. Langkah ini ditempuh salah satunya dengan pendidikan melalui pesantren kilat selama Ramadhan.

Bulan Ramadhan sebagai bulan untuk meraih pahala amal ibadah, sekaligus dimanfaatkan untuk mendalami ilmu agama itu sendiri. Tak lain yakni agar dapat melaksanakan ibadah secara tepat hingga dapat membentuk disiplin dengan membiasakan diri melakukan ibadah-ibadah tertentu.

Pesantren kilat biasanya diselenggarakan pihak sekolah di berbagai jenjang. Di tingkat TK, SD, SMP, hingga SMA, murid-murid mengikuti kegiatan pesantren kilat dengan berbagai acara, baik yang menginap maupun tidak menginap.

Contoh Susunan Acara Pesantren Kilat Ramadhan TK Tidak Menginap 1

Pesantren kilat bagi anak TK yang tidak menginap biasanya diselenggarakan sebagaimana jam masuk sekolah seperti biasa. Durasi kegiatannya pun hanya beberapa jam, tidak melewati batas waktu zuhur.

Kemudian, materi yang diajarkan pun lebih sederhana dari materi di jenjang pendidikan lain. Biasanya, murid TK diajarkan hal-hal dasar, lalu mempraktikkannya.

Tak lupa, selama pelaksanaan pesantren kilat juga para guru menyiapkan game dan lagu-lagu agar para murid tidak bosan. Kemudian, alat peraga juga diperlukan agar anak-anak dapat lebih memahami materi.

Berikut ini contoh susunan acara pesantren kilat Ramadhan untuk jenjang TK versi tidak menginap:

Hari Pertama

  • 07.30–07.45: Kondisioning (baris-berbaris dan doa pagi hari)
  • 07.45–08.00: Pembukaan dan doa atau menyanyi bersama
  • 08.00–09.00: Materi 1 (tata cara wudu)
  • 09.00–09.15: Istirahat & snack time (jika mengajarkan anak-anak untuk berpuasa, snack time bisa diganti dengan kegiatan lain, seperti salat dhuha)
  • 09.15–10.15: Kegiatan praktik (praktik wudu)
  • 10.15–10.30: Penutupan (doa dan pulang)

Hari Kedua

  • 07.30–07.45: Kondisioning (baris-berbaris dan doa pagi hari)
  • 07.45–08.30: Materi 2 (mendongeng kisah Nabi dan akhlak terpuji)
  • 08.30–09.00: Materi 3 (hafalan atau membaca bersama-sama doa keseharian dan surat-surat pendek)
  • 09.00–09.15: Istirahat & snack time (jika mengajarkan anak-anak untuk berpuasa, snack time bisa diganti dengan kegiatan lain, seperti salat dhuha)
  • 09.15–10.15: Kegiatan praktik (praktik akhlak terpuji dengan simulasi atau rekayasa peristiwa, baik secara individu maupun berkelompok)
  • 10.15–10.30: Penutupan (doa dan pulang)

Hari Ketiga

  • 07.30–07.45: Kondisioning (baris-berbaris dan doa pagi hari)
  • 07.45–09.00: Lomba mewarnai kaligrafi
  • 09.00–09.15: Istirahat & snack time (jika mengajarkan anak-anak untuk berpuasa, snack time bisa diganti dengan kegiatan lain, seperti salat dhuha)
  • 09.15–10.00: Membaca doa-doa keseharian dan surat-surat pendek
  • 10.00–10.30: Penutupan (doa dan pulang)

Contoh Susunan Acara Pesantren Kilat Ramadhan TK Tidak Menginap 2

Perlu diingat bahwa materi untuk murid TK lebih sederhana dan pendekatan pembelajarannya dilakukan sambil bermain. Hal ini membutuhkan peran guru dalam menyediakan fasilitas atau alat peraga yang mendukung pemahaman materi.

Selain itu, dalam beberapa praktik, guru juga bisa memerintahkan murid untuk membawa barang tertentu. Misalnya, alat salat, makanan-minuman, dan lainnya.

Berikut ini contoh lain susunan acara pesantren kilat Ramadhan untuk murid TK versi tidak menginap:

Hari Pertama

  • 07.30–07.45: Kondisioning (baris-berbaris dan doa pagi hari)
  • 07.45–08.00: Pembukaan dan doa atau menyanyi bersama
  • 08.00–09.00: Materi 1 (tata cara salat)
  • 09.00–09.15: Istirahat & snack time (jika mengajarkan anak-anak untuk berpuasa, snack time bisa diganti dengan kegiatan lain, seperti salat dhuha)
  • 09.15–10.15: Kegiatan praktik (praktik salat)
  • 10.15–10.30: Penutupan (doa dan pulang)

Hari Kedua

  • 07.30–07.45: Kondisioning (baris-berbaris dan doa pagi hari)
  • 07.45–08.30: Materi 2 (Asmaul Husna dan sifat-sifat Allah)
  • 08.30–09.00: Materi 3 (adab makan)
  • 09.00–09.15: Istirahat
  • 09.15–10.15: Kegiatan praktik (praktik tata cara atau adab makan dengan simulasi atau rekayasa peristiwa, baik secara individu maupun berkelompok)
  • 10.15–10.30: Penutupan (doa dan pulang)

Hari Ketiga

  • 07.30–07.45: Kondisioning (baris-berbaris dan doa pagi hari)
  • 07.45–09.00: Lomba hafalan surat pendek
  • 09.00–09.15: Istirahat & snack time (jika mengajarkan anak-anak untuk berpuasa, snack time bisa diganti dengan kegiatan lain, seperti salat dhuha)
  • 09.15–10.00: Mengenal dan tanya-jawab huruf hijaiyah (diiringi dengan menyanyi)
  • 10.00–10.30: Penutupan (doa, pembagian hadiah, pulang)

Contoh Susunan Acara Pesantren Kilat Ramadhan SD Tidak Menginap 1

Untuk murid SD, durasi pembelajaran tentunya lebih lama dari dari murid TK. Dengan jam masuk normal pada pukul 07.00 pagi, kini saat Ramadhan biasanya beberapa sekolah menerapkan jam masuk pukul 07.30 pagi.

Berikut ini contoh susunan acara pesantren kilat Ramadhan untuk murid SD versi tidak menginap:

  • Hari Pertama
  • 07.30–08.00: Pembukaan, tilawah, membaca doa bersama
  • 08.00–08.30: Membaca doa pagi dan tadarus Al-Qur'an
  • 08.30–09.30: Materi 1 (syarat sah, rukun, dan sunah wudu)
  • 09.30–09.45: Salat duha
  • 09.45–10.00: Istirahat
  • 10.00–11.00: Materi 2 (tayamum)
  • 11.00–11.30: Ice breaking
  • 11.30–12.30: Praktik (tata cara tayamum dengan bedak atau hanya gerakan, lalu praktik wudu; bisa dilakukan di masjid sekolah)
  • 12.30–12.45: Salat zuhur berjamaah
  • 12.45–13.00: Penutup, doa, lalu bersiap pulang

Hari Kedua

  • 07.30–08.00: Membaca doa pagi dan tadarus Al-Qur'an
  • 08.00–08.15: Salat duha
  • 08.15–09.10: Materi 3 (Asmaul Husna)
  • 09.15–09.30: Istirahat
  • 09.30–10.30: Materi 4 (isi dan kandungan surat-surat pendek)
  • 10.30–11.00: Ice Breaking
  • 11.00–12.00: Praktik (hafalan asmaul husna dan surat-surat pendek)
  • 12.00–12.30: Wudu dan persiapan salat berjamaah
  • 12.30–12.45: Penutup, doa, dan pulang

Hari Ketiga

  • 07.30–08.00: Membaca doa pagi dan tadarus Al-Qur'an
  • 08.00–08.15: Salat duha
  • 08.15–09.15: Lomba kultum/azan
  • 09.15–09.30: Istirahat
  • 09.30–10.30: Lomba hafalan surat pendek/hadis
  • 10.30–11.00: Ice Breaking
  • 11.00–12.00: Pembacaan pemenang dan pembagian hadiah
  • 12.00–12.30: Wudu dan persiapan salat berjamaah
  • 12.30–12.45: Penutup, doa, dan pulang

Contoh Susunan Acara Pesantren Kilat Ramadhan SD Tidak Menginap 2

Materi untuk murid SD biasanya masih bersifat praktik sehingga penerapannya perlu diiringi dengan kegiatan praktik. Di sisi lain, perlu adanya agenda ice breaking agar tidak cepat bosan dan lelah.

Di akhir pesantren kilat, sebaiknya ada penilaian dan pengumuman pemenang untuk beberapa praktik dan lomba. Berikut ini contoh susunan acara pesantren kilat Ramadhan untuk murid SD versi tidak menginap:

Hari Pertama

  • 07.30–08.00: Pembukaan, tilawah, membaca doa bersama
  • 08.00–08.30: Membaca doa pagi dan tadarus Al-Qur'an
  • 08.30–09.30: Materi 1 (rukun salat)
  • 09.30–09.45: Salat duha
  • 09.45–10.00: Istirahat
  • 10.00–11.00: Materi 2 (hal-hal yang membatalkan salat)
  • 11.00–11.30: Ice breaking
  • 11.30–12.30: Praktik (tata cara salat; bisa dilakukan secara individu atau berkelompok di kelas ataupun masjid sekolah)
  • 12.30–12.45: Salat zuhur berjamaah
  • 12.45–13.00: Penutup, doa, lalu bersiap pulang

Hari Kedua

  • 07.30–08.00: Membaca doa pagi dan tadarus Al-Qur'an
  • 08.00–08.15: Salat duha
  • 08.15–09.10: Materi 3 (puasa: syarat puasa dan tata cara puasa)
  • 09.15–09.30: Istirahat
  • 09.30–10.30: Materi 4 (hadis keutamaan puasa)
  • 10.30–11.00: Ice Breaking
  • 11.00–12.00: Praktik (hafalan hadis dan/atau surat-surat pendek)
  • 12.00–12.30: Wudu dan persiapan salat berjamaah
  • 12.30–12.45: Penutup, doa, dan pulang

Hari Ketiga

  • 07.30–08.00: Membaca doa pagi dan tadarus Al-Qur'an
  • 08.00–08.15: Salat duha
  • 08.15–09.15: Lomba cerdas-cermat sederhana
  • 09.15–09.30: Istirahat
  • 09.30–10.30: Pentas drama singkat mengenai puasa (kelas 4, 5, dan 6)
  • 10.30–11.00: Ice Breaking
  • 11.00–12.00: Pembacaan pemenang dan pembagian hadiah
  • 12.00–12.30: Wudu dan persiapan salat berjamaah
  • 12.30–12.45: Penutup, doa, dan pulang
Pembaca dapat mengakses artikel sejenis mengenai Ramadhan 2026 melalui tautan berikut ini:

Kumpulan Artikel Ramadhan 2026

Baca juga artikel terkait RAMADHAN 2026 atau tulisan lainnya dari Umu Hana Amini

Kontributor: Umu Hana Amini
Penulis: Umu Hana Amini
Editor: Fitra Firdaus