Contoh Pusat Pertumbuhan Wilayah di Indonesia & Definisi Konsepnya

Penulis: Addi M Idhom - 29 Nov 2021 22:54 WIB
Dibaca Normal 1 menit
Berikut ini contoh pusat pertumbuhan wilayah di Indonesia beserta penjelasan mengenai definisi atau pengertian dari pusat pertumbuhan.
tirto.id - Pengertian pusat pertumbuhan wilayah adalah kawasan dengan pertumbuhan sangat pesat sehingga layak menjadi pusat pembangunan untuk memengaruhi perkembangan daerah-daerah lain di sekitarnya. Pusat pertumbuhan wilayah dibangun agar kawasan di sekitarnya bisa ikut bergerak maju.

Konsep "pusat pertumbuhan" berakar dari gagasan ahli Perencanaan Wilayah asal Perancis, Francois Perroux (1955). Ia merumuskan konsep itu dengan mengambil ide dari Teori Inovasi Schumpeter.

Menurut Perroux, pusat pertumbuhan bisa didefinisikan sebagai kelompok industri yang bisa menggerakkan dinamika pertumbuhan ekonomi dan unsur-unsurnya punya keterkaitan kuat satu sama lain melalui relasi input-output industri unggulan.

Sementara itu, melalui buku Perencanaan Pembangunan Wilayah (2006), Robinson Tarigan memaparkan bahwa ada 2 sudut pandang yang bisa dipakai untuk memahami definisi konsep pusat pertumbuhan.

Secara fungsional, pengertian pusat pertumbuhan adalah kawasan yang menjadi lokasi konsentrasi berbagai kelompok usaha karena memiliki unsur-unsur kedinamisan. Unsur-unsur itu dapat menstimulasi kehidupan ekonomi di dalam maupun luar kawasan.

Dari aspek geografis, definisi pusat pertumbuhan adalah kawasan yang memiliki banyak fasilitas dengan kemudahan akses memadai, sehingga menjadi pusat daya tarik bagi perpindahan penduduk maupun aktivitas berbagai jenis kegiatan usaha.


Dalam studi Geografi Pembangunan, mengutip modul terbitan Kemdikbud [PDF], istilah pusat pertumbuhan atau growth pole bisa diartikan sebagai wilayah yang pertumbuhan pembangunannya sangat pesat, jika dibandingkan dengan wilayah lain, sehingga kawasan itu bisa dijadikan pusat pembangunan yang diharapkan mempengaruhi perkembangan wilayah lain di sekitarnya.


Contoh Pusat Pertumbuhan Wilayah di Indonesia

Perencanaan tata ruang di Indonesia harus memperhatikan wilayah pusat pertumbuhan. Mengutip buku Menata Wilayah Kehidupan yang diterbitkan Kemdikbud (2020), Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) pernah membagi wilayah Indonesia menjadi empat wilayah pembangunan utama, yakni kawasan A, B, C, dan D.

Di setiap kategori wilayah pembangunan utama tersebut, terdapat kota-kota tertentu yang dipilih menjadi pusat pertumbuhan. Artinya, pertumbuhan di kota-kota itu diharapkan bisa menjadi pendorong untuk kemajuan daerah-daerah lain di sekitarnya.

Detail dari pembagian wilayah pusat pertumbuhan di Indonesia tersebut adalah sebagai berikut:

1. Wilayah Pembangunan Utama A

-Kota Pusat Pertumbuhan: Medan

-Pembagian Wilayah Utama 1: Aceh dan Sumatera Utara (pusatnya Medan)

-Pembagian Wilayah Utama 2: Sumatera Barat, Riau, dan Kepulauan Riau (pusatnya Pekanbaru)

2. Wilayah Pembangunan Utama B

-Kota Pusat Pertumbuhan: Jakarta

-Pembagian Wilayah Utama 3: Aceh dan Sumatera Utara (pusatnya Medan)

-Pembagian Wilayah Utama 4: Jambi, Sumatera Selatan, Bengkulu, dan Bangka Belitung (pusatnya Palembang)

-Pembagian Wilayah Utama 5: Lampung, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan DI Yogyakarta (pusatnya Jakarta)

3. Wilayah Pembangunan Utama C

-Kota Pusat Pertumbuhan: Surabaya

-Pembagian Wilayah Utama 6: Jawa Timur dan Bali (pusatnya Surabaya)

-Pembagian Wilayah Utama 7: Kalteng, Kaltim, Kalsel, dan Kaltara (pusatnya Samarinda dan Balikpapan)

4. Wilayah Pembangunan Utama D

-Kota Pusat Pertumbuhan: Makassar

-Pembagian Wilayah Utama 8: NTB, NTT, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara (pusatnya Makassar)

-Pembagian Wilayah Utama 9: Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Gorontalo, Sulawesi Utara (pusatnya Manado)

-Pembagian Wilayah Utama 10: Maluku, Maluku Utara, Papua, Papua Barat (pusatnya Sorong).

Dengan demikian, sejumlah kota yang bisa dianggap sebagai contoh pusat pertumbuhan wilayah di Indonesia adalah:

  • Medan
  • Jakarta
  • Surabaya
  • Makassar.

Baca juga artikel terkait PERTUMBUHAN atau tulisan menarik lainnya Addi M Idhom
(tirto.id - Pendidikan)

Penulis: Addi M Idhom
Editor: Yantina Debora

DarkLight