tirto.id - Chelsea resmi memecat pelatih Liam Rosenior tidak lama setelah kekalahan dari Brighton 3-0, Rabu 22 April 2026. Lantas, siapa saja calon pelatih yang berpotensi menggantikan Rosenior?
Liam Rosenior dipecat Chelsea menyusul rangkaian hasil buruk yang diperoleh The Blues baik di Liga Inggris maupun Liga Champions. Padahal pria berusia 41 tahun itu baru ditunjuk menangani tim pada 8 Januari lalu. Artinya, karier kepelatihan Rosenior di Chelsea hanya bertahan selama 105 hari.
Dalam keterangan resminya, Chelsea menyatakan bahwa rentetan hasil buruk dalam beberapa pertandingan terakhir menjadi sebab pemecatan tersebut. Keputusan yang sangat berani jika dilihat dari sudut pandang finansial karena Rosenior dikontrak Chelsea hingga tahun 2032.
"Chelsea Football Club hari ini berpisah dengan pelatih kepala Liam Rosenior. Atas nama semuanya di Chelsea FC, kami menyampaikan rasa terima kasih kepada Liam dan stafnya atas kerja keras selama berada di klub. Liam selalu bertindak dengan integritas dan profesionalisme tinggi sejak penunjukkannya di tengah musim," demikian pernyataan resmi Chelsea.
"Ini bukan keputusan mudah yang diambil oleh klub, namun hasil dan performa belakangan ini berada di bawah standar yang dibutuhkan dengan masih banyaknya hal yang bisa diperjuangkan musim ini. Semua orang di Chelsea FC berharap Liam sukses di masa depan."
Mengacu pada hasil pertandingan, Chelsea asuhan Rosenior memang sedang terpuruk saat ini. Enzo Fernandez dan kawan-kawan bahkan hanya menang 1 kali dari 8 pertandingan terakhir semua kompetisi.
Satu-satunya kemenangan itu hanya diraih melawan Port Vale di perempat final Piala FA dengan skor 7-0. Port Vale sendiri merupakan tim dari League One atau Divisi 3 Inggris sehingga secara kemampuan memang tidak sebanding dengan Chelsea.
Sedangkan ketika menghadapi tim-tim Liga Inggris dan Liga Champions, Chelsea selalu kalah. Termasuk saat dua kali menyerah dari PSG di perempat final Liga Champions dengan skor 5-2 dan 3-0. Sehingga, Chelsea harus rela tersingkir dengan skor agregat 8-2.
Statistik lain yang lebih mengerikan terjadi dalam 5 pertandingan terakhir Chelsea di Liga Inggris. Tidak hanya selalu kalah, Chelsea bahkan tidak pernah bisa mencetak gol. Di sisi lain, gawang mereka kebobolan 11 gol.
Secara beruntun Chelsea kalah dari Newcastle United 0-1, Everton 3-0, Manchester City 0-3, Manchester United 0-1, dan Brighton 3-0. Tiga kekalahan melawan Newcastle, Man City, dan Man United terjadi di kandang Chelsea yaitu Stadion Stamford Bridge.
Imbasnya, Chelsea saat ini turun ke peringkat 8 dengan 48 poin atau terlempar dari zona Eropa. Padahal sebelum rentetan kekalahan itu Chelsea masih bisa bersaing ketat merebut tiket ke Liga Champions bersama tim-tim seperti Man United, Aston Villa, dan Liverpool.
Jika melihat ke belakang, Rosenior sebenarnya mengawali kariernya sebagai pelatih Chelsea dengan bagus. Faktanya adalah Rosenior bisa membawa Chelsea meraih 6 kemenangan dari 7 pertandingan pertamanya.
Bahkan di antara kemenangan itu ada yang melawan Napoli di Liga Champions dengan skor 2-3 di kandang lawan. Sedangkan satu-satunya kekalahan dalam periode itu didapat dari Arsenal di leg 1 semifinal Carabao Cup 2026 dengan skor 2-3 di Stamford Bridge.
Pemecatan ini artinya secara statistik Rosenior hanya memimpin Chelsea di 23 pertandingan semua kompetisi. Hasilnya, Chelsea meraih 11 kemenangan, 2 imbang, dan 10 kekalahan.
Itu berarti, rasio kemenangan Rosenior bersama Chelsea berada di angka 48 persen. Catatan lainnya, selama dipimpin Rosenior Chelsea mampu mencetak 47 gol dan kebobolan 38 gol.
Kabar pemecatan Rosenior ini sejatinya memang tidak terlalu mengejutkan. Pasalnya Rosenior belum memiliki rekam jejak dan prestasi bagus sebagai seorang pelatih.
Dalam karier kepelatihannya, Rosenior baru memimpin 4 tim. Sebelum Chelsea, Rosenior menjadi pelatih interim di Derby County musim 2022, Hull City 2022-2024, dan melatih Strasbourg di Liga Prancis pada tahun 2024-2026.
Lantas, siapa yang akan menggantikan Rosenior? Manajemen Chelsea sendiri saat ini menunjuk Calum McFarlane sebagai pelatih hingga akhir musim 2025-26. McFarlane juga merupakan sosok yang mendapatkan tugas serupa saat terjadi transisi kepelatihan dari Enzo Maresca ke Rosenior.
Saat itu McFarlane memimpin tim dari 1-8 Januari 2026 dan Chelsea beraksi sebanyak dua kali melawan Man City dan Fulham di Premier League. Hasilnya, Chelsea bisa menahan imbang City 1-1 namun kalah dari Fulham 2-1.
"Calum McFarlane akan memimpin tim sebagai pelatih kepala interim hingga akhir musim dengan didukung staf pelatih yang ada untuk berupaya lolos ke Eropa dan juara FA Cup. Saat klub berupaya menciptakan stabilitas di posisi pelatih kepala, kami akan mengambil proses instropeksi diri untuk membuat penunjukan jangka panjang yang tepat," tutup pernyataan resmi dari klub.
Namun ke depannya, Chelsea tentu akan butuh sosok pelatih kepala yang bisa memberikan prestasi dan bertahan dalam jangka waktu lama. Beberapa nama pelatih masuk dalam calon pelatih anyar Chelsea seperti Frank Lampard, Filipe Luis, dan Cesc Fabregas langsung masuk bursa calon pelatih Chelsea. Kebetulan, ketiganya juga merupakan mantan pemain Chelsea.
Hanya saja saat ini Fabregas masih melatih Como dan Lampard baru saja membawa Coventry City promosi ke Premier League. Sedangkan Filipe Luis sedang menganggur setelah dipecat Flamengo bulan lalu.
Nama lainnya adalah Andoni Iraola yang saat ini menjadi pelatih Bournemouth. Iraola sendiri telah memutuskan pergi dari Bournemouth pada akhir musim ini.
Penulis: Wan Faizal
Editor: Permadi Suntama
Masuk tirto.id
































