tirto.id - PSSI dikabarkan tengah menggodok agenda turnamen pramusim bertajuk Piala Presiden 2026. Namun, jadwal disebut-sebut menjadi kendala sehingga kemungkinan akan ada perubahan format dibandingkan Piala Presiden sebelumnya.
Piala Presiden merupakan turnamen pramusim yang digelar oleh PSSI. Turnamen ini digelar hampir setiap musim sejak tahun 2015 lalu. Arema masih menjadi tim dengan koleksi gelar Piala Presiden terbanyak yakni 4 trofi.
Setelah sukses menggelar Piala Presiden 2025, PSSI tentu bertekad mengulang hal serupa. Apalagi atmosfer Piala Presiden 2025 cukup semarak berkat kehadiran dua tim luar negeri yaitu Port FC (Thailand) dan Oxford United (Inggris).
Hanya saja, Erick Thohir selaku Ketua Umum PSSI menyatakan tantangan yang harus dihadapi dalam penyelenggaraan Piala Presiden 2026. Terutama dari jadwal turnamen yang berpotensi mengalami perubahan.
Pasalnya di tahun 2026 ini ada jadwal Piala Dunia 2026 yang berlangsung pada bulan Juni-Juli. Sebagai informasi, jadwal turnamen Piala Presiden berpeluang digelar pada periode tersebut jika mengacu jadwal tahun lalu pada 6-13 Juli 2025.
Tahun ini jadwal seperti itu tentu bisa berbeda karena tim-tim luar negeri akan menyesuaikan jadwal pramusim mereka karena adanya Piala Dunia. Bisa saja PSSI tetap menggelar Piala Presiden 2026 namun dengan peserta dari dalam negeri.
Selain itu, PSSI juga berpeluang mengubah format turnamen. Tahun lalu PSSI memakai format babak grup lalu dilanjutkan pertandingan perebutan juara 3 dan final.
Kala itu ada Oxford United, Liga Indonesia All-Stars, dan Arema yang menghuni Grup A. Lalu ada Port FC, Dewa United, dan Persib Bandung di Grup B. Kemudian di laga perebutan juara 3 ada laga Liga Indonesia All-Stars vs Dewa United dan final antara Oxford United vs Port FC.
"Belum tahu karena memang kompleksitas tahun ini kan ada kejuaraan Piala Dunia," kata Erick dikutip dari laman Antara.
Erick juga menegaskan bahwa Port dan Oxford sebenarnya juga berminat untuk ikut kembali di turnamen Piala Presiden 2026. Gairah akan kehadiran dua tim tersebut memang cukup besar terutama karena mereka diperkuat pemain Timnas Indonesia. Port punya Asnawi Mangkualam sedangkan Oxford United punya Marselino Ferdinan dan Ole Romeny.
Hanya saja Erick juga mengingatkan bahwa tim-tim lokal sebenarnya punya kualitas mumpuni untuk mengikuti Piala Presiden 2026. Termasuk tim-tim Liga 2 yang beberapa dirasa punya kualitas bagus.
"Mereka (Port dan Oxford) punya keinginan untuk ikut kembali. Tapi kembali lagi kita lihat formulanya dulu, formatnya. Karena memang pembangunan tim nasional sudah terjadi baik di Liga 1, Liga 2 juga klub-klub besar sudah terjadi," tambah Erick.
Turnamen Piala Presiden sendiri terus mengalami penyusutan sejak pertama kali digelar tahun 2015 lalu. Pada mulanya, turnamen ini diikuti oleh 16 tim pada tahun 2015. Persib keluar sebagai juara setelah mengalahkan Sriwijaya 2-0 melalui gol Achmad Jufriyanto dan Makan Konate.
Lalu tahun 2017 ada 20 tim peserta dengan Arema yang keluar sebagai juara. Jumlah peserta yang sama terjadi saat Piala Presiden 2018. Namun kali ini juaranya adalah Persija Jakarta setelah mengalahkan Bali United 3-0.
Arema lantas keluar sebagai juara tahun 2019 ketika turnamen ini diikuti 20 tim. Arema kala itu juara setelah mengalahkan rival abadinya yaitu Persebaya Surabaya di laga final.
Arema kembali menjadi juara tahun 2022 dan 2024. Piala Presiden 2022 sendiri diikuti 18 tim sedangkan tahun 2024 hanya diikuti oleh 8 tim.
Jumlah peserta Piala Presiden paling sedikit terjadi pada tahun 2025 yaitu 6 tim. Namun pada saat itu sejarah tercipta karena untuk pertama kalinya ada tim luar negeri yang menjadi tim peserta.
Daftar Tim Peserta Piala Presiden
Berikut daftar tim peserta Piala Presiden sepanjang sejarah:
2015
- Persib Bandung
- Arema
- Bali United
- Gresik United
- Martapura FC
- Mitra Kukar
- Bhayangkara FC
- Persela Lamongan
- Persiba Balikpapan
- Persija Jakarta
- Persipasi Bandung Raya
- Persita Tangerang
- PSGC Ciamis
- PSM Makassar
- Pusamania Borneo
- Sriwijaya FC
2017
- Arema
- Bali United
- Barito Putera
- Bhayangkara FC
- Madura United
- Mitra Kukar
- Gresik United
- Persela Lamongan
- Perseru Serui
- Persib Bandung
- Persiba Balikpapan
- Persija Jakarta
- Persipura Jayapura
- PS TNI
- PSCS Cilacap
- PSM Makassar
- PSS Sleman
- Pusamania Borneo
- Semen Padang
- Sriwijaya FC
2018
- Persija Jakarta
- Bali United
- Barito Putera
- Bhayangkara FC
- Borneo FC
- Kalteng Putra
- Madura United
- Martapura FC
- Mitra Kukar
- Persebaya Surabaya
- Persela Lamongan
- Perseru Serui
- Persib Bandung
- Persija Jakarta
- PS TNI
- PSIS Semarang
- PSM Makassar
- PSMS Medan
- PSPS Riau
- Sriwijaya FC
2019
- Arema
- Bali United
- Barito Putera
- Bhayangkara FC
- Borneo FC
- Kalteng Putra
- Madura United
- Mitra Kukar
- Persebaya Surabaya
- Persela Lamongan
- Perseru Serui
- Persib Bandung
- Persija Jakarta
- Persipura Jayapura
- Persita Tangerang
- PSIS Semarang
- PSM Makassar
- PSS Sleman
- Semen Padang
- Tira Persikabo
2022
- Arema
- Bali United
- Barito Putera
- Bhayangkara FC
- Borneo FC
- Dewa United
- Madura United
- Persebaya Surabaya
- Persib Bandung
- Persija Jakarta
- Persik Kediri
- Persikabo 1973
- Persis Solo
- Persita Tangerang
- PSIS Semarang
- PSM Makassar
- PSS Sleman
- RANS Nusantara
2024
- Arema
- Bali United
- Borneo FC
- Madura United
- Persib Bandung
- Persija Jakarta
- Persis Solo
- PSM Makassar
2025
- Port FC (Thailand)
- Oxford United (Inggris)
- Arema
- Dewa United
- Liga Indonesia All-Stars
- Persib Bandung
Penulis: Wan Faizal
Editor: Oryza Aditama
Masuk tirto.id

































