Cegah Penurunan Tanah Jakarta, Wagub Janji Sanksi Pemakai Air Tanah

Oleh: Riyan Setiawan - 8 Oktober 2021
Dibaca Normal 1 menit
Wagub DKI Jakarta menyebut masih ada perusahaan, hotel hingga mal memakai air tanah.
tirto.id - Wakil DKI Gubernur Jakarta Riza Patria menyatakan tak segan-segan memberi sanksi kepada perusahaan yang masih menggunakan air tanah untuk kebutuhan operasional.

Sebab, Riza mengaku masih menemukan perusahaan, hotel, apartemen, hingga mal yang menggunakan air tanah.

"Memang ada yang nakal yang masih menggunakan air tanah nanti akan kami berikan sanksi bagi industri, bagi hotel, apartemen, perkantoran, mal, yang menggunakan air bersih dari pompa atau jetpam dari air tanah," kata Riza di Balai Kota DKI, Jakarta Pusat, Jumat (8/10/2021).

Ia tak merinci sanksi apa yang akan diberikan oleh Pemprov DKI Jakarta kepada perusahaan atau gedung-gedung yang masih menggunakan air tanah.

Ketua DPD Jakarta Partai Gerindra itu berjanji dalam beberapa tahun ke depan, tidak ada lagi warga Jakarta yang menggunakan air tanah untuk sumber air baku. Pasalnya, penggunaan air tanah ditengarai menjadi penyebab penurunan muka tanah (land subsidence) di DKI Jakarta.

Menurut sebuah penelitian penurunan tanah di Jakarta bagian utara lebih dari 2 meter sejak 2000. Laju penurunan tanah per tahun di Jakarta sekitar 5 sentimeter. Salah satu penyebabnya adalah eksploitasi air tanah. Di sisi lain, krisis iklim dengan kenaikan air muta laut juga membuat Jakarta dan kota-kota pesisir di Indonesia berisiko tenggelam.

Untuk mencegah penurunan tanah, Riza berharap warga hingga perusahaan mulai beralih menggunakan air bersih dari perusahaan daerah air minum. Saat ini, kata dia, Pemprov DKI Jakarta bersama Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) sedang membangun sumber air baku di Bendungan Jatiluhur 1 dan Karian Serpong untuk dialirkan ke Jakarta.

DKI Jakarta memiliki sumber air bersih dengan sistem perpipaan baru mencapai 63 persen dan akan ditingkatkan hingga 100 persen.

"Harapan kita nanti dalam beberapa tahun ke depan tidak ada lagi masyarakat yang menggunakan air tanah, utamanya gedung-gedung, hotel, mal, perkantoran apartemen ya, yang selama ini kita minta menggunakan PAM," katanya.



Baca juga artikel terkait AIR TANAH atau tulisan menarik lainnya Riyan Setiawan
(tirto.id - Sosial Budaya)

Reporter: Riyan Setiawan
Penulis: Riyan Setiawan
Editor: Zakki Amali
DarkLight