CCTV adalah Kunci Terungkapnya Kasus Brigadir J, kata Komnas HAM

Reporter: Fatimatuz Zahra - 5 Agu 2022 17:28 WIB
Dibaca Normal 1 menit
Keberadaan CCTV krusial bagi Komnas HAM karena keterangan para saksi belum menggambarkan detail peristiwa penembakan di rumah Irjen Ferdy Sambo.
tirto.id - Ketua Komnas HAM Ahmad Taufan Damanik mengatakan kebenaran terkait kondisi CCTV di rumah Irjen Ferdy Sambo merupakan kunci untuk bisa mengungkap kasus penembakan yang menewaskan Brigadir Yosua atau Brigadir J.

"Ini semua tergantung pada CCTV," kata Taufan dalam diskusi daring pada Jumat (5/8/2022).

CCTV ini, menurut Taufan krusial bagi Komnas HAM pasalnya keterangan dari para saksi belum menggambarkan jelas terkait detail peristiwa penembakan tersebut.

"Bharada E ini kan baru keterangan Bharada E sendirian yang kemudian diperkuat oleh keterangan Ricky yang juga berada di lantai bawah. Tetapi Ricky sebenarnya tidak melihat langsung tembak menembak itu, dia katanya melihat Yoshua mengacungkan senjata kemudian ketika ada suara tembakan dia sembunyi. Jadi dia nggak tahu sebenarnya lawan tembaknya Yoshua itu siapa menurut kesaksian dia," ujar Taufan.

Dalam keterangan persnya pada hari Kamis (4/8/2022) Taufan sebelumya telah mengungkap keraguan terhadap kondisi kerusakan CCTV tersebut. Pasalnya ia menerima sejumlah keterangan yang berubah-ubah terkait kerusakan CCTV tersebut.

"Saya nggak mudah memahami pertama dia bilang disambar petir, sekarang dia bilang apa lagi gitu. Saya mau tahu kenapa rusak. Kalau rusak, kerusakan apa? Alami kah rusaknya atau rusak karena ada orang berbuat rusak. Kan lain lagi," katanya.

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo sebelumnya menyatakan tim khusus Bareskrim telah mengetahui polisi yang diduga terlibat dalam penyitaan kamera pengawas di sekitar rumah dinas Irjen Pol Ferdy Sambo.

“Hal itu sudah kami dapatkan. Siapa yang melakukan (sita kamera pengawas), siapa yang mengambil, siapa yang menyimpan. Semuanya nanti akan kami buka saat proses tuntas,” ujar Sigit, di Mabes Polri, Kamis, 4 Agustus 2022.


Baca juga artikel terkait KASUS BRIGADIR J atau tulisan menarik lainnya Fatimatuz Zahra
(tirto.id - Hukum)

Reporter: Fatimatuz Zahra
Penulis: Fatimatuz Zahra
Editor: Bayu Septianto

DarkLight