Menuju konten utama

Cak Imin & Gus Ipul Resmikan Graduasi Penerima Bansos di Jakarta

Gus Ipul dan Cak Imin menggraduasi 133 KPM bansos. Graduasi ini menegaskan perubahan paradigma pengentasan kemiskinan menjadi pendekatan pemberdayaan.

Cak Imin & Gus Ipul Resmikan Graduasi Penerima Bansos di Jakarta
Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar bersama Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) saat menghadiri acara graduasi Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) dan Sembako di Aula Pusat Pendidikan, Pelatihan, dan Pengembangan Profesi (Pusdiklatbangprof) Kemensos RI, Jakarta, Senin (8/12/2025). FOTO/dok.Kemensos
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Sejumlah Keluarga Penerima Manfaat (KPM) bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) dan Sembako secara resmi digraduasi melalui seremoni di Aula Pusat Pendidikan, Pelatihan, dan Pengembangan Profesi (Pusdiklatbangprof) Kemensos RI, Jakarta, pada Senin (8/12/2025).

Graduasi para penerima bantuan sosial (bansos) itu diresmikan oleh Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar, bersama Menteri Sosial, Saifullah Yusuf (Gus Ipul), dan Wamensos Agus Jabo Priyono.

Dalam pernyataan resminya, Gus Ipul mengungkapkan bahwa acara tersebut adalah bagian dari implementasi Asta Cita Presiden Prabowo Subianto.

"Tugas kami para Menteri ini adalah membantu presiden untuk mengeksekusi Asta Cita Bapak Presiden. Untuk memahami gaya kebijakan Presiden inilah kira-kira sederhananya jadi yang atas dijaga, yang tengah difasilitasi, yang bawah dibela," kata Gus Ipul.

Gus Ipul tiba di lokasi acara itu sekitar pukul 13.37 WIB dan disambut penampilan siswa Sekolah Rakyat Menengah Atas 10 Jakarta Selatan. Mereka bergantian menampilkan tarian nusantara, pencak silat, paduan suara, hingga pidato dalam tiga bahasa (Arab, Inggris, dan Mandarin).

Dalam acara bertema "Berani Graduasi: Siap Mewujudkan Generasi Indonesia Emas" tersebut, Gus Ipul mengatakan bahwa presiden mendorong KPM memiliki tekad untuk naik kelas guna meningkatkan kesejahteraannya dan tidak tergantung pada bantuan sosial.

Oleh karena itu, Presiden membentuk Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat yang berfokus pada koordinasi, sinkronisasi, dan perumusan kebijakan terkait pemberdayaan masyarakat.

"Kemenko Pemberdayaan Masyarakat ini sebenarnya bagian dari yang bawah ini, membela yang di bawah, mengafirmasi yang di bawah. Dan Bapak-Ibu sekalian, tentu ini adalah kerja besar, yang harus kita kerjakan secara bersama-sama, tidak hanya oleh pemerintah, tapi juga semangat penerima manfaat," ujar dia.

Gus Ipul menambahkan, penentuan penerima bansos kini merujuk Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) yang berbasis data digital berisi informasi sosial, ekonomi, dan demografi seluruh penduduk Indonesia. Data penduduk itu kemudian disusun berdasarkan pemeringkatan desil 1 hingga 10 untuk menggambarkan tingkat kesejahteraan warga.

"Data itu sudah memberikan perangkingan, yang mengelola BPS, dari desil 1 sampai desil 10. Yang diberi bantuan itu adalah desil 1 sampai 4, setelah desil 4 naik jadi graduasi. Nanti programnya program pemberdayaan, yang lebih besar daripada hanya menerima Bansos," jelas Gus Ipul.

Pada momen yang sama, Gus Ipul secara simbolis menggraduasi 133 KPM dengan toga. Ia memanggi KPM satu per satu ke atas panggung, dan menyampirkan tali toga dari kiri ke kanan sebagai tanda graduasi.

Sementara itu, Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar (Cak Imin) mengatakan, Presiden sudah memberi mandat untuk menghadirkan inovasi dalam percepatan pengentasan kemiskinan dengan mengubah pendekatan jadi pemberdayaan.

"Terobosan-terobosan itu banyak sekali, mulai dari Sekolah Rakyat, Koperasi Desa, program-program bantuan langsung tunai sementara. Juga perubahan-perubahan cara membangun sebuah bangsa, perubahan-perubahan ini adalah bagian dari percepatan sekaligus arah baru, strategi baru di dalam membangun bangsa kita," kata Cak Imin.

Dia menegaskan, pembangunan harus tepat sasaran dan memberi dampak nyata. Tujuan pembangunan nasional adalah mewujudkan keadilan dan kesejahteraan. Adapun wujudnya adalah kemandirian dan keberdayaan masyarakat.

"Sehingga menjadi individu-individu yang terus meningkatkan produktivitasnya menjadi warga bangsa yang kuat dan mandiri. Karena itu saya sangat senang dengan slogan 'Bansos Sementara, Berdaya Selamanya," ujar Cak Imin.

Acara ini turut dihadiri Ketua Komisi VIII DPR RI Marwan Dasopang, Anggota Komisi VIII DPR RI Erwin Aksa, Anggota Komisi VI DPR RI Ida Fauziyah, Plt. Direktur Utama PT. Pos Indonesia Haris, serta sejumlah pemangku kepentingan lainnya.

(INFO KINI)

Penulis: Tim Media Servis