Menuju konten utama

Buntut Aksi Massa di LBH Jakarta, 5 Polisi Dilarikan ke RS

Aksi massa yang berdemo di gedung LBH Jakarta semalam (17/9) tak hanya menyebabkan korban masyarakat umum, tapi juga aparat kepolisian.

Buntut Aksi Massa di LBH Jakarta, 5 Polisi Dilarikan ke RS
Polisi menembakkan gas air mata untuk membubarkan massa yang berada di depan Gedung LBH, Jakarta, Senin (18/09/2017). tirto.id/Andrey Gromico

tirto.id -

Beberapa anggota kepolisian Polda Metro Jaya mengalami luka-luka akibat saat kericuhan terjadi di depan gedung Lembaga Bantuan Hukum Jakarta, di Jalan Diponegoro, Menteng, Jakarta Pusat.

Kapolda Metro Jaya Irjen Idham Aziz menyebut, ada sekitar 5 orang anggotanya yang mengalami bocor di bagian kepala akibat terkena lemparan batu. "Sekarang sudah dirawat sementara di beberapa rumah sakit," ungkapnya dalam konferensi pers di Menteng, Jakarta Pusat, Senin (18/9/2017).

Suasana di depan gedung LBH hingga pukul 04.00 dini hari (18/9) telah kondusif setelah polisi membubarkan massa dengan water canon dan tembakan gas air mata. Ia mengatakan, ada seribu lebih pasukan gabungan yang diturunkan untuk mensterilkan lokasi di sepanjang jalan Diponegoro.

Kericuhan di depan gedung LBH mulai terjadi sekitar pukul 01.30 WIB setelah polisi menahan beberapa orang yang berusaha melompati pagar LBH. Padahal, kata Idham, sebelumnya polisi telah memberikan penjelasan kepada para perwakilan massa aksi bahwa tidak ada kegiatan Partai Komunis Indonesia di gedung LBH seperti yang mereka tuduhkan.

"Kami bertemu dengan tokoh-tokohnya, mereka semua bisa memahami. Namun setelah mereka kembali, ada sebagian dari orang-orang ini yang memprovokasi tetap berusaha untuk merangsek masuk ke dalam kantor YLBHI," ujarnya.

Tidak terima dengan perlakuan polisi, massa pun mulai beradu dorong dan sebagainya mulai melempar beberapa batu dan botol bekas ke arah polisi. Setelah gas air mata ditembakkan, konsentrasi massa yang sebelumnya berada di depan gedung LBH pecah.

Ada yang menyingkir ke arah Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) dan sebagian besar lainnya berlari ke depan Gedung Metropol XXI dan persimpangan jalan Pegangsaan Timur, Jalan Proklamasi dan Jalan Penataran.

Kericuhan terus terjadi hingga pukul 02.00 WIB. Saat ini, polisi masih melakukan penyisiran di beberapa lokasi dan mengevakuasi orang-orang yang sebelumnya berada di dalam gedung LBH Jakarta.

Baca juga artikel terkait PEMBUBARAN SEMINAR 1965 atau tulisan lainnya dari Suhendra

tirto.id - Sosial budaya
Reporter: Suhendra
Penulis: Suhendra
Editor: Suhendra