Menuju konten utama

BPS Ungkap Strategi Agar Pertumbuhan Ekonomi 2018 Penuhi Target

Suhariyanto mengingatkan perlunya perhatian pada harga tiket transportasi yang biasanya melonjak jelang akhir tahun.

BPS Ungkap Strategi Agar Pertumbuhan Ekonomi 2018 Penuhi Target
Kepala BPS, Suhariyanto. ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari

tirto.id - Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto mengungkapkan sejumlah aspek yang perlu diperhatikan untuk mencapai pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun ini. Menurut dia, pemerintah perlu hati-hati dalam mengendalikan inflasi sampai dengan Desember 2018. Apabila inflasi mengalami kenaikan, kata dia, maka konsumsi rumah tangga bisa berpotensi mengalami penurunan.

“Karena inflasi itu pembagi untuk menghitung pertumbuhan ekonomi, jadi kita harus mengupayakan agar inflasi sampai dengan Oktober [2018] kemarin bisa terjaga sampai Desember [2018]. Kalau harga stabil, inflasi rendah, daya beli masyarakat akan naik,” jelas Suhariyanto di kantornya, Jakarta pada Senin (5/11/2018).

Untuk menjaga inflasi tersebut, Suhariyanto mengingatkan perlunya perhatian pada harga tiket transportasi yang biasanya melonjak jelang akhir tahun. Inflasi yang timbul dari situ biasanya dipengaruhi jumlah permintaan yang meningkat, mengingat orang memilih bepergian pada periode waktu tersebut.

Suhariyanto mengatakan bahwa terdorongnya inflasi oleh harga tiket transportasi mengacu pada pengalaman tahun-tahun sebelumnya. Oleh karena permintaannya yang melonjak, biasanya juga akan ada perubahan harga yang menyesuaikan dengan itu.

“Lalu untuk konsumsi pemerintah pada Triwulan IV 2018, saya pikir akan bagus karena biasanya akan digenjot sekali. Jadi saya harap konsumsi pemerintah masih bagus,” ungkap Suhariyanto.

Tak hanya mengharapkan konsumsi pemerintah saja yang bisa terealisasi dengan baik, Suhariyanto juga mengimbau agar konsumsi rumah tangga dan investasi juga semakin baik pada Triwulan IV 2018. Kendati demikian, Suhariyanto berharap adanya hasil dari sejumlah upaya yang ditempuh pemerintah dalam meningkatkan laju ekspor.

“Supaya kita enggak defisit, kunci utamanya adalah meningkatkan ekspor. Pemerintah sudah buat langkah-langkah pengendalian impor, serta memacu ekspor dengan meningkatkan industri dan membuka pasar di negara lain. Kalau itu berjalan, kami harap pertumbuhan ekonomi masih bagus,” jelas Suhariyanto.

BPS sendiri telah mengumumkan pertumbuhan ekonomi pada Triwulan III 2018 hari ini, Senin (5/11/2018). Secara year-on-year, perekonomian Indonesia tumbuh 5,17 persen, sedangkan apabila dilihat secara quarter-to-quarter, peningkatannya sebesar 3,09 persen. Target pertumbuhan ekonomi yang dipatok pemerintah untuk tahun ini sebagaimana tertuang dalam APBN 2018 ialah sebesar 5,4 persen.

Baca juga artikel terkait PERTUMBUHAN EKONOMI INDONESIA atau tulisan lainnya dari Damianus Andreas

tirto.id - Ekonomi
Reporter: Damianus Andreas
Penulis: Damianus Andreas
Editor: Alexander Haryanto