BPS: 7 Juta Orang Indonesia Menganggur, Paling Banyak Lulusan SMK

Oleh: Damianus Andreas - 5 November 2018
Suhariyanto menyebutkan bahwa pengangguran paling banyak merupakan lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).
tirto.id - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah pengangguran di Indonesia per Agustus 2018 mencapai 7 juta orang. Angka tersebut setara dengan 5,34 persen dari jumlah angkatan kerja di Indonesia yang tercatat sebesar 131,01 juta orang. Dengan demikian, mereka yang bekerja ada sebanyak 124,01 juta orang.

Dari jumlah orang yang bekerja itu, 88,43 juta orang di antaranya merupakan pekerja penuh, 27,37 juta orang tergolong pekerja paruh waktu, dan 8,21 juta orang lagi merupakan setengah pengangguran.

“Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) ini adalah indikator yang dapat digunakan untuk mengukur tingkat penawaran tenaga kerja yang tidak digunakan, atau tidak terserap oleh pasar kerja,” kata Kepala BPS Suhariyanto saat jumpa pers di kantornya, Jakarta pada Senin (5/11/2018).

Lebih lanjut, Suhariyanto menyebutkan bahwa pengangguran paling banyak merupakan lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).

Dibandingkan tingkat pendidikan lainnya, pengangguran dari SMK pada Agustus 2018 tercatat sebesar 11,24 persen. Angka tersebut meningkat dari data yang dihimpun BPS pada Februari 2018 lalu, yang sebesar 8,92 persen. Kendati demikian, secara year-on-year ada penurunan tipis dari 11,41 persen.

Selanjutnya pengangguran banyak dialami oleh lulusan Sekolah Menengah Atas (SMA), dengan persentase sebesar 7,95 persen. “Ada penawaran tenaga kerja yang tidak terserap, terutama pada tingkat pendidikan SMK dan SMA,” ucap Suhariyanto.

Sementara itu, masih menurut BPS, mereka yang berpendidikan di bawah SMK dan SMA lebih mau menerima pekerjaan apa saja. Analisis tersebut bisa dilihat dari jumlah pengangguran lulusan SD yang hanya 2,43 persen, sedangkan untuk lulusan SMP yang menganggur ada sebanyak 4,8 persen.

“Dibandingkan kondisi setahun lalu, peningkatan pengangguran hanya terjadi pada tingkat pendidikan universitas [dari 5,18 persen menjadi 5,89 persen secara year-on-year]. Sedangkan tingkat pengangguran terbuka pada tingkat pendidikan lainnya menurun,” jelas Suhariyanto.


Baca juga artikel terkait ANGKA PENGANGGURAN atau tulisan menarik lainnya Damianus Andreas
(tirto.id - Sosial Budaya)

Reporter: Damianus Andreas
Penulis: Damianus Andreas
Editor: Maya Saputri
DarkLight