Menuju konten utama

BI Yakin Mata Uang Garuda Akan Kembali Menguat di 2024

Rupiah akan mengalami penguatan seiring meredanya ketidakpastian global dan melemahnya dolar AS.

BI Yakin Mata Uang Garuda Akan Kembali Menguat di 2024
Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo bersiap menyampaikan hasil Rapat Dewan Gubernur BI di Kantor BI, Jakarta, Kamis (21/12/2023). ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/Spt.

tirto.id - Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo memperkirakan nilai tukar rupiah pada 2024 akan mengalami tren penguatan seiring dengan meredanya kondisi ketidakpastian global. Saat ini, nilai tukar rupiah menurut dia memang dalam kondisi naik turun, namun terproyeksi masih stabil.

“Kami perkirakaan bahwa nilai tukar rupiah meski dalam jangka pendek naik turun naik turun, tetap stabil, tapi trennya akan menguat,” kata Perry dalam konferensi pers Pengumuman Hasil RDG Januari 2024, Jakarta, Rabu (17/1/2024).

Fundamental perekonomian di Tanah Air, menurut Perry, menunjukkan tren yang masih baik. Oleh karena itu, basis tersebut mendukung penguatan nilai tukar. Dia pun menegaskan, BI akan menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dalam jangka pendek.

“Kebijakan BI lebih melihat tren menguat, tentu kami akan jaga stabilitas dalam jangka pendek, dari sisi fundamental semuanya mendukung penguatan nilai tukar rupiah,” kata dia.

Sementara itu, faktor pendorong penguatan nilai tukar rupiah juga terlihat dari penguatan dolar Amerika Serikat (AS) yang mulai berhenti. Bahkan, dalam catatan Perry, dia melihat kecenderungan dolar AS melemah.

“Penguatan dolar terhadap rupiah mulai berhenti, bahkan ada kecenderungan melemah, ini dolar AS ya, memang karena masih ada ketidakpastian timing dan magnitude, waktu dan besarnya Fed Fund Rate makanya pasar kadang on kadang off,” ucap Perry.

Untuk diketahui, kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada Rabu (17/1/2024) mencatatkan rupiah kembali melemah ke posisi Rp15.639,00 dibandingkan posisi hari sebelumnya Rp15.592,00.

Sementara itu, catatan pada 2023 pernah menempatkan pelemahan rupiah ke posisi Rp15.943 per dolar AS atau nyaris Rp16 ribu per dolar AS pada perdagangan hari Senin (23/10/2023).

Lebih lanjut, sama halnya dengan Perry, beberapa pengamat optimis mata uang Garuda mampu kembali menunjukkan keperkasaannya.

Direktur PT Laba Forexindo Berjangka, Ibrahim Assuaibi memperkirakan, rupiah bisa kembali berada di bawah Rp15.000 pada 2024. Selain punya modal baik dari penguatan di akhir 2023, dinamika politik di Indonesia juga menjadi penopang rupiah untuk kembali perkasa.

“Kalau saya targetkan kemungkinan di Rp14.500-an. Itu kemungkinan besar ya karena bersama dengan tahun politik,” ujar dia.

Sementara itu, Kepala Ekonom Bank Permata, Josua Pardede memproyeksikan, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS akan cenderung terapresiasi ke kisaran Rp15.100 – Rp15.300 pada 2024, atau menguat dari proyeksi di penutupan tahun 2023 yang sebesar Rp15.300 – Rp15.500.

Kondisi di atas, didukung dengan prospek ekonomi Indonesia yang oleh banyak institusi internasional diproyeksi positif. Ekonomi Indonesia diprediksi mampu tetap tumbuh tangguh di kisaran 5 persen pada 2024 di saat ekonomi dunia diproyeksi mengalami perlambatan.

Baca juga artikel terkait FLASH NEWS atau tulisan lainnya dari Faesal Mubarok

tirto.id - Flash news
Reporter: Faesal Mubarok
Penulis: Faesal Mubarok
Editor: Dwi Ayuningtyas