Menuju konten utama

BI akan Sesuaikan Suku Bunga Acuan Bila Inflasi Inti Terkerek Naik

BI akan menyesuaikan suku bunga acuan ketika kondisi inflasi inti dalam negeri terkerek naik.

BI akan Sesuaikan Suku Bunga Acuan Bila Inflasi Inti Terkerek Naik
Layar memampilkan logo Bank Indonesia (BI) di Jakarta, Kamis (17/6/2021). ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/hp.

tirto.id - Bank Indonesia (BI) mengambil ancang-ancang untuk menyesuaikan suku bunga acuan BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) pada tahun ini. Penyesuaian bakal diambil ketika kondisi inflasi inti dalam negeri terkerek naik.

“Kita harus menyesuaikan kebijakan kita dari suku bunga apabila memang terdapat tanda-tanda untuk kenaikan inflasi inti tersebut,” kata Deputi Gubernur Bank Indonesia, Dody Budi Waluyo, dalam RDG BI, ditulis Jumat (24/6/2022).

Berdadarkan survei BI pada pekan kedua Juni 2022, inflasi telah berada di level 4,05 persen hingga 4,1 persen. Meski begitu, inflasi inti sendiri masih tergolong cukup rendah meski ada potensi kenaikan di bulan ini. Di mana inflasi inti yang jadi gambaran sisi demand, pada Mei 2022 tercatat 2,58 persen.

Dodi mengatakan, inflasi inti pada Juni diproyeksi akan berada di bawah nilai tengah kisaran target inflasi 2-4 persen. Menurutnya, BI masih melihat ada ruang untuk mengamati tingkat inflasi dari sisi pengaruh dampak inflasi pangan, energi pada ekspektasi inflasi.

“Kita lakukan langkah untuk menjaga kepercayaan masyarakat untuk menyasar target inflasi tahun ini, BI juga siap kalau harus menyesuaikan kebijakan dan stance di suku bunga kalau menilai ada peningkatan pada inflasi inti," katanya.

Bank sentral memproyeksikan peningkatan inflasi akan terus berlanjut dengan penyebab utama adalah dorongan sisi global. Inflasi Mei 2022 tercatat 3,55 persen (yoy), sudah naik dari bulan sebelumnya yakni 3,47 persen.

Sebelumnya bank sentral kembali mempertahankan suku bunga acuan BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) sebesar 3,50 persen. Keputusan ini sejalan dengan perlunya menjaga stabilitas nilai tukar dan terkendalinya inflasi. Serta upaya untuk tetap mendorong pertumbuhan ekonomi.

“Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia pada 22 dan 23 Juni 2022 memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan tetap sebesar 3,50 persen," ujar Gubernur Bani Indonesia, Perry Warjiyo dalam konferensi pada Kamis (24/6/2022).

Selain itu, bank sentral juga menahan suku bunga deposit facility sebesar 2,75 persen dan suku bunga lending facility sebesar 4,25 persen.

Baca juga artikel terkait SUKU BUNGA ACUAN atau tulisan lainnya dari Dwi Aditya Putra

tirto.id - Ekonomi
Reporter: Dwi Aditya Putra
Penulis: Dwi Aditya Putra
Editor: Abdul Aziz