Berita Gunung Merapi: 47 Kali Gempa Guguran dan Status Masih Siaga

Oleh: Alexander Haryanto - 5 Oktober 2021
Dibaca Normal 1 menit
Gunung Merapi hari ini mengalami 47 kali gempa guguran dengan amplitudo 3-30 mm dan lama gempa 23-138 detik.
tirto.id - Situasi Gunung Merapi hari ini, Selasa, 5 Oktober 2021 berdasarkan pengamatan pukul 06.00-12.00 WIB, mengalami 47 kali gempa guguran, 1 kali gempa hembusan dan 23 kali gempa hybrid/fase banyak. Sampai saat ini, status Merapi masih dinyatakan Siaga Level 3.

Seperti dilaporkan laman magma.esdm.go.id, berdasarkan pengamatan visual, gunung api terlihat jelas hingga tertutup Kabut 0-III. Asap kawah tidak teramati. Cuaca berawan hingga mendung, angin lemah hingga sedang ke arah utara.

Sedangkan potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada sektor tenggara-barat daya sejauh maksimal 3 km ke arah sungai Woro dan sejauh 5 km ke arah sungai Gendol, Kuning, Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng, dan Putih.


Aktivitas Gunung Merapi

Gunung Api Merapi terletak di Kab/Kota Sleman, Magelang, Boyolali, Klaten, Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah dengan posisi geografis di Latitude -7.542°LU, Longitude 110.442°BT dan memiliki ketinggian 2968 mdpl.

Pengamatan Visual

Gunung api terlihat jelas hingga tertutup Kabut 0-III. Asap kawah tidak teramati. Cuaca berawan hingga mendung, angin lemah hingga sedang ke arah utara.

Klimatologi

Cuaca berawan hingga mendung, angin lemah hingga sedang ke arah utara. Suhu udara sekitar 20-25°C. Kelembaban 76-89%. Tekanan udara 760-872 mmHg.

Pengamatan Kegempaan

  • 47 kali gempa guguran dengan amplitudo 3-30 mm dan lama gempa 23-138 detik.
  • 1 kali gempa hembusan dengan amplitudo 6 mm, dan lama gempa 33 detik.
  • 23 kali gempa hybrid/fase banyak dengan amplitudo 6-10 mm, S-P 0.7-0.9 detik dan lama gempa 7-13 detik.
Rekomendasi

1. Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada sektor tenggara-barat daya sejauh maksimal 3 km ke arah sungai Woro dan sejauh 5 km ke arah sungai Gendol, Kuning, Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng, Dan Putih. Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi erupsi eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.

2. Masyarakat agar tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya.

3. Masyarakat agar mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik dari erupsi Gunung Merapi serta mewaspadai bahaya lahar terutama saat terjadi hujan di seputar G. Merapi.

4. Penambangan di alur sungai yang berhulu di Gunung Merapi dalam KRB III direkomendasikan untuk dihentikan.

5. Pelaku wisata direkomendasikan tidak melakukan kegiatan pada daerah potensi bahaya dan bukaan kawah sejauh 5 km dari puncak Gunung Merapi.

6. Jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, maka status aktivitas Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali.


Baca juga artikel terkait GUNUNG MERAPI atau tulisan menarik lainnya Alexander Haryanto
(tirto.id - Sosial Budaya)

Penulis: Alexander Haryanto
Penyelia: Iswara N Raditya
DarkLight