Menuju konten utama

Info Merapi Hari Ini Usai Erupsi pada 21 Januari, Ada Hujan Abu?

Simak kondisi Gunung Merapi pagi ini setelah mengalami erupsi pada 21 Januari 2024. Gunung Merapi mengalami erupsi hingga muncul hujan abu.

Info Merapi Hari Ini Usai Erupsi pada 21 Januari, Ada Hujan Abu?
Asap solfatara membumbung keluar dari kawah Gunung Merapi terlihat dari Cangkringan, Sleman, DI Yogyakarta, Jumat (5/1/2024).ANTARA FOTO/Hendra Nurdiyansyah.

tirto.id - Gunung Merapi mengalami erupsi pada 21 Januari 2023. Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) menyebut Gunung Merapi di perbatasan D.I. Yogyakarta dan Jawa Tengah tercatat mengalami satu kali letusan dengan tinggi kolom tidak teramati.

Kondisi hari ini, pada Senin (22/1/2024), pada pagi tadi angin di sekitar puncak Merapi bertiup kencang dengan kecepatan rata-rata 42 km/jam. Visual puncak dominan berkabut.

Menurut info BPPTKG pada hari ini, Gunung Merapi periode 21 Januari 2024 pukul 00.00 - 24.00 WIB masih dengan tingkat aktivitas SIAGA (Level 3).

Info Erupsi Merapi 21 Januari

Dalam keterangan resmi BPPTKG di Yogyakarta, satu kali letusan Gunung Merapi itu teramati pada periode pengamatan Minggu (21/1/2024) pukul 12.00-18.00 WIB. Selama periode pengamatan itu angin di Gunung Merapi bertiup lemah hingga sedang ke arah timur.

BPPTKG menjelaskan, erupsi di gunung api bisa berupa erupsi efusif berwujud guguran lava atau awan panas guguran maupun erupsi eksplosif atau letusan.

Untuk erupsi Merapi pukul 14.12 WIB ada indikasi ke arah eksplosif. Namun karena di kategori kegempaan di laporan MAGMA tidak ada kategori erupsi, sehingga BPPTKH mengklasifikasikannya sebagai letusan.

Selain teramati satu kali letusan, pada periode itu BPPTKG juga mencatat dua kali awan panas guguran meluncur dari Gunung Merapi ke arah Kali Bebeng dengan jarak luncur maksimum 2.000 meter.

Gunung Merapi juga disebutkan mengalami satu kali gempa letusan dengan amplitudo 70 mm selama 239,64 detik, dua kali gempa awan panas guguran dengan amplitudo 42-70 mm selama 150,1-214,4 detik, 58 kali gempa guguran dengan amplitudo 3-34 mm selama 25,28-147,16 detik, dan 11 kali gempa fase banyak dengan amplitudo 3-11 mm selama 5,92-9,12 detik.

Dampak Erupsi Gunung Merapi Munculkan Hujan Abu

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Boyolali menyebut hujan abu vulkanik tipis terjadi di sejumlah kecamatan di wilayahnya pada Minggu siang akibat dampak awan panas guguran Gunung Merapi.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Boyolali Suratno, Minggu, mengatakan, hujan abu vulkanik tipis sebagai dampak awan panas guguran Gunung Merapi terjadi di tujuh wilayah kecamatan yakni di Cepogo, Musuk, Tamansari, Boyolali Kota, Teras, Mojosongo dan Sambi sekitar pukul 14.30 WIB.

Menurut Suratno, dampak hujan abu vulkanik terjadi di tujuh kecamatan tersebut hanya tipis kemudian hilang setelah diguyur hujan deras di wilayah tersebut.

Bahkan, wilayah di Kecamatan Selo yang terdekat dengan puncak Gunung Merapi justru tidak terkena hujan abu. Karena, di wilayah Selo terjadi hujan air sejak pagi hingga sore hari belum reda.

Kendati demikian, pihaknya mengimbau kepada masyarakat tetap waspada dan tidak perlu panik. Semua tetap aman terkendali di wilayahnya.

BPBD terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan Gunung Merapi melalui informasi dari BPPTKG Yogyakarta.

Untuk mengantisipasi potensi bahaya erupsi Gunung Merapi, BPPTKG mengimbau masyarakat agar tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya.

"Data pemantauan menunjukkan suplai magma masih berlangsung yang dapat memicu terjadinya awan panas guguran di dalam daerah potensi bahaya," kata dia.

Guguran lava dan awan panas dari Gunung Merapi bisa berdampak ke area dalam sektor selatan-barat daya yang meliputi Sungai Boyong (sejauh maksimal lima kilometer) serta Sungai Bedog, Krasak, dan Bebeng (sejauh maksimal tujuh kilometer).

Pada sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal tiga kilometer dan Sungai Gendol lima kilometer. Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius tiga kilometer dari puncak.

Baca juga artikel terkait ERUPSI MERAPI atau tulisan lainnya dari Dipna Videlia Putsanra

tirto.id - Sosial budaya
Penulis: Dipna Videlia Putsanra
Editor: Iswara N Raditya