Menuju konten utama

Beras Langka di Minimarket Jakarta, Ini Biang Keroknya

Kelangkaan beras terjadi di Jakarta karena masa panen raya diperkirakan pada pertengahan Maret 2024 mendatang.

Beras Langka di Minimarket Jakarta, Ini Biang Keroknya
Pekerja mengangkut sekarung beras di Pasar Baru, Kudus, Jawa Tengah, Kamis (7/9/2023). ANTARA FOTO/Yusuf Nugroho/rwa.

tirto.id - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menuturkan, pemicu kelangkaan beras premium di sejumlah gerai minimarket. Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) Provinsi DKI Jakarta, Suharini Eliawati, mengatakan, kelangkaan terjadi karena masa panen raya diperkirakan pada pertengahan Maret 2024 mendatang.

Dia mengatakan, masa panen raya yang baru akan terjadi pada Maret berimbas pada berkurangnya aktivitas pedagang karena libur panjang dan masa pengisian ulang pihak ritel terhadap stok beras.

"Belum masuknya masa panen raya [diperkirakan baru akan terjadi pada pertengahan Maret 2024], sehingga terjadi ketidakseimbangan antara pasokan dan permintaan," kata Suharini dalam keterangan tertulis kepada wartawan, Senin (12/2/2024).

Pemprov DKI Jakarta pun melakukan sejumlah langkah untuk memenuhi permintaan pangan khususnya beras kepada masyarakat. Pertama, menjaga pasokan yang masuk ke DKI Jakarta dengan bekerja sama pemerintah pusat dan antar pelaku usaha (B2B) serta mengoptimalkan peran PT Food Station Tjipinang Jaya.

Kedua, melakukan pemantauan stok harga dan mutu secara rutin bersama Satgas Pangan. Ketiga, mengendalikan ekspektasi inflasi melalui kegiatan Sembako Murah dan Gerakan Pangan Murah (GPM) bagi masyarakat umum serta pendistribusian pangan bersubsidi bagi masyarakat tertentu.

Kelima, bersinergi dengan pemerintah pusat terdiri dari Kementerian Pertanian, Badan Pangan Nasional, Kementerian Perdagangan, Kementerian Perindustrian, Perum Bulog dan ID Food untuk mengendalikan harga.

"(Melalui) Penyaluran beras SPHP kualitas medium ke masyarakat dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) Rp54.500 per kantong isi 5 kg di toko-toko beras dan pasar modern," tutup Suharini.

Baca juga artikel terkait HARGA BERAS MAHAL atau tulisan lainnya dari Fransiskus Adryanto Pratama

tirto.id - Flash news
Reporter: Fransiskus Adryanto Pratama
Penulis: Fransiskus Adryanto Pratama
Editor: Intan Umbari Prihatin