Bentrok GPK dan Kader PDIP Saat Massa PPP di Jateng Terbelah

Oleh: Zakki Amali - 27 Februari 2019
Dibaca Normal 2 menit
Anggota organisasi sayap PPP, Gerakan Pemuda Ka'bah bentrok dengan kader PDIP di Temanggung. Insiden itu terjadi sehari sebelum GPK Jateng mendeklarasikan dukungan kepada Prabowo.
tirto.id - Pasukan keamanan (paskam) Gerakan Pemuda Ka’bah (GPK), salah satu organisasi sayap PPP, bentrok dengan kader PDIP di Temanggung, Jawa Tengah pada Selasa malam (26/2/2019).

Insiden itu terjadi sehari sebelum acara perayaan milad GPK di Gedung Pemuda Temanggung yang akan dihadiri capres nomor urut 02, Prabowo Subianto.

Peristiwa itu terekam video unggahan akun @GisselaCik di Twitter. Akun itu juga mengunggah foto dan video tentang kerusakan mobil Satgas PDIP dan kondisi kader partai itu usai bentrok. Pada salah satu foto, terlihat seorang kader PDIP terluka bibirnya sehingga diperban.

Seorang kader PDIP di Temanggung membenarkan video dan foto yang diunggah akun itu terkait insiden bentrok Selasa malam. Kronologi bentrokan pun sempat disampaikan seseorang yang direkam video unggahan akun @GisselaCik.

Si pencerita kronologi bentrok di video itu mengatakan:

“Telah terjadi perusakan mobil Satgasus PDIP pukul 20.30 [Selasa malam] di Jalan Kartini, tepatnya depan RPJM Temanggung oleh oknum rombongan GPK. Tidak tahu sebabnya mengapa, kita langsung diserang pakai balok.”

“Dihancurkan mobilnya, dipecahkan. Pengemudi semua dipukulin. Penumpangnya [juga]. Mereka menggunakan balok, menggunakan paku, macem-macem alat senjata tajam. Kami didatangi kurang lebih sekitar 50 orang lebih. Dan kami tiba-tiba diserang menggunakan balok kayu dan langsung dihancurin mobilnya [kaca depan kanan pecah, bodi ringsek dan lampu belakang pecah]. Ini posisi kita masih di Polres Temanggung. Kita ini di polres. Terima kasih sekian. Salam 01. Merdeka.”


Ketua DPD PDIP Jawa Tengah Bambang Wuryanto membantah insiden itu sebagai penyerangan. Dia mengklaim bentrok itu dipicu salah paham dan telah diselesaikan secara kekeluargaan.

Bambang mengaku sudah memantau situasi di Temanggung usai insiden itu terjadi sejak Selasa malam hingga Rabu dini hari. Namun, ia enggan menyampaikan detailnya.

“Sesuai dengan perintah harian Ketua Umum kami, [untuk] menjaga soliditas partai dan persatuan bangsa. Sudah ada perjanjian perdamaian. Detailnya, silakan tanya Kapolres Temanggung,” kata dia kepada reporter Tirto pada Rabu (27/2/2019).

Kapolres Temanggung, AKBP Wiyono Eko Prasetyo tidak menjawab saat dikonfirmasi meski pesan dari reporter Tirto melalui WhatsApp tertanda telah dibaca. Sedangkan Kabid Humas Polda Jawa Tengah, Kombes Agus Triatmaja, membenarkan kasus bentrokan itu telah diselesaikan secara kekeluargaan.


Kronologi Bentrok versi GPK

Ketua GPK Temanggung, Farid Ibrahim juga mengklaim bentrok itu dipicu salah paham. Namun, kata dia, anggota organisasinya bergerak karena diprovokasi.

Ibrahim bercerita, semula terdapat 5 baliho provokatif dipasang kader PDIP di sekitar Gedung Pemuda Temanggung, semalam jelang acara Milad GPK yang dihadiri Prabowo digelar pada Rabu (27/2/2019). Akan tetapi, dia tidak menjelaskan materi baliho yang ia sebut provokatif itu.

Ibrahim juga mengatakan, tersebar kabar pencopotan beberapa baliho GPK yang ada di sekitar lokasi acara milad organisasinya. Oleh karena itu, kata dia, pasukan keamanan GPK berpatroli di sekitar lokasi acara pada Selasa malam. Paskam GPK sempat bertemu dengan pemasang baliho provokatif.

“Pemasang malah lari. [Pasukan keamanan GPK] lanjut patroli dan berpapasan dengan mobil [Satgas PDIP] 01, terjadi sedikit gesekan,” kata Ibrahim.

Dia tidak menjelaskan lebih detail soal adanya senjata tajam, balok, dan paku yang disebut seseorang dalam video unggahan akun @GisselaCik di twitter.


Ibrahim hanya menegaskan bentrokan itu bisa diredam dan diselesaikan dengan damai atas bantuan Polres Temanggung. Kedua belah pihak, kata dia, bersepakat damai pada Rabu dini hari (27/2/2019), sekitar pukul 04.00 WIB.

Soal kerusakan mobil Satgas PDIP dan korban luka di insiden itu, Ibrahim mengaku organisasinya akan bertanggung jawab. “Kami bantu perbaikan [mobil] dan pengobatan [korban],” kata dia.

Usai insiden ini, Ibrahim mengaku telah meminta anggota GPK Temanggung agar tidak terpancing dan terprovokasi serta taat hukum.

“Kami sudah lalui seluruh tahapan aturan dan hukmnya, tetapi lain soal kalau ada yang coba mengusik, tetap kami akan pertahankan marwah kami,” ujar Ibrahim.


GPK Dukung Prabowo, PPP: Itu Sisa-sisa Laskar Pajang

GPK Jawa Tengah diketahui mendukung Prabowo-Sandiaga di Pilpres 2019. Hal ini bertentangan dengan sikap PPP yang mendukung Joko Widodo-Ma'ruf Amin.

Soal beda sikap politik, Ketua DPW PPP Jawa Tengah, Masruhan Samsurie mengatakan manuver GPK Jawa Tengah yang diketuai Syihabudin sudah tak berlaku, karena masa kepengurusannya telah habis.

“Kami tidak bertanggung jawab dengan kegiatan di Temanggung tersebut. Mungkin itu sisa-sisa ‘laskar pajang’ yang masih belum menerima kenyataan bahwa PPP hanya ada satu di bawah kepemimpinan Gus Romy [Romahurmuzy],” ujar dia lewat keterangan tertulis.


Dalam waktu dekat, kata dia, PPP akan memfasilitasi konsolidasi GPK Jateng. PPP Jateng juga sedang menyusun konsep konsolidasi GPK bersama sejumlah tokoh senior organisasi itu, seperti komandan GPK Magelang, Gus Nurul.

“Kami tegaskan PPP Jateng beserta sayap ormasnya WPP, GMP, GPK konsisten mendukung pasangan Jokowi-Ma’ruf. Kontribusi PPP Jateng untuk capres 01 hampir sama dengan ketika PPP menghadapi Pilgub [Jateng],” kata dia.

Acara milad GPK di Gedung Pemuda Temanggung pada Rabu (27/2/2019) memang menegaskan bahwa sikap massa PPP di Jateng terbelah soal Pilpres 2019. Saat Prabowo datang di Gedung Pemuda Temanggung, PPP versi Muktamar Jakarta dan GPK Jawa Tengah mendeklarasikan dukungan kepada capres nomor urut 02 tersebut.

Saat membacakan deklarasi dukungan, Ketua DPW PPP Jateng versi Muktamar Jakarta Wafi Maimoen Zubair menyatakan partainya siap menyukseskan dan memenangkan Prabowo di Pilpres 2019.

"Kami warga PPP semuanya menyatakan mendukung dan siap menyukseskan serta memenangkan Prabowo Subianto sebagai Presiden Republik Indonesia periode 2019-2024," kata Wafi seperti dikutip Antara.

Wafi merupakan salah satu putra ulama kharismatik asal Rembang KH Maimoen Zubair. Artinya, ia memiliki pilihan politik berbeda dengan saudaranya, politikus PPP kubu Romi sekaligus Wagub Jawa Tengah, Taj Yasin.


Baca juga artikel terkait PILPRES 2019 atau tulisan menarik lainnya Zakki Amali
(tirto.id - Politik)

Reporter: Zakki Amali
Penulis: Zakki Amali
Editor: Addi M Idhom