tirto.id - Pemerintah Bangladesh secara resmi mengampanyekan penanaman pohon palem palmyra atau pohon lontar dalam skala besar yang disinyalir dapat jadi benteng alami pelindung petani dari ancaman cuaca tertentu, termasuk petir.
Sebagaimana diwartakan BSS News, Pemerintahan Bangladesh melalui Menteri Manajemen Bencana dan Bantuan, Asadul Habib Dulu, meresmikan program penanaman lebih dari 100.000 bibit palem palmyra di seluruh distrik Lalmonirhat pada Kamis waktu setempat (24/10/2026).
Penanaman ratusan ribu bibit pohon lontar atau palem palmyra sendiri ditujukan karena Bangladesh termasuk salah satu negara yang paling parah terkena dampak perubahan iklim, yang kerap menciptakan jenis bencana baru di samping bencana alam.
Selain ditujukan untuk memerangi perubahan iklim, penanaman bibit pohon lontar dalam skala besar bertujuan untuk menjaga keseimbangan lingkungan, serta mengurangi risiko sambaran petir yang cukup masif terjadi menghantam sebagian wilayah di negara tersebut.
Menurut laporan Reuters, kasus sambaran petir setidaknya telah menewaskan 14 orang pada April 2026 ketika Bangladesh dilanda badai musiman. Sebagian besar korban dalam kejadian ini adalah petani yang bekerja di ladang terbuka. Sementara pada 2016 silam, korbannya mencapai 200 orang hanya dalam bulan Mei saja.
Guna meminimalisir adanya korban akibat sambaran petir, Pemerintah Bangladesh kemudian mengampanyekan penanaman bibit pohon palem palmyra atau lontar, yang disinyalir dapat jadi solusi perubahan iklim, termasuk menangkal sambaran petir.
Mengapa Pohon Lontar Dianggap Mampu Menangkal Petir?
Pohon lontar atau palm palmyra banyak diyakini dapat menekan jumlah kematian akibat sambaran petir karena pohon tersebut tumbuh sangat tinggi dan menjulang di area terbuka. Bahkan, kandungan kelembapannya juga disinyalir berfungsi seperti penangkal petir alami.
Melansir Times of India, keyakinan terhadap pohon lontar yang dapat jadi penangkal petir alami membuat pohon tersebut kerap jadi solusi untuk daerah yang rawan terhadap dampak perubahan iklim, termasuk badai petir.
Negara bagian Odisha di India menjadi salah satu wilayah yang memanfaatkan pohon palem sebagai penangkal petir dan telah memulai upaya penanamannya dalam skala besar sejak 2024 lalu.
Salah satu alasan utama mengapa pohon lontar cukup efektif dalam mengurangi dampak sambaran petir yakni karena kandungan airnya yang terbilang tinggi dari pohon tersebut. Pada bagian batang pohonnya, palem dipenuhi air dan getah yang diklaim dapat menyerap serta menghilangkan energi listrik dari sambaran petir.
Dengan kata lain, kandungan air yang tinggi pada batang pohonnya bertindak sebagai konduktor alami. Sehingga, sambaran petir pun akan melewati pohon dan masuk ke tanah tanpa menyebabkan kerusakan yang signifikan.
Selain itu, pohon palem juga kerap tumbuh sangat tinggi melebihi vegetasi di sekitarnya. Kondisi tersebut memungkinkan pohon tersebut jadi lebih rentan tersambar petir.

Pohon ini juga disebut-sebut memiliki kemampuan untuk bisa bertahan hidup dari sambaran petir karena aliran listriknya tertahan oleh kandungan air dan kelembapan pada batang pohon lontar.
Terlebih, pohon lontar memiliki sistem perakaran serabut yang sangat padat, luas, serta menembus jauh ke dalam tanah. Sehingga, ketika petir menyambar ujung pohon, struktur internal pohon yang basah bersama akarnya akan bertindak sebagai konduktor yang mengalirkan listrik langsung ke dalam bumi dengan aman.
Sementara itu menurut analisis Lightning Protection System, pohon palem atau lontar bisa jadi target ideal untuk petir karena memiliki ketinggian dan ujung yang runcing. Dua aspek ini disebut-sebut kerap jadi jalur yang nyaman bagi pelepasan listrik untuk mencapai bumi.
Dalam hal ini, terdapat beberapa faktor yang memungkinkan sebuah pohon bisa tersambar petir, yakni pohon yang lebih tinggi lebih rentan terhadap sambaran petir karena menyediakan jalur yang lebih langsung bagi petir untuk mengalir dari langit ke tanah.
Selain itu, posisi pohon di lapangan terbuka atau di puncak bukit juga memiliki risiko lebih tinggi tersambar petir karena menjadi objek tertinggi di sekitarnya.
Sayangnya, sejauh ini belum banyak penelitian ilmiah yang membuktikan kebenaran terkait pohon lontar yang bisa menangkal sambaran petir. Selain itu, berlindung di balik pohon juga tak dianggap aman oleh CDC.
Mitos Soal Petir dan Cara Aman Menghindari Petir
Petir memiliki sederet mitos yang masih banyak diyakini sebagian orang hingga. Menurut National Weather Service, salah satu mitos yang masih berkembang yaitu berjongkok ketika ada badai petir di luar untuk mengurangi risiko sambaran petir.
Pada faktanya, berjongkok tidak akan membuat seseorang menjadi lebih aman ketika di luar ruangan, termasuk saat terjadinya badai petir. Langkah terbaik pada momen tersebut yaitu berlari atau pergi menuju lokasi maupun bangunan yang kokoh, atau kendaraan beratap keras.
Mitos lainnya yaitu bahwa petir tidak akan menyambar tempat yang sama lebih dari dua kali. Pada faktanya, petir justru sering menyambar tempat yang sama berulang kali, terutama jika lokasi tersebut merupakan tempat yang tinggi, runcing, serta terisolasi.
Ketika ada seseorang yang tersambar petir, mitos yang berkembang menyebut bahwa paparan listriknya dapat berpindah ketika disentuh.
Selain itu, ada pula mitos yang menyebut bahwa jika berada di dalam rumah akan 100% aman dari petir. Padahal, faktanya petir bisa menyambar rumah, terutama jika di dalamnya terdapat benda-benda beraliran listrik.

Berkaitan dengan cara aman menghindari petir, melansir CDC, terdapat beberapa langkah yang dapat dilakukan sebagai upaya antisipasi mencegah terkena sambaran petir, salah satunya yaitu ketika berada di dalam ruangan menghindari air, tidak menyentuh peralatan elektronik, serta menghindari jendela atau pintu yang sama-sama berpotensi dapat mengalirkan listrik akibat badai petir.
Ketika berada di tempat terbuka dan badai petir muncul, usahakan untuk langsung cari tempat berlindung atau lokasi yang lebih aman dari risiko sambaran petir. Ini termasuk peringatan segera meninggalkan area yang tinggi seperti bukit, punggung gunung, atau puncak yang kerap jadi lokasi ideal untuk petir.
Begitu pun ketika terjadi badai petir agar menghindari atau menjauhi bangunan tinggi, termasuk pohon tinggi, karena petir cenderung menyambar objek tertinggi di sekitarnya.
Penulis: Imanudin Abdurohman
Editor: Yantina Debora
Masuk tirto.id


































