Menuju konten utama

Benarkah Menghirup Uap Air Panas Bisa Membunuh Virus COVID-19?

Tersebar pesan berantai yang menyebut bahwa metode menghirup uap air panas bisa membunuh virus Corona COVID-19, benar atau hoaks? 

Benarkah Menghirup Uap Air Panas Bisa Membunuh Virus COVID-19?
Ilustrasi hoaks. Getty Images/iStockphoto

tirto.id - Tersebar pesan berantai yang menyebut bahwa metode menghirup uap air panas bisa membunuh virus Corona COVID-19. Informasi ini menyinggung nama Dwiyono yang disebut sebagai Ketua Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19. Benarkah kabar ini atau justru konten sesat alias hoaks?

“Share dari Ketua Satgas Covid Pak Dwiyono. Informasi tentang pencegahan COVID-19: Air panas yang Anda minum baik untuk tenggorokan Anda. Namun, virus corona ini tersembunyi di balik sinus paranasal hidung Anda selama 3 hingga 4 hari. Air panas yang kami minum tidak sampai di sana,” demikian nukilan dari pesan berantai tersebut.

“Setelah 4 hingga 5 hari, virus yang tersembunyi di balik sinus paranasal ini mencapai paru-paru Anda. Kemudian Anda kesulitan bernapas. Itulah mengapa sangat penting untuk menghirup uap air panas, yang mencapai bagian belakang sinus paranasal Anda. Anda harus membunuh virus di hidung dengan uap.”

Satgas Penanganan COVID-19 melalui laman resminya pada Senin (23/8/2021) meluruskan dua hal terkait kabar tersebut.

Pertama, pesan berantai itu merupakan hoaks lama yang kembali beredar, dan kedua, nama Ketua Satgas Penanganan COVID-19 sekaligus Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) adalah Ganip Warsito, bukan Dwiyono.

Metode menghirup uap air panas bukan cara yang aman dan efektif untuk membunuh virus COVID-19. World Health Organization (WHO) Afrika lewat akun Twitter resminya menjelaskan bahwa sepanas apa pun suhu dari uap air panas tidak dapat membunuh virus yang telah menginfeksi saluran pernapasan manusia.

Bahkan, metode menghirup uap air panas yang diklaim bisa membunuh virus Corona justru berpotensi menyebabkan risiko lainnya terhadap kesehatan maupun kondisi tubuh manusia, termasuk luka bakar.

Suhu tinggi memang dapat melemahkan partikel virus Corona yang berada di permukaan suatu benda. Akan tetapi, menurut penelitian dari Universitas St. Thomas, Minnesota, Amerika Serikat, metode menghirup uap air panas tidak dapat melemahkan maupun membunuh virus COVID-19 yang telah masuk ke dalam tubuh manusia.

Dengan demikian, pesan berantai yang mengklaim bahwa menghirup uap air panas dapat membunuh virus Corona COVID-19 merupakan hoaks atau informasi palsu yang masuk dalam kategori konten yang menyesatkan.

Apabila Anda menemukan informasi tentang vaksin dan vaksinasi COVID-19 yang belum dapat dipastikan kebenarannya, laporkan dengan cara-cara berikut ini:

Selalu terapkan protokol kesehatan dalam untuk menekan penyebaran COVID-19 dengan melakukan 5M, yaitu memakai masker dengan benar, mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir atau hand sanitizer, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, dan mengurangi mobilitas.

Banner BNPB Info Lengkap Seputar Covid19

Banner BNPB. tirto.id/Fuad

Baca juga artikel terkait HOAKS COVID-19 atau tulisan lainnya dari Iswara N Raditya

tirto.id - Kesehatan
Penulis: Iswara N Raditya
Editor: Addi M Idhom