Bawang Merah, Tiket Pesawat & Daging Ayam Sumbang Deflasi Juli 2020

Oleh: Vincent Fabian Thomas - 3 Agustus 2020
Dibaca Normal 1 menit
BPS mencatat selama Juli 2020 terjadi deflasi 0,1 persen.
tirto.id - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat selama Juli 2020 terjadi deflasi 0,1 persen. Deflasi pada bulan ini disebabkan oleh kelompok pengeluaran makanan-minuman sampai transportasi.

“Penurunan harga bawang merah, tarif angkutan udara, penurunan harga daging ayam ras, dan bawang putih,” ucap Kepala BPS Suhariyanto dalam konferensi pers virtual, Senin (3/8/2020).

Dari kelompok pengeluaran makanan, minuman, dan tembakau dengan deflasi 0,73 persen, andilnya sekitar 0,19 persen. Penyumbang deflasi diantaranya yakni penurunan harga 3 komoditas. Antara lain bawang merah dengan andil 0,11 persen, daging ayam ras dengan andil 0,04 persen, dan bawang putih dengan andil 0,03 persen.

Meski secara umum mengalami deflasi, ada komoditas yang tetap naik harganya sehingga menyebabkan inflasi. Antara lain beras, cabai rawit, dan gula pasir dengan andil masing-masing 0,01 persen.

Dari kelompok transportasi, BPS mencatat terjadi deflasi 0,17 persen dengan andil 0,02 persen. Komoditas yang paling dominan adalah turunnya tarif angkutan udara dengan andil 0,05 persen.

Suhariyanto bilang sebenarnya tarif angkutan udara mulai mengalami kenaikan harga baru-baru ini tetapi efeknya masih belum bisa menyamai deflasi yang sudah lama terjadi.

Ia menambahkan dari unsur transportasi, ada kenaikan harga lain untuk tarif angkutan antar kota dan kendaraan roda empat online dengan andil masing-masing 0,01 persen. Namun, hal ini belum cukup untuk menahan laju deflasi sektor transportasi.

“Penurunan tarif angkutan udara cukup dalam dan tidak bisa terkompensasi dengan kenaikan tarif angkutan lainnya,” ucap Suhariyanto.

Deflasi pada sektor transportasi ini berpengaruh pada komponen harga yang diatur pemerintah sehingga mengalami deflasi 0,07 persen. Sementara itu inflasi pada kelompok makanan, minuman tembakau menyebabkan deflasi pada komponen harga bergejolak 1,19 persen.


Baca juga artikel terkait DEFLASI atau tulisan menarik lainnya Vincent Fabian Thomas
(tirto.id - Ekonomi)

Reporter: Vincent Fabian Thomas
Penulis: Vincent Fabian Thomas
Editor: Gilang Ramadhan
DarkLight