Bagaimana Proses Terjadinya Gerhana Matahari, Jenis & Pengaruhnya?

Oleh: Ega Krisnawati - 8 April 2021
Dibaca Normal 3 menit
Proses terjadinya gerhana matahari bermula dari jatuhnya bayang-bayang bulan ke permukaan bumi akibat terhalangnya sinar matahari menuju bumi oleh bulan.
tirto.id - Gerhana matahari adalah gerhana yang terjadi akibat dari bayang-bayang bulan mengenai bumi, dimana cahaya matahari yang menuju bumi pada siang hari terhalang oleh bulatan bulan.

Diameter bulan tidak lebih besar dari diameter bumi, maka gerhana matahari hanya terjadi pada sebagian kecil permukaan bumi dan berlangsung kurang lebih tujuh menit.

Walaupun bulan berukuran lebih kecil, bulan mampu menghalangi cahaya matahari karena bulan lebih dekat dari bumi yaitu dengan jarak rata-rata 384.400 km. Sementara jarak matahari ke bumi rata-rata 149.680.000 km.

Dilansir dari buku Geografi 1 kelas X yang ditulis oleh Hartono (2007) terbitan Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional, bumi dan bulan merupakan benda angkasa yang tidak memiliki cahaya sendiri.

Tanpa adanya cahaya matahari yang dipantulkan oleh bumi maupun bulan, bumi tidak akan terlihat dari bulan. Demikian juga bulan tidak akan terlihat dari bumi. Jika dalam peredarannya bumi maupun bulan berada dalam suatu garis lurus dengan matahari, maka berpotensi terjadinya peristiwa gerhana matahari atau bulan.

Proses Terjadinya Gerhana Matahari


Dikutip dari situs Rumah Belajar Belajar Untuk Semua, proses terjadinya gerhana matahari bermula dari jatuhnya bayang-bayang bulan ke permukaan bumi akibat terhalangnya sinar matahari menuju bumi oleh bulan.

Kondisi ini terjadi jika matahari, bulan, dan bumi berada dalam satu garis lurus serta bulan terletak di sekitar titik potong antara bidang edar bulan yang mengelilingi bumi dan bidang edar bumi mengelilingi matahari.

Penampakan gerhana yang berubah-ubah antara Gerhana Matahari Cincin (GMC) atau Gerhana Matahari Total (GMT) terjadi akibat perubahan ukuran piringan bulan dan matahari dari bumi.

Perubahan ukuran piringan bulan dan matahari itu terjadi akibat lintasan bumi mengelilingi matahari dan lintasan bulan mengelilingi bumi yang sama-sama berbentuk elips. Lintasan elips pulalah yang membuat jarak matahari, bumi, dan jarak bulan-bumi berubah secara periodik.


Pada saat jarak matahari dan bumi (aphelion) mencapai maksimum sejauh 152,1 juta kilometer, radius piringan matahari berukuran 944 detik busur (1 detik busur = 1/3.600 derajat). Adapun pada jarak terdekat bumi ke matahari (perihelion) sejauh 147,1 juta km dan radius piringan matahari mencapai 976 detik busur.

Sementara itu, jarak bulan ke bumi pada titik terjauhnya (apogee) ada pada jarak 405.500 km yang memiliki radius piringan bulan sebesar 882 detik busur. Adapun pada titik terdekatnya antara bulan ke bumi sejauh 363.300 km, dan radius piringan bulan mencapai 1.006 detik busur.

Bayang-bayang bulan yang jatuh ke permukaan bumi memiliki dua bagian, yaitu bayangan inti (umbra) dan bayangan tambahan (penumbra). Penduduk bumi yang dilintasi wilayah umbra tidak akan melihat matahari karena seluruh sumber cahayanya ditutupi bulan. Adapun jika berada di daerah yang dilalui penumbra, mereka masih dapat melihat sebagian sinar matahari.

Dalam GMC, ujung umbra atau bayang-bayang bulan tidak mencapai permukaan bumi. Hanya perpanjangan umbra (antumbra atau antiumbra) saja yang sampai ke bumi. Daerah yang dilalui antumbra itulah yang akan melihat matahari seperti cincin bercahaya di langit.

Jenis Gerhana Matahari


Menurut buku Bumi Tempat Kita Hidup Paket C Setara SMA terbitan Direktorat Pembinaan Pendidikan Keaksaraan dan Kesetaraan Ditjen Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan 2018, gerhana matahari dibagi ke dalam beberapa jenis yaitu:

a. Gerhana matahari total

Gerhana matahari total terjadi apabila bulan menutupi sinar matahari secara menyeluruh. Gerhana matahari total sangat berbahaya jika dilihat dengan mata telanjang, karena akan merusak bola mata.

b. Gerhana matahari sebagian

Gerhana ini akan terjadi apabila cahaya matahari yang menuju ke bumi ditutupi oleh bayangan penumbra bulan. Saat gerhana ini berlangsung, akan tampak sebagian cakram matahari akan ditutupi oleh sebagian cakram bulan

c. Gerhana matahari cincin

Gerhana jenis ini terjadi apabila bulatan bulan menutupi bagian dalam bulatan matahari, dikarenakan posisi bulan terletak paling jauh dengan matahari. Artinya bulatan bulan saat ini lebih kecil dari bulatan matahari.

d. Gerhana matahari hibrida

Gerhana hibrida berasal dari gerhana matahari total dan gerhana matahari sebagian. Di sebagian wilayah di bumi, akan tampak gerhana ini muncul sebagai gerhana matahari total, sedangkan di wilayah lain akan tampak sebagai gerhana matahri sebagian.

Pengaruh Gerhana Matahari

a. Pada mata manusia

Melihat secara langsung ke fotosfer matahari atau bagian cincin terang dari matahari walaupun hanya dalam beberapa detik dapat mengakibatkan kerusakan permanen retina mata. Hal ini terjadi akibat radiasi tinggi yang dipancarkan dari fotosfer. Kerusakan yang ditimbulkan dapat mengakibatkan kebutaan.

Untuk mengamati gerhana matahari dibutuhkan pelindung mata khusus atau menggunakan metode melihat secara tidak langsung. Kaca mata biasa tidak aman untuk digunakan karena tidak menyaring radiasi inframerah yang dapat merusak retina mata.

b. Perkembangan embrio ayam dalam mesin penetas telur

Prinsip penetasan buatan adalah menjaga suhu dan kelembaban udara dalam ruangan mesin penetas telur agar sesuai dengan suhu dan kelembaban yang dibutuhkan pada tahap-tahap perkembangan embrio. Pada saat terjadi gerhana matahari total, suhu dan tekanan udara akan berubah secara tiba-tiba.

Hal ini berpengaruh pada kelembaban dan kehidupan embrio, sehingga tingkat penetasan telur akan menurun keberhasilannya.

c. Pengaruh terhadap plankton

Gerhana matahari dapat menyebabkan terganggunya kehidupan plankton karena terjadi penurunan intensitas cahaya dan lamanya penyinaran. Hal ini dapat mempengaruhi terganggunya rantai makanan karena suplai makanan untuk plankton berkurang, sehingga ikan-ikan akan berkurang jumlahnya di daerah yang terkena gerhana.

d. Pengaruh terhadap alam

Pengamatan terhadap medan gravitasi dan ketinggian menunjukkan bahwa gerhana matahari mempengaruhi secara langsung kerak bumi yang dapat menimbulkan pasang naik maksimum. Pasang naik maksimum ini menyebabkan perubahan pada kerak bumi yang berpotensi menimbulkan gempa bumi.

e. Pengaruh terhadap binatang

Bagi beberapa jenis burung, situasi gerhana merupakan malam semu. Secara umum, burung di alam bebas lebih bereaksi terhadap peristiwa gerhana daripada burung piaraan.

Burung-burung cenderung menuju sarangnya pada saat gerhana terjadi. Kemampuan mengarahkan diri pada burung pengembara jarak jauh dapat berubah karena terjadi reduksi radiasi inframerah dan pancaran gelombang radio sangat pendek akibat terhalangnya cahaya.

Kera juga terkena dampak gerhana matahari. Di India kera-kere tersebut akan menengadah ke barat dan duduk dalam keaadan santai, seperti layaknya bila malam telah tiba.


Baca juga artikel terkait GERHANA MATAHARI atau tulisan menarik lainnya Ega Krisnawati
(tirto.id - Pendidikan)

Kontributor: Ega Krisnawati
Penulis: Ega Krisnawati
Editor: Nur Hidayah Perwitasari
DarkLight