Bagaimana Masyarakat Kini Mengenang Soeharto?

Soeharto bersama keluarga. FOTO/LIFE
Oleh: Dinda Purnamasari - 27 Januari 2017
Sembilan tahun lalu, Soeharto tutup usia. Bagaimana sisa kesan-kesan presiden kedua Indonesia itu di mata masyarakat? Sebanyak 78,54 persen responden menyatakan bahwa rezim Soeharto berjasa membangun dan memajukan Indonesia. Apalagi persepsi terhadap Soeharto?
Bagi mereka yang mati, hilang, dan mengalami kehilangan demi demokrasi Indonesia, mungkin tak ada berita yang lebih menyedihkan ketimbang ini: Dua dari tiga kesan terkuat tentang rezim Soeharto, menurut anak-anak muda berumur 16 hingga 30 tahun hari ini, adalah "kestabilan dan kesejahteraan ekonomi" dan "hukum yang menciptakan rasa aman dan kondusif."

Tirto melakukan survei "Persepsi Masyarakat terhadap Dinasti Soeharto" pada 600 orang responden. Profil responden bisa dilihat pada infografik di bawah.



INFOGRAFIK RISET Soeharto


Para responden ditanya tentang bagaimana pandangan mereka tentang masa pemerintahan Soeharto yang berlangsung dari 1967 hingga 1998. Sebanyak 78,54 persen responden, menyatakan bahwa rezim Soeharto berjasa membangun dan memajukan Indonesia.

INFOGRAFIK RISET Soeharto

Responden yang mengaku "hidup paling nyaman dan makmur" tercipta di bawah kekuasaan Orde Baru berjumlah 30,45 persen dari keseluruhan, lebih banyak ketimbang yang menganggap keadaan serupa terjadi pada rezim Susilo Bambang Yudhoyono (25,79 persen) dan Joko Widodo (27,28 persen).

INFOGRAFIK RISET Soeharto

Mengenai popularitas keluarga Cendana, putera bungsu Soeharto, Tommy Soeharto menduduki posisi pertama. Posisi selanjutnya adalah anak sulung Soeharto, Siti Hardijanti alias mbak Tutut.

INFOGRAFIK RISET Soeharto


Dalam pertanyaan terakhir, responden merespons pertanyaan seputar bagaimana sikap mereka jika keluarga Cendana kembali ke kekuasaan di Indonesia. Mayoritas ternyata tidak setuju.

INFOGRAFIK RISET Soeharto

Apakah temuan ini membuktikan bahwa kita adalah bangsa pelupa sekalipun telah diingatkan terus-menerus, atau justru kebenaran keras bahwa reformasi, serta kebebasan dan demokrasi yang dibawanya, tidak mengubah apa-apa?

Baca juga artikel terkait SOEHARTO atau tulisan menarik lainnya Dinda Purnamasari
(tirto.id - Humaniora)

Reporter: Dinda Purnamasari
Penulis: Dinda Purnamasari
Editor: Nurul Qomariyah Pramisti
DarkLight