Menuju konten utama

Bacaan Doa Melepas Jemaah Haji Arab, Latin, dan Artinya

Doa pelepasan jemaah haji dapat menggunakan bacaan yang bersumber dari hadis. Simak daftar doa pelepasan haji berikut dalam Arab, Latin, dan artinya.

Bacaan Doa Melepas Jemaah Haji Arab, Latin, dan Artinya
Ilustrasi pergi haji. Doa berangkat haji dari rumah dapat dibaca oleh orang yang beribadah haji dan mereka yang ditinggalkan di tanah air. Sigid Kurniawan/MCH 2024

tirto.id - Doa pelepasan jemaah haji dilakukan saat mereka akan berangkat ke tanah suci. Apa doa pelepasan haji yang bisa dibaca beserta artinya?

Tujuan melakukan doa pemberangkatan haji yakni agar semua jemaah mendapatkan kelancaran dalam menjalankan semua rangkaian kegiatan ibadah haji dan menjadi haji mabrur. Haji mabrur adalah haji yang berkumpul semua amalan kebaikan dan menjauhi segala dosa. Harapan lainnya yaitu jemaah bisa pulang ke tanah air dengan selamat dan berkumpul kembali bersama keluarga.

Ibadah haji tidak mudah untuk dijalankan. Selain perlu menyiapkan kemampuan finansial, setiap jemaah juga harus menguatkan fisik dan mental. Sebagian rangkaian ibadah haji memerlukan fisik tangguh mulai dari wukuf di Arafah, tawaf, hingga sai.

Bacaan Doa Melepas Jemaah Haji dan Artinya

Doa berangkat haji dari rumah memiliki beberapa pilihan untuk dibaca. Ada beberapa doa safar haji berdasarkan dalil sunah yang dapat diamalkan sebagai berikut:

1. Doa dari orang yang berhaji untuk orang-orang yang ditinggalkannya

Orang yang hendak pergi haji dapat memberikan doa bagi orang-orang yang ditinggalkannya di tanah air. Bacaan doanya seperti berikut:

أَسْتَوْدِعُكَ اللَّهَ الَّذِى لاَ تَضِيعُ وَدَائِعُهُ

Astawdi’ukallaha alladzi laa tadhi’u wa daa-i’uhu

Artinya: "Aku menitipkan kalian pada Allah yang tidak mungkin menyia-nyiakan titipannya.”

Doa tersebut berdasarkan hadis dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu. Hadisnya seperti berikut:

عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ قَالَ وَدَّعَنِى رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- فَقَالَ « أَسْتَوْدِعُكَ اللَّهَ الَّذِى لاَ تَضِيعُ وَدَائِعُهُ

Artinya: Dari Abu Hurairah, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pergi meninggalkanku dan beliau mengucapkan, “Astawdi’ukallaha alladzi laa tadhi’u wa daa-i’uhu (Aku menitipkan kalian pada Allah yang tidak mungkin menyia-nyiakan titipannya)” (H.R. Ibnu Majah no. 2825 dan Ahmad 2: 358. Al Hafizh Abu Thohir mengatakan hadits ini sahih).

2. Doa dari orang yang ditinggalkan kepada orang yang akan berhaji

Bagi keluarga, sahabat, hingga tamu yang akan mendoakan orang pergi haji, dituntunkan membacakan doa seperti berikut:

a. Doa untuk orang  pergi haji (1)

أَسْتَوْدِعُ اللَّهَ دِينَكَ وَأَمَانَتَكَ وَخَوَاتِيمَ عَمَلِكَ

Astawdi’ullaha diinaka, wa amaanataka, wa khowaatiima ‘amalik

Artinya: "Aku menitipkan agamamu, amanahmu, dan perbuatan terakhirmu kepada Allah"

Doa tersebut dinukil dari hadis Ibnu Umar radhiyallahu anhu. Bunyi hadis ini seperti berikut:

أَنَّ ابْنَ عُمَرَ كَانَ يَقُولُ لِلرَّجُلِ إِذَا أَرَادَ سَفَرًا ادْنُ مِنِّى أُوَدِّعْكَ كَمَا كَانَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يُوَدِّعُنَا.فَيَقُولُ « أَسْتَوْدِعُ اللَّهَ دِينَكَ وَأَمَانَتَكَ وَخَوَاتِيمَ عَمَلِكَ »

Artinya: Sesungguhnya Ibnu Umar pernah mengatakan pada seseorang yang hendak bersafar, "Mendekatlah padaku, aku akan menitipkan engkau sebagaimana Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menitipkan kami", lalu beliau berkata: "Astawdi’ullaha diinaka, wa amaanataka, wa khowaatiima ‘amalik (Aku menitipkan agamamu, amanahmu, dan perbuatan terakhirmu kepada Allah)."(HR. Tirmidzi no. 3443 dan Ahmad 2: 7. Tirmidzi mengatakan hadits ini hasan sahih. Al Hafizh Abu Thohir mengatakan sanad hadis ini hasan. Syekh Al Albani mengatakan hadits tersebut sahih).

b. Doa untuk orang berhaji (2)

Ada doa lainnya yang juga dituntunkan untuk diucapkan kepada orang-orang yang hendak melaksanakan ibadah haji. Doa tersebut yaitu:

زَوَّدَكَ اللَّهُ التَّقْوَى وَغَفَرَ ذَنْبَكَ وَيَسَّرَ لَكَ الْخَيْرَ حَيْثُمَا كُنْتَ

Zawwadakallahut taqwa wa ghofaro dzanbaka wa yassaro lakal khoiro haytsuma kunta

Artinya: "Semoga Allah membekalimu dengan takwa, mengampuni dosa-dosamu, dan memudahkanmu di mana saja engkau berada.”

Doa pelepasan haji ini memiliki dalil dari hadis Anas radhiyallahu anhu. Bunyi hadisnya seperti berikut:

عَنْ أَنَسٍ قَالَ جَاءَ رَجُلٌ إِلَى النَّبِىِّ -صلى الله عليه وسلم- فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنِّى أُرِيدُ سَفَرًا فَزَوِّدْنِى. قَالَ « زَوَّدَكَ اللَّهُ التَّقْوَى ». قَالَ زِدْنِى. قَالَ « وَغَفَرَ ذَنْبَكَ ». قَالَ زِدْنِى بِأَبِى أَنْتَ وَأُمِّى. قَالَ « وَيَسَّرَ لَكَ الْخَيْرَ حَيْثُمَا كُنْتَ »

Artinya: Dari Anas, ia berkata, “Seseorang pernah mendatangi Nabi shallallahu alaihi wa sallam lantas berkata pada beliau, 'Wahai Rasulullah, aku ingin bersafar, bekalilah aku.' Beliau bersabda, 'Zawwadakallahut taqwa (Semoga Allah membekalimu dengan ketakwaan).'

'Tambahkan lagi padaku', mintanya. Beliau bersabda, 'Wa ghofaro dzanbaka (Semoga Allah ampuni dosamu).'

'Tambahkan lagi padaku, demi ayah dan ibuku', mintanya. Beliau bersabda, 'Wa yassaro lakal khoiro haytsuma kunta (Semoga Allah memudahkanmu di mana saja engkau berada)'.” (HR. Tirmidzi no. 3444. Al Hafizh Abu Thahir mengatakan sanad hadis ini hasan. Syekh Al Albani mengatakan hadis ini hasan sahih)

Baca juga artikel terkait DOA HAJI atau tulisan lainnya dari Beni Jo

tirto.id - Edusains
Kontributor: Beni Jo
Penulis: Beni Jo
Editor: Yulaika Ramadhani
Penyelaras: Ilham Choirul Anwar