Nuran Wibisono

Nuran Wibisono adalah seorang penulis dan jurnalis dengan pengalaman selama 14 tahun. Sudah menulis dua buku, Nice Boys Don’t Write Rock N Roll (2017) dan Selama Ada Sambal, Hidup Akan Baik-Baik Saja (2021). Sejak tahun 2016, ia bekerja untuk Tirto.id, dan telah bekerja sebagai editor untuk Mild Report sejak 2017. Nuran sangat tertarik dengan musik, festival musik, pariwisata, perjalanan, makanan dan gastronomi, serta cerita-cerita kecil yang menarik. Ia telah bekerja sebagai penulis selama 1 tahun 1 bulan sebelum menjadi editor penuh waktu pada Januari 2017 hingga saat ini.

Indeks Tulisan

Musik
Sabtu, 2 Juli 2016

Ketika Anak Diwakili Lelaki Kardus

Lagu "Lelaki Kardus" membuat heboh. Penyanyinya bocah perempuan, kata-katanya kasar, sangat tidak layak ditonton untuk anak-anak. Pemerintah Indonesia sampai minta YouTube untuk memblokirnya karena dikhawatirkan bisa mengganggu anak Indonesia. Sebuah hal yang miris, di tengah minimnya lagu anak yang pantas di Indonesia.
Politik
Rabu, 29 Jun 2016

Bapak Berulah, Anak Kena Getah

Fadli Zon kembali bikin geger, kali ini terkait suratnya yang meminta penjemputan dan pengantaran anak perempuannya di New York. Unjuk pamer kekuasaan, atau sekadar insting melindungi seorang bapak?
Rabu, 29 Jun 2016

"Di Pulau Haruku, Sagu Mulai Dikesampingkan"

Indonesia identik dengan makan nasi. Padahal, tidak semua penduduk Indonesia makanan pokoknya adalah nasi. Ada sagu, jagung, ubi, dll. Bagaimana perjalanan makanan pokok nusantara itu. Ikuti penuturan dari Rahung Nasution.
Humaniora
Rabu, 29 Jun 2016

Melepas Beras

Meski kini menjadi makanan pokok di Indonesia, padi diperkirakan berasal dari jazirah Tiongkok dan India. Setidaknya para ahli kuliner berpendapat dan berdebat bahwa dua kawasan itu adalah awal mula padi budidaya. Diperkirakan padi mulai ditanam sejak 13.000 tahun lalu. Dari tanah India dan Tiongkok, padi kemudian menyebar ke nyaris seluruh Asia, termasuk Nusantara.
Ekonomi
Senin, 20 Jun 2016

Indonesia di Tengah Pusaran Daya Saing Wisata

Indeks daya saing pariwisata ini bukan berarti bahwa Indonesia tak memiliki destinasi yang layak dikunjungi. Melainkan, Indonesia belum mampu membangun sektor pariwisata dengan maksimal. Padahal, secara wisata alam maupun budaya, Indonesia jelas lebih unggul ketimbang Singapura
Senin, 20 Jun 2016

Pariwisata Indonesia

Pada 2015, diperkirakan ada 10,41 juta wisatawan asing yang datang ke Indonesia. Rata-rata per orang menghabiskan pengeluaran sebesar 151 dolar setiap hari. Lima negara yang menjadi penyumbang wisatawan terbesar ke Indonesia adalah Singapura, Malaysia, Cina, Australia, dan Jepang.
Gaya Hidup
Senin, 20 Jun 2016

Kota yang Hidup Dari Kopi

Kalau berkunjung ke Jakarta, tuan dan puan akan bisa menemukan kopi nyaris di mana saja dan kapan saja. Dari penjual kopi bersepeda, di mini market yang buka 24 jam, hingga kafe nyaman dengan pendingin udara. Denyut Jakarta disuplai oleh kopi.
Bisnis
Senin, 20 Jun 2016

Daun yang Kembali Pada Akar: Potret Bisnis Keluarga Indonesia

Dari 920 perusahaan keluarga besar yang didata oleh Credit Suisse, sekitar 64 persennya berasal dari Asia. Ini menandakan banyak perusahaan di Asia masih dibangun berdasar sistem kekerabatan. Meski begitu, semakin banyak perusahaan keluarga yang melibatkan pihak luar.
Gaya Hidup
Jumat, 17 Jun 2016

Kurma dan Geliat Kelas Menengah Muslim Indonesia

Kurma sebagai hidangan buka puasa baru menjadi tren di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir. Kurma muncul berbarengan dengan meningkatnya kelas menengah muslim di Indonesia. Muncul kesadaran untuk menerapkan pola hidup sehat ala Nabi Muhammad, dengan konsumsi kurma.
Kamis, 16 Jun 2016

Perdagangan Kurma

Perdagangan kurma di dunia juga memiliki angka yang besar. Pada 2012, total produksi kurma di dunia mencapai 7,5 juta ton dengan nilai sebesar 4,3 miliar dolar.