Nuran Wibisono

Nuran Wibisono adalah seorang penulis dan jurnalis dengan pengalaman selama 14 tahun. Sudah menulis dua buku, Nice Boys Don’t Write Rock N Roll (2017) dan Selama Ada Sambal, Hidup Akan Baik-Baik Saja (2021). Sejak tahun 2016, ia bekerja untuk Tirto.id, dan telah bekerja sebagai editor untuk Mild Report sejak 2017. Nuran sangat tertarik dengan musik, festival musik, pariwisata, perjalanan, makanan dan gastronomi, serta cerita-cerita kecil yang menarik. Ia telah bekerja sebagai penulis selama 1 tahun 1 bulan sebelum menjadi editor penuh waktu pada Januari 2017 hingga saat ini.

Indeks Tulisan

Musik
Sabtu, 23 Juli 2016

Penjualan Musik Menunggu Bentuk Terbaik

Kehadiran era digital menawarkan beragam kemudahan dan kepraktisan untuk menikmati musik. Salah satunya adalah layanan streaming.
Musik
Sabtu, 23 Juli 2016

Jalan Sunyi Para Pengarsip Musik

Industri musik yang baik pasti punya akar yang kokoh, salah satunya: pengarsipan yang baik. Sayangnya, industri musik Indonesia nyaris tidak punya akar itu. Tentu jangan bandingkan dengan negara-negara seperti Amerika, Inggris, atau Jerman yang sangat sadar tentang pentingnya pengarsipan musik.
Musik
Sabtu, 23 Juli 2016

Menimbang Musik Digital di Indonesia

Potensi bisnis musik streaming sejatinya sangat menjanjikan. Namun, tidak banyak penyedia layanan musik digital yang bisa bertahan. Salah satunya Musikator yang akhirnya tutup karena pemasukan tak sebanding pengeluarannya.
Musik
Kamis, 21 Juli 2016

Ketika Dunia Kembali Mempertanyakan MMMBop

Masih ingat lagi MMBop? Mereka yang lahir di era 90-an pasti mengenal lagu tersebut. Lagu itu pula yang mengantarkan Hanson bersaudara ke puncak ketenarannya. Mereka menginspirasi dunia dengan musik-musiknya. Tahun ini, mereka genap 20 tahun berkarya.
Gaya Hidup
Selasa, 19 Juli 2016

Tak Bisa Hidup Tanpa Sambal

Sejak satu dekade terakhir, Indonesia kebanjiran berbagai merek sambal botolan. Rata-rata dimulai dari keisengan. Ada yang jadi usaha besar, tetapi ada pula yang memilih untuk tetap kecil dan diproduksi terbatas. Variatif, dan laris manis. Karena semua orang Indonesia doyan sambal.
Bisnis
Jumat, 15 Juli 2016

Menjadi yang Terbaik di Udara

Setiap tahun, Skytrax rutin mengeluarkan penghargaan untuk maskapai-maskapai terbaik. Jika tahun lalu Garuda Indonesia berada dalam peringkat 8 maskapai terbaik dunia, kali ini mereka harus terlempar. Meski demikian, Garuda Indonesia masih berhasil mempertahankan 5 bintang dan menyabet penghargaan lain.
Jumat, 15 Juli 2016

Menjadi yang Terbaik di Udara

Selain memberikan penghargaan bagi maskapai terbaik, Skytrax juga mengeluarkan penghargaan bagi maskapai terburuk. Jika penghargaan terbaik ala Skytrax adalah Oscar, maka penghargaan maskapai terburuk adalah Razzle. Jika di deretan terbaik ada Garuda Indonesia, di deretan terburuk ada Lion Air. Bukan sesuatu yang patut dibanggakan, tentu saja. Dibandingkan dengan Garuda, maka Lion Air kerap dianggap sebagai perwujudal hal-hal buruk tentang penerbangan di Indonesia: sering telat, kursi tertukar, hingga kerusakan mesin.
Jumat, 15 Juli 2016

Mari Berburu Pokemon!

Pokemon pernah ngetren di masa lalu. Di era internet yang serba canggih seperti sekarang, Pokemon hadir lagi melalui game berbasis augmented reality. Responsnya luar biasa. Nintendo pun mendulang sukses berkat Pokemon.
Gws
Sabtu, 9 Juli 2016

Karena Kita Butuh Libur

Di kawasan Asia, Cina juga menjadi negara dengan jumlah libur nasional terbanyak di dunia yakni 17 hari.
Sabtu, 9 Juli 2016

Jumlah Hari Libur dan Tingkat Stres

Meski sebagian besar dari kita menganggap banyaknya hari libur berbanding lurus dengan tingkat stres, tidak demikian dengan Meksiko. Meski tercatat sebagai negara dengan libur nasional yang paling sedikit, yakni 7 hari, hanya sekitar 15 persen warga Meksiko yang sering mengalami stres.