Menuju konten utama

AS Siap Kirim Ribuan Tentara, Jadi Pertempuran Darat Lawan Iran?

Amerika Serikat berniat menambah jumlah pasukannya di Timur Tengah. Namun, tujuan dan titik penempatan pasukan tersebut masih belum diketahui hingga kini.

AS Siap Kirim Ribuan Tentara, Jadi Pertempuran Darat Lawan Iran?
Ilustrasi Tentara Amerika Serikat. FOTO/iStockphoto

tirto.id - Amerika Serikat (AS) dilaporkan tengah bersiap untuk mengirimkan ribuan tentara Angkatan Darat ke wilayah Asia Barat di tengah Perang Iran-AS yang masih berlangsung. Pengerahan ribuan prajurit ini akan jadi tambahan pasukan bagi 50.000 prajurit yang sejauh ini telah diterjunkan dalam operasi di Iran.

Seturut Fox5, seorang sumber anonim Reuters baru saja menyatakan bahwa Washington tengah mempersiapkan pengerahan antara 3.000 hingga 4.000 tentara dari Divisi Lintas Udara ke-82. Belum jelas ke mana para tentara ini akan dikerahkan dan untuk tujuan apa mereka dilibatkan.

Akan tetapi, Divisi Lintas Udara ke-82 milik Angkatan Darat AS selama ini dikenal sebagai unit taktis tanggap darurat. Prajurit unit tersebut juga dikenal sebagai unit yang dipersiapkan untuk operasi perebutan wilayah dan lapangan terbang penting di wilayah musuh atau wilayah yang diperebutkan.

Pengerahan ini dilaporkan akan terjadi dalam beberapa hari ke depan. Namun, belum jelas kapan mereka akan mulai dikerahkan dan sampai di Asia Barat.

Sejauh ini, Gedung Putih belum memberikan pernyataan terkait pengerahan ribuan prajurit Angkatan Darat tersebut. Pengerahan prajurit ini juga akan menyusul pengerahan ribuan marinir dari kapal serbu amfibi USS Boxer, kapal dok angkut amfibi USS Portland, dan kapal pendaratan dok USS Comstock.

Ribuan marinir dari tiga kapal militer AS itu dilaporkan telah meninggalkan pangkalan San Diego, California pada pekan lalu. Pasukan ini kini tengah menuju wilayah Asia Barat.

Meskipun terdapat pengerahan prajurit darat, namun Washington sejauh ini dilaporkan belum membuat keputusan apakah mereka akan diterjunkan dalam Perang Iran-AS. Para analis sejauh ini menganggap pengerahan ini sebagai sinyal bahwa pengerahan prajurit darat dalam eskalasi konflik di kawasan Teluk mungkin terjadi.

Hal ini juga memicu simpang-siurnya kabar upaya de-eskalasi konflik yang belakang kerap disebut Presiden AS Donald Trump dalam pernyatan publiknya.

AS Kirim Proposal 15 Poin Klausul, Iran Enggan Negosiasi

Di tengah kabar pengerahan prajurit Angkatan Darat AS ke Iran, Washington dilaporkan telah mengirim proposal pengakhiran perang ke Teheran. Proposal kesepakatan untuk mengakhiri perang itu disebut telah diterima Teheran melalui Pakistan.

Seturut Iran International, proposal itu berisi 15 klausul, termasuk pencabutan sanksi, kerja sama nuklir sipil, pembatasan program nuklir dan rudal Iran, pengawasan yang lebih kuat oleh Badan Energi Atom Internasional, dan jaminan untuk pengiriman melalui Selat Hormuz.

Kabar terkait proposal 15 poin kesepakatan demi gencatan senjata itu dilaporkan banyak outlet berita internasional usai Donald Trump menyebut AS "sedang bernegosiasi" dengan Iran. Dalam pernyataannya, Trump juga menyebut Teheran telah menginginkan tercapainya kesepakatan.

Meski begitu, Teheran secara terbuka telah membantah bahwa ada negosiasi resmi yang telah dimulai dengan Washington. Seorang pejabat Mesir yang tak disebutkan namanya juga menyebut bahwa Iran sejauh ini masih "sangat skeptis" terhadap pemerintahan Trump.

Duta Besar Iran untuk Pakistan belum lama ini juga menegaskan bahwa tak ada pembicaraan langsung maupun tak langsung dengan AS. Walaupun, ia menyatakan bahwa "negara-negara sahabat" sedang mencoba untuk menciptakan kondisi untuk dialog diplomatis.

Keengganan Teheran untuk melakukan negosiasi dengan Washington juga masih diserukan pejabat Iran. Juru bicara Markas besar Pusat Khatam al-Anbiya Iran, Ebrahim Zolfaghari, bahkan mengejek pernyataan Trump tentang klaimnya mengenai negosiasi AS-Iran.

"Apakah konflik internal Anda telah mencapai titik di mana Anda bernegosiasi dengan diri sendiri?" tutur Zolfaghari secara terbuka melalui siaran televisi milik Pemerintah Iran.

Sementara perundingan tampak mulai dibicarakan para pejabat AS dan pejabat Iran, namun Perang Iran-AS telah membunuh ribuan nyawa manusia.

Sejak pecah perang akibat serangan AS-Israel ke Teheran pada 28 Februari 2026 lalu, setidaknya 13 anggota militer AS telah terbunuh. Sementara itu, lebih dari 1.300 orang di Iran telah terbunuh.

Konflik yang berlangsung di kawasan Teluk juga masih meluas hingga Lebanon. Serangan Israel di Lebanon telah menyebabkan lebih dari 1 juta warga atau sekitar 20 persen populasi Lebanon terpaksa mengungsi, sedangkan sebanyak 968 orang Lebanon telah terbunuh.

Baca juga artikel terkait KONFLIK AS-IRAN atau tulisan lainnya dari Rizal Amril Yahya

tirto.id - Flash News
Kontributor: Rizal Amril Yahya
Penulis: Rizal Amril Yahya
Editor: Ilham Choirul Anwar