Aplikasi Signal Buatan Mana dan Apa Saja Fiturnya?

Oleh: Ibnu Azis - 13 Januari 2021
Dibaca Normal 1 menit
Aplikasi Signal fokus pada privasi dan dibangun dengan sumber terbuka. Signal tidak butuh iklan, lantaran didanai oleh hibah dan donasi.
tirto.id - Aplikasi Signal menerima lonjakan pengguna baru selepas WhatsApp memperbarui kebijakan privasi dan persyaratan layanannya. Hal serupa juga dialami aplikasi Telegram.

Jumlah instalasi global aplikasi Signal di App Store dan Play Store pada 6-7 Januari 2021 mencapai 7,5 juta kali, menurut Sensor Tower dikutip CNBC. Angka ini 43 kali lipat dari pekan sebelumnya.

Reuters melaporkan bahwa lebih dari 100 ribu pengguna menginstal Signal dari seluruh toko aplikasi, dan jumlah instalasi WhatsApp turun 11 persen dalam sepekan pertama tahun 2021.

Aplikasi Signal yang fokus pada privasi dinilai warganet sebagai alternatif tepat untuk menggantikan WhatsApp. Lain itu, aplikasi ini "di-endorse" oleh para pesohor.

Sebut saja Elon Musk, yang mengajak 42 juta pengikutnya di media sosial untuk menggunakan Signal. "Gunakan Signal," kata CEO Tesla itu dalam sebuah unggahan di Twitter pada 7 Januari 2021.

Nama kondang lainnya yaitu Jack Dorsey, CEO Twitter dan Square. Dorsey memercayai Signal lantaran dibangun dengan sumber terbuka dan sepenuhnya didanai oleh hibah dan donasi.

Edward Snowden juga merekomendasikan Signal. Dia merekomendasikan Signal pada pengikutnya di Twitter bahkan sejak tujuh tahun lalu, atau setahun setelah Signal dirilis.

"Saya menggunakan Signal setiap hari. #notesforFBI (Bocoran: mereka sudah tahu)," kata Snowden pada 3 November 2015 juga melalui Twitter.


Aplikasi Signal Buatan Mana?

Signal dikembangkan oleh Signal Foundation dan Signal Messenger yang pertama kali diluncurkan pada 29 Juli 2014.

Signal Foundation adalah organisasi nirlaba yang didirikan oleh Moxie Marlinspike dan Brian Acton. Mereka juga pendiri Signal Messenger, organisasi perangkat lunak. Dua organisasi ini berbasis di California, AS yang didirikan pada 2018.

Saat pertama kali diperkenalkan pada tujuh tahun lalu, Signal berada dalam naungan organisasi independen bernama Open Whisper System, sebagaimana ditulis Wired.

Organisasi ini bentukan dari perusahaan keamanan Whisper System yang didirikan Moxie Marlinspike pada 2010, berbasis di San Francisco. Pada 2011 Whisper System diakuisisi oleh Twitter.

Apa Saja Fiturnya?

Dikutip dari laman resminya, percakapan di Signal dienkripsi ujung ke ujung atau hanya dapat dibaca atau didengar oleh penerima yang dituju. Bagi Signal, privasi bukanlah mode opsional, tapi ini cara Signal bekerja.

Lantaran dibangun dengan sumber terbuka, kode sumber lengkap untuk klien Signal dan server Signal tersedia di GitHub. Ini memungkinkan pihak yang berkepentingan untuk memeriksa kode untuk keamanan dan kebenaran.

Lain itu, karena Signal dikembangkan oleh organisasi nirlaba, aplikasi ini tidak membutuhkan iklan. Signal tidak menggumpulkan data penggunanya, dan satu-satunya informasi yang terkumpul adalah nomor telepon pengguna saat mendaftar.

Seperti aplikasi perpesanan pada umumnya, Signal juga dibekali sejumlah fitur komunikasi baik antar-individu maupun secara kelompok. Signal bisa dipakai untuk berbagi teks, pesan suara, foto, video, GIF, dan berkas secara gratis, termasuk panggilan suara dan video. Ada pula fitur grup.

Jika memutuskan memakai Signal, apa pun alasannya, mungkin kekhawatiran terbesar justru datang dari orang terdekat. Pasalnya, bisa jadi teman atau keluarga Anda tidak ikut pindah. Anda harus menyakinkan mereka untuk sudi beralih.


Baca juga artikel terkait SIGNAL atau tulisan menarik lainnya Ibnu Azis
(tirto.id - Teknologi)

Penulis: Ibnu Azis
Editor: Agung DH
DarkLight