Aparat untuk Konflik Papua, Mahfud MD: Pendekatannya Kesejahteraan

Oleh: Andrian Pratama Taher - 26 Desember 2019
Pemerintah akan tetap mengirim aparat untuk penyelesaian konflik Papua, namun dengan pendekatan kesejahteraan dan perlindungan HAM kepada warga.
tirto.id -
Menkopolhukam Mahfud MD menegaskan pemerintah tetap akan menerjunkan aparat dalam menangani konflik Papua. Namun, di sisi lain pemerintah juga akan memberi perlindungan kepada warga yang tidak tahu soal konflik Papua.

"Rakyat yang tidak tahu-menahu itu yang kadang kala ikut dibawa-bawa, kami beri perlindungan hukum dan perlindungan HAM-nya. Yang separatis, ya dihadapi sebagai separatis. Konyol kalau sebuah negara lalu tidak melakukan pendekatan keamanan," kata Mahfud di daerah Menteng, Jakarta, Kamis (26/12/2019).

Mahfud menegaskan negara wajib menempatkan aparat mereka untuk melindungi para warga negara. Ia mencontohkan negara seperti Selandia Baru pun tetap menyiagakan aparat keamanan meski negara tersebut tergolong aman.

Namun, Mahfud juga mengklaim, pemerintah tidak mengedepankan soal pengamanan dalam penyelesaian masalah Papua. Sesuai instruksi presiden, pemerintah akan melakukan pendekatan komprehensif demi menyelesaikan konflik Papua. Mereka akan menggunakan pendekatan ekonomi, kesejahteraan, sosial budaya, politik, dan hukum.

"Itu nanti akan lebih disinergikan. Selama ini sudah begitu dan anggarannya besar. Dua belas kali lipat dibandingkan di luar sana tetapi kan, tidak komprehensif penanganannya sehingga efeknya tidak bagus. Kami akan membuat lebih komprehensif tapi pendekatannya kesejahteraan, ekonomi sosial budaya, politik, hukum dan juga keamanan," kata Mahfud.

Oleh sebab itu, kata Mahfud, kendati pemerintah menaruh aparat di Papua namun tetap mengedepankan kesejahteraan masyarakat.

"Aparat negara harus ada, (sebagai wujud) pertahanan keamanan. Tetapi kami pendekatannya kesejahteraan, tetap akan melindungi rakyat," ujar Mahfud.


Baca juga artikel terkait KONFLIK PAPUA atau tulisan menarik lainnya Andrian Pratama Taher
(tirto.id - Hukum)

Reporter: Andrian Pratama Taher
Penulis: Andrian Pratama Taher
Editor: Restu Diantina Putri
DarkLight